
Hello! Im an artic!
“Apakah kamu gila, Ji Yinfeng?”
Tang Ruochu melotot ke arahnya, dan dia tidak percaya dengan telinganya sendiri.
Hello! Im an artic!
“Aku tidak bercanda! Selama kamu mau, kita bisa kembali seperti semula dulu.”
Ji Yinfeng berkata dengan tegas.
Tang Ruochu menatapnya dengan tidak percaya, kemudian menghela nafas dan berkata, “Ji Yinfeng, aku mengira kamu hanya sampah biasa, ternyata, kamu lebih dari sekedar sampah, kamu adalah sampah paling menjijikan. Aku akhirnya melihat dengan jelas siapa dirimu sebenarnya, orang seperti kamu benar-benar sangat menjijikan, kasihan sekali wanita yang mencintaimu.”
Selesai berkata, Tang Ruochu menggelengkan kepalanya, tanpa menunggu Ji Yinfeng bereaksi, dia langsung berjalan pergi.
Hello! Im an artic!
Ia lebih baik jauh-jauh dari pria ini!
Setelah melepaskan diri dari Ji Yinfeng, Tang Ruochu langsung bertemu dengan Lu Shijin.
Hari ini pria itu memakai pakaian resmi dengan kemeja hitam, membuatnya terlihat sangat tampan, jari panjangnya sedang berada di atas setir mobil, wajah dinginnya terlihat begitu mengetarkan hati.
Tang Ruochu kemudian masuk ke dalam mobil, dan menatapnya sekilas, lalu berkata, “Warna hitam sangat cocok denganmu, kamu kelihatan misterius dan berwibawa, sangat menarik perhatian.”
“Kamu juga kelihatan cantik.” Lu Shijin melihatnya, dan tersenyum memujinya.
Hari ini dia memakai gaun panjang berwarna hitam, desain spesial itu menunjukkan pinggang rampingnya, ia terlihat sangat bersih dan cantik, seperti sebuah bunga yang baru mekar, begitu indah dan elegan.
Tang Ruochu tersenyum, tanpa sengaja melihat bunga yang terletak di belakang mobil, dia sempat tertegun, “Apakah kamu yang membeli bunga itu?”
“Pertama kali sembahyang kepada ibu mertua, tentu harus rapi dan resmi.”
Lu Shijin mengangguk, wajah dinginnya terlihat serius.
Tang Ruochu menatap wajahnya dari samping, dan bertanya, “Bagaimana kamu bisa tahu bahwa ibuku suka eceng gondok dan bunga lili?”
“Selama orang itu penting bagimu, aku akan mencari tahu tentangnya.”
__ADS_1
Lu Shijin melihatnya sekilas, tatapannya itu sangat dalam, hingga membuat Rouchu ingin tenggelam ke dalamnya.
Tang Ruochu menarik nafas dalam-dalam, hatinya penuh dengan rasa haru.
Pria ini, terlihat begitu dingin, membuat orang tidak berani mendekatinya, tapi dibalik itu, dia adalah orang yang sangat perhatian dan memperhatikan setiap detail.
Demi Rouchu, ia mencari tahu semua detail tentang orang-orang penting baginya.
Ji Yinfeng tidak akan melakukannya sesuatu seperti ini untuknya.
Pria ini itu sama sekali tidak memperhatikan detail segala hal, walaupun hal tersebut penting bagi Tang Ruochu .
Tapi Lu Shijin malah melakukan semua itu!
Setelah terdiam sejenak, Tang Ruochu menahan haru di dalam hatinya, ia tersenyum dan berkata kepada Lu Shijin, “ibuku akan sangat menyukai menantu sepertimu ini!”
Setelah setengah jam kemudian, mobil akhirnya sampai di kuburan di pinggiran kota Beining.
Mereka turun dari mobil dan berjalan ke atas gunung, dan akhirnya mereka berhenti di depan makan ibu Tang.
Saat sampai di sini, tatapan Tang Ruochu kelihatan sedih.
Dengan begitu, dia bisa bermanja pada ibunya, dan bisa keras kepala sesukanya, tidak perlu selelah dan sekespian ini.
Seperti bisa merasakan emosinya yang sedih, Lu Shijin kemudian memeluknya, dan berkata, “Apakah kamu tidak mau memperkenalkanku kepada ibu mertua?”
Tang Ruochu kemudian tersadar kembali, dan mengangguk keras, “Tentu saja aku harus memperkenalkanmu.”
