UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU

UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU
Bab 234 Apakah Kamu Takut?


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Perjalanan rapat berlangsung lancar sesuai ekspektasi Gu Ruoruo, pemegang saham yang mendukung dia merekomendasikan dia sebagai calon direktur utama Tangshi; dan pemegang saham yang di sebelah lagi pun langsung merekomendasikan Tang Ruochu.


Kedua belah pihak mulai berdebat, tidak ada yang mau mengalah, suasana pun masuk ke dalam jalan buntu.


Hello! Im an artic!


Saat ini adalah waktu tampil untuk Gu Ruoruo.


Dia langsung berdiri, dengan penuh percaya diri, seperti sudah mengendalikan semua ini.


“Walaupun aku bukanlah anak kandung ayah aku, tetapi dia selalu memperlakukan aku sebagai anak kandungnya, dan aku juga sudah menganggap dia sebagai ayah kandung aku. Saat ini, penyakitnya dalam keadaan kritis, aku merasa aku wajib membantu ayah aku memikul beban Tangshi!”


Munafik!


Hello! Im an artic!


Tang Ruochu mendengus, pandangan mata yang menatap Gu Ruoruo penuh dengan sindiran.


Kenapa bisa ada orang yang begitu tidak tahu malu?


Bagi orang luar yang tidak mengenal dia, pasti akan mengira sangat sayang kepada Ayah.


“Aku yakin, aku bisa membuat Tangshi lebih berkembang lagi.”


Gu Ruoruo berpidato dengan bergebu-gebu, ketika selesai berbicara, Tang Ruochu langsung bertepuk tangan.


“Pidato yang bagus,” ucap Tang Ruochu sambil tepuk tangan sambil berdiri, senyuman yang ria, seperti sedang memuji Gu Ruoruo dengan tulus.


Suasana langsung menjadi aneh.


Gu Ruoruo menatap dia dengan ekspresi dingin.


Yang lainnya tidak berani bersuara.


Tang Ruochu meletakkan kedua tangan ke atas meja, senyumannya mulai pudar, lalu memindai setiap peserta rapat, “Aku tahu bahwa paman-paman yang duduk di sini adalah orang yang berjasa dalam perintisan Tangshi bersama ayah aku. Selama ini, tanpa kalian, perkembangan Tangshi tidak akan sebesar yang kita lihat.”

__ADS_1


“Jadi, aku menghargai kalian, juga menghargai pilihan kalian. Tetapi, sebelum kalian mengambil pilihan, aku mau mengumumkan suatu hal yang penting…”


“Tang Ruochu, apa yang mau kamu lakukan?” Gu Ruoruo memotong pembicaraannya, kemudian menatap Tang Ruochu dengan penuh waspada.


Tang Ruochu melengkungkan bibir, pandangan matanya penuh dengan sikap ironis, “Gu Ruoruo, apakah kamu merasa takut?”


“Takut?” Gu Ruoruo pun tertawa, “Itu hanya pikiran kamu saja. Aku tidak ingin menghabiskan waktu kita semua saja. Hari ini adalah hari pemilihan direktur utama yang baru, bukan mendengarkan pengumuman kamu.”


Dia yang memegang kendali dalam rapat ini, bukan Tang Ruochu.


Tang Ruochu melambaikan alis, “Jika kamu tidak takut, kenapa tidak kasih aku mengumumkan masalah ini dulu?”


Gu Ruoruo tertawa dingin, lalu berkata dengan sombong, “Kamu bisa mengumumkannya setelah rapat. Kamu adalah adik aku, kamu juga mempunyai hak atas perusahaan ini.”


Tang Ruochu pun tertawa seperti mendengar lelucon, setelah itu, senyumannya menghilang secara perlahan, ekspresinya menajdi serius, pandangan matanya menjadi dingin dan menatap Gu Ruoruo, “Aku pernah bilang aku tidak punya kakak, dari awal hingga sekarang, Tangshi adalah milik Keluarga Tang, tidak ada kaitannya dengan kamu, Gu Ruoruo.”


Usai berkata, ekspresi Gu Ruoruo pun menghitam.


“Tang Ruochu, apa kata kamu? Kenapa Tangshi tidak ada kaitan dengan aku? Ibu aku menghabiskan waktu belasan tahun di Keluarga Tang untuk menjaga Ayah dan kamu, Tangshi ada kaitannya dengan kami.”


Suara Gu Ruoruo menajam karena merasa kesal.


Kata “anak tiri” sungguh menusuk, Gu Ruoruo pun sampai menunjuk-nunjuk Tang Ruochu dengan gemetaran dan hanya bisa mengeluarkan kata “kamu, kamu, kamu”.


