UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU

UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU
Bab 228 Apapun Yang Terjadi, Aku Tetap Cinta Padamu


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Tang Ruochu terlengah sesaat, kemudian mengangguk dengan tersenyum, “Iya. Aku mau suruh kamu bantu aku.”


“Tetapi yang aku dengar dari Shengyao adalah kamu tidak mau dibantu aku,” ucap Lu Shijin dengan senyuman tipis.


Hello! Im an artic!


Tang Ruochu mencemberutkan bibir, “Yang tidak mau minta bantuan kamu adalah masalah Tuan Chen. Tetapi yang saat ini adalah masalah yang berbeda.”


“Tuan Chen?”


“Iya, salah satu pemegang saham di Tangshi. Hari ini, aku dan Shengyao berkunjung ke tempatnya, tetapi tidak diterima.”


Begitu mengungkit Tuan Chen, Tang Ruochu pun menghela nafas, dan terlihat sedikit kecewa.


Hello! Im an artic!


Ekspresi Tang Ruochu yang kecewa membuat Lu Shijin berpikir, lalu berkata, “Sikap dia adalah tidak mendukung terhadap siapapun, berarti kamu masih ada kesempatan.”


“Iya, aku juga berpikir seperti itu,” Tang Ruochu memutarkan bola mata yang memancarkan sinar licik, “Harus bisa mengenal situasi diri sendiri dan situasi lawan, aku rasa aku bisa menaklukkan Tuan Chen.”


Saat mengucapkan kalimat ini, ekspresinya sangat semangat, pandangan matanya bersinar bagaikan bintang di langit, sama sekali tidak ada ekspresi kecewa.


“Begitu yakin?” Lu Shijin menaikkan alis karena tidak begitu yakin.


Bukan karena tidak percaya pada Tang Ruochu, tetapi hati manusia sangat susah ditebak, tidak ada orang yang tahu apa yang sedang dipikirkan oleh Tuan Chen.


Memang tidak mau terlibat dalam perebutan kekuasaan di Tangshi?


Atau mau menggunakan kesempatan untuk meraup keuntungan untuk dia sendiri?


Masalah ini belum bisa dipastikan, sedangkan pemikiran wanita ini sangat polos, dia khawatir bahwa kecemasan wanita ini bisa menjadi kesempatan bagi musuhnya.


“Kenapa? Kamu tidak percaya padaku?” kedua tangan Tang Ruochu menahan di atas meja dan menatap Lu Shijin dengan langsung.


Lu Shijin tertawa, “Banyak hal luar dugaan di dunia ini.”


Maksudnya adalah tidak percaya kalau dia bisa menyelesaikan masalah ini.


Tang Ruochu tidak merasa kesal, “Aku sudah tahu kalau kamu akan berpikir seperti ini, tetapi…”


Lalu tertawa “hehe” dulu baru melanjutkan ucapannya lagi, “Tunggu kabar baik aku.”

__ADS_1


“Aku sangat menantikannya,” tawa Lu Shijin, kemudian menunduk untuk membaca laporan laba rugi itu secara sekilas, dan bertanya, “Jadi, apa yang bisa aku bantu?”


Tema pembicaraan berputar dengan cepat, Tang Ruochu pun terlengah sesaat, kemudian menggigit bibir dan berkata dengan malu-malu, “Sebenarnya aku ingin… ingin meminta… kamu…”


“Oh?” Lu Shijin mengangkat kepala, ketika melihat Tang Ruochu yang sedang ragu-ragu, dia pun tertawa, “Chuchu, di antara kita tidak perlu sungkan, katakan saja.”


Kalau Lu Shijin sudah bilang seperti, maka…


Tang Ruochu menghirup nafas dalam-dalam, maju!


“Aku perlu Huangting untuk bekerja sama dengan Tangshi.”


Usai berkata, Tang Ruochu merasa lega, tetapi suasana menjadi hening.


Lu Shijin sedang menatap Tang Ruochu, ekspresinya sangat tenang, pandangan matanya juga tidak mengekspresikan suasana hatinya.


Gawat, bikin canggung saja! Sebenarnya rencana dia adalah mengumumkan kerja sama Tangshi dengan Huangting pada saat rapat umum pemegang saham berlangsung, karena ide ini pasti akan membuat para pemegang saham mendukung dia.


Walaupun Huangting adalah perusahaan media hiburan, tetapi kemampuan dan nilai asetnya lebih hebat daripada Tangshi, jika kedua perusahaan ini bekerja sama, Tangshi yang lebih beruntung.


Tetapi… respon dari presdir Huangting, Tuan Lu Shijin, sedikit aneh.


Tang Ruochu berusaha tertawa untuk menutup suasana hatinya yang tidak tenang, kemudian berkata dengan hati-hati, “Sebenarnya hanya ide aku sendiri saja. Huangting adalah kepala naga di dunia hiburan, sedangkan Tangshi tidak berkaitan dengan media hiburan sama sekali, tidak mungkin bisa kerja sama.”