Dia kemudian berjongkok, dan meletakkan bunga di depan batu nisan, dan mengulurkan tangan untuk mengelus foto di batu nisan ibunya, sambil tersenyum, “Ibu, aku datang untuk melihatmu, hari ini aku membawa seseorang, namanya Lu Shijin, dia adalah menantumu. Bagaimana, pilihan ruochu bagus bukan? Dia adalah orang yang sangat hebat…”
Mendengar dia berkata dengan pelan, wajah Lu Shijin menjadi sangat lembut, ia menemani di samping Rouchu.
Dan ternyata mereka berada di sana selama dua jam, sampai sore sekitar jam 3, Tang Ruochu baru menarik tangan Lu Shijin dan pergi dari sana dengan tidak rela.
Di perjalanan pulang, Tang Ruochu jelas sedang tidak dalam perasaan hati yang senang, Lu Shijin memasukkan CD ke dalam pemutar musik di mobi, musik lembut mengisi mobil tersebut, terdengar sangat nyaman.
Setelah beberapa saat, mobil akhirnya berhenti di depan kediaman keluarga Tang, Lu Shijin baru berkata, “Sudah sampai.”
Tang Ruochu mengangguk, “Kalau begitu aku masuk ya.”
__ADS_1
“Iya, nanti aku akan datang menjemputmu.”
“Baik.”
Setelah berpamitan dengan Lu Shijin, Tang Ruochu masuk ke dalam. Saat masuk, dia langsung melihat Gu Ruoruo yang duduk di ruang tamu.
Kedua mata mereka saling bertatapan, Tang Ruochu merasa senang, Gu Ruoruo malah semakin suram.
Pada saat ini, Tang Song juga menyadari kedatangan Tang Ruochu, dengan ekspresi serius, ditambah sedikit kelembutan, ia berkata “Sudah pulang?”
“Iya.” Tang Ruochu mengiyakan, dia bahkan tidak melihat Zhao Xiaowan yang duduk di samping ayahnya, langsung berkata kepada Tang Song, “Aku sudah pergi melihat ibu tadi.”
Tang Song mengangguk, setelah sejenak baru berkata, “Malam nanti aku juga akan ke sana.”
Tang Ruochu terkejut beberapa detik, ekspresinya terlihat sedikit binggung.
Ayahnya, sudah beberapa tahun tidak pernah pergi melihat ibunya itu, beberapa tahun ini dia selalu bertengkar dengan ayahnya, juga karena salah satu alasan ini.
Dia tidak menyangka, hari ini dia mengatakan bahwa dia akan pergi melihat ibunya!
Setelah sejenak, Tang Ruochu baru sadar dan melirik dingin kepada Zhao Xiaowan, lalu tersenyum berkata, “Selama tidak ada yang menghalangi, aku rasa ibu akan sangat senang.”
Ekspresi Zhao Xiaowan langsung menjadi kaku, dia mengepalkan kedua tangannya, dan berusaha menahan amarah dalam hatinya.
Beberapa tahun ini, dia tidak tahu sudah berapa kali ia bicara pada Tang Song, dan membuatnyamenjauh dari mendiang istrinya itu.
Dia tidak menyangka, setelah beberapa tahun berlalu, Tang Song akan mengungkitnya lagi.
Zhao Xiaowan menarik nafas dalam-dalam, dan menggerakkan bibirnya, kemudian tersenyum berkata, “Aku akan menyiapkan barang-barang sembahyang, pergi lah dan tengok kakak, bagaimanapun juga ,aku tidak boleh tidak hadir.”
“Tante Wan benar-benar berhati mulia.” Tang Ruochu tersenyum memuji, tapi penuh dengan sindiran.
Ekspresi Zhao Xiaowan langsung membiru, dia masih memaksakan dan berkata, “Ruochu, bagaimanapun, sekarang aku adalah ibu rumah tangga di keluarga Tang ini, hal seperti ini, memang menjadi pekerjaanku.”
“Bicaramu sangat manis, hanya saja entah apa yang sedang kamu pikirkan, mungkin saja di dalam hatimu, kamu bersyukur karena ibuku meninggal sudah meninggal.”
Tang Ruochu berkata tanpa rasa sungkan, dia sama sekali tidak menjaga perasaan Zhao Xiaowan.
Zhao Xiaowan langsung marah besar, dan memukul meja, “Tang Ruochu, apa maksudmu?”
__ADS_1
Tang Rouchu dengan tenang berkata, “Aku tidak ada maksud apapun. Aku hanya mengatakan fakta saja. Di depanku, kamu juga tidak perlu berpura-pura baik seperti itu, ketika kamu dan anakmu menyerangku, sikapmu kejam dan jahat, tidak seperti sekarang. Sekarang kamu malah berpura-pura baik dan mengatakan ini adalah pekerjaanmu, benar-benar konyol.”