Tang Ruochu tersenyum padanya, kemudian mengabaikan dia, setelah itu, dia memberikan setumpuk dokumen kepada Tuan Chen dan berkata, “Paman Chen, tolong bantu sebarkan.”


Kemudian kedua tangannya mengetuk-ngetuk permukaan meja sambil melihat dokumennya dibagikan. Dengan menggigit bibir, “Ini adalah rencana perkembangan masa depan Tangshi, kalian bisa melihatnya.”


Para pemegang saham yang mendapat dokumen pun saling menatap, kemudian membaca isinya. Baik pemegang saham yang mendukung Gu Ruoruo ataupun mendukung Tang Ruochu, semuanya membaca dengan serius dan seksama.


Karena dokumen ini berkaitan dengan Tangshi, berkaitan dengan kepentingan mereka sendiri, sehingga mereka tidak berani lalai.


Gu Ruoruo mendapat dokumen itu, tetapi tidak dilihat, melainkan dilempar ke atas meja dan membentak, “Tang Ruochu, apa yang sedang kamu lakukan? Menyia-nyiakan waktu atau melakukan perlawanan terakhir?”


Usai berkata, dia pun memindai para pemegang saham yang sedang membaca dokumen, kemudian menepuk meja dengan kuat sampai semuanya terkaget dan menatap dia. terlihat Gu Ruoruo yang bereskpresi marah dan pandangannya menyorot ke pemegang saham yang mendukung dia, seperti sedang menyalahkan mereka yang tidak berdiri sebaris dengan dia.


Mereka tidak membaca dokumen lagi.

__ADS_1


Mereka menunduk, tetapi tidak membuang dokumen seperti Gu Ruoruo.


Jujur saja, manusia tetap mementingkan diri sendiri.


Walaupun mereka sudah membelot ke Gu Ruoruo, tetap jika Tang Ruochu bisa memberikan tangga baru kepada Tangshi untuk memanjat ke tempat yang lebih tinggi, mereka bukan tidak mungkin membelot ke Tang Ruochu.


Kepentingan pribadi di atas segalanya.


Gu Ruoruo sepertinya sadar akan masalah ini juga, sehingga dia langsung mengambil keputusan, “Aku rasa kalian hadir di rapat umum pemegang saham ini bukan untuk melihat dokumen. Kita langsung masuk ke prosedur yang paling penting pada hari ini, pemilihan direktur utama baru yang paling cocok untuk Tangshi.”


Suasana hening.


Di saat Gu Ruoruo merasa tidak ada pendapat yang berbeda, tiba-tiba, muncul suara.


“Ruochu, Huangting mau bekerja sama dengan Tangshi?”


Suara yang gembira dan penuh harapan ini adalah suara Tuan Chen.


“Iya, Paman Chen. Direktur Lu dari Huangting sudah sepakat dengan aku, jika aku bisa menjadi dirut baru Tangshi, dia akan bekerja sama dengan kita.”


Jawaban ini membuat semua orang terkejut.


Yang lainnya langsung membolak-balik dokumen itu lagi, seperti yang dikatakan oleh Tuan Chen, proposal ini memang mengungkit masalah kerja sama dengan Huangting.


Tang Ruochu sudah menyusun rencana ini, para peserta rapat menjadi semangat.


Huangting adalah perusahaan hiburan yang terkenal baik di dalam negeri maupun tingkat Asia. Pada sebelumnya, Tangshi bahkan tidak berani bermimpi untuk bekerja sama dengan Huangting, tetapi pada saat ini, bukan mimpi, tetapi dunia nyata, tidak ada yang tidak semangat.


“Ruochu, kamu serius? Direktur Lu sudah setuju?”


Masih ada orang yang tidak percaya, karena standarisasi Huangting begitu tinggi, sehingga ada yang khawatir bahwa Tang Ruochu hanya mengarang saja, supaya bisa mendapatkan kursi direktur utama.


“Pasti palsu. Mana mungkin dia bisa membujuk Direktur Lu untuk bekerja sama dengan Tangshi. Tunggu reinkarnasi dulu.”


Gu Ruoruo pun sempat terkaget ketika mendengar mau bekerja sama dengan Huangting, tetapi begitu kepikiran Lu Shijin adalah orang yang tidak gampang diajak bertemu, mana mungkin Tang Ruochu bisa berbicara dengan Lu Shijin.


Jadi, setelah suasana hatinya tenang, dia pun ingin mendengar apa yang bisa Tang Ruochu katakan.

__ADS_1


Terhadap pertanyaan-pertanyaan yang datang, Tang Ruochu pun menanggap dengan tenang. Dengan tertawa, lalu mengeluarkan flash disk dari tas, dan digenggam di tangan, “Di flash disk ini ada video yang direkam oleh Direktur Lu, jika kalian tidak percaya, diputar saja.”


__ADS_2