
Hello! Im an artic!
Setelah makan malam, mereka berdua kembali ke kamar, setelah mandi dan memakai baju tidur ,mereka duduk di atas balkon.
Langit malam ini sangat menggoda, penuh dengan bintang, angin malam yang sepoi-sepoi, terasa begitu nyaman.
Hello! Im an artic!
Lu Shijin membawakan dua gelas anggur merah dan duduk di sampingnya, dengan pelan bertanya, “Apa yang sedang kamu pikirkan?”
Tang Ruochu menggelengkan kepalanya, dan tersenyum pelan, suaranya seperti lonceng yang tertiup angin, “Sedang berpikir apakah kebahagiaan aku sekarang itu adalah mimpi, terkadang semuanya terasa tidak realistis.”
“Tidak realistis?”
Lu Shijin meneggak anggur merahnya, dan langsung memeluk, dan mencium bibirnya.
Hello! Im an artic!
Cairan yang sedikit manis dan panas dengan cepat menyapu lidah Tang Rouchu