Tang Ruochu, otak kamu rusak ya? Kenapa bisa kepikiran ide yang buruk ini?


“Sebenarnya… bukan tidak mungkin,” Lu Shijin buka suara.


“Hah?” Tang Ruochu langsung mengangkat kepala, lalu menatap Lu Shijin dengan tidak berani percaya.


Apakah tidak salah dengar? Katanya bukan tidak mungkin? Ya kan?


Lu Shijin membaca laporan laba rugi itu secara kasar, kemudian berkata, “Perkembangan Tangshi selama beberapa tahun ini cukup lumayan, profitnya cukup bagus, asetnya juga bagus, tetapi kekuatan perusahaannya terlihat masih kurang.”


Tang Ruochu mulai paham, “Maksud kamu, perkembangan ke depannya akan terkendala? Bahkan bisa rugi? Apakah pengertian aku benar?”


“Kamu pintar sekali, pengertian kamu sangat tepat.”


Terhadap pujian ini, Tang Ruochu hanya bisa tersenyum pahit,


Dengan pandangan yang penuh apresiasi, Lu Shijin melanjutkan, “Untuk saat ini, bisnis paling utama Tangshi adalah pusat perbelanjaaan, tetapi perkembangan internet sudah begitu pesat, internet telah membuat hidup semakin praktis, misalnya belanja daring. Jadi, untuk usaha pusat perbelanjaan tradisional pasti akan mengalami kemunduran.”


Ini memang merupakan masalah besar. Tang Ruochu berpikir sesaat, lalu bertanya lagi, “Jadi, menurut kamu harus bagaimana?”

__ADS_1


Sampingkan status dia sebagai calon pewaris Keluarga Lu, keluarga pertama dari 4 keluarga besar, dia bisa mengembangkan Huangting dengan begitu baik, dari sini pun sudah bisa melihat kemampuannya.


Jadi, dia pasti punya cara untuk menyelesaikan permasalahan Tangshi.


“Jangan menutup diri, kembangkan usaha baru,” ucap Lu Shijin sambil mengetik di bawah tulisan “prospek perkembangan Tangshi untuk 10 mendatang”.


Tangshi akan terjun ke industri perfilman dan bekerja sama dengan Huangting dalam pembuatan drama IP.


Tang Ruochu mendekat, ketika melihat tulisan “industri perfilman”, dia pun langsung berteriak, “Industri film? Drama IP?”


Dan bisa kerja sama dengan Huangting, pria ini tidak bercandakah?


Dia pun menatap Lu Shijin dengan penuh pertanyaan.


Lu Shijin pun tersenyum, “Jika kamu bisa mendapatkan posisi direktur utama Tangshi, Huangting akan langsung mengeluarkan metode kerja sama.”


Pria ini serius!


Senyuman Tang Ruochu langsung melebar, sangking gembira, dia pun melebarkan kedua tanganya untuk memeluk Lu Shijin, “Shijin, aku sangat cinta padamu, kamu adalah bintang keberuntungan aku.”


Dia masih mengira idenya tidak masuk akal, ternyata Lu Shijin bersedia bekerja sama dengan Tangshi.


Dengan ada kesempatan kerja sama ini, potensi kemenangan dia dalam rapat umum pemegang saham pun bertambah.


Lu Shijin pun lepas tawa, lalu sengaja menunjukkan ekspresi tidak senang dan bertanya, “Kalau aku tidak mau membantu, apakah kamu masih akan cinta pada aku?”


“Bukan begitu. Bantu atau tidak, aku tetap cinta padamu,” Tang Ruochu bersandar di pundaknya dan menunjukkan sisa kewanitaannya.


“Begini baru benar,” Lu Shijin memeluk dia, kedua matanya pun terlihat sedang tersenyum.


Tang Ruochu bersandar di pundaknya sambil tersenyum.


Lu Shijin memang merupakan bintang keberuntungannya. Sejak bertemu dengan Lu Shijin, semua kesusahannya bisa dilewatkan dengan aman dan selamat.


Makanya dia menyebut Lu Shijin sebagai bintang keberuntungannya.


Suasana di ruang baca sangat tenang dan harmonis, mereka berdua saling berpelukan, di belakang mereka ada jendela, dari jendela bisa melihat sinar rembulan yang memancar ke bumi.


Tiba-tiba, terdengar suara mengetuk pintu, kemudian disusul oleh suara Bibi Wu yang berhati-hati.


“Tuan Muda, Nyonya Muda, makanannya sudah mau dingin, cepat turun makan.”


Tang Ruochu dan Lu Shijin saling menatap, lalu tersenyum, kemudian menggandeng tangan Lu Shijin, “Ayo, kita pergi makan dulu.”

__ADS_1


__ADS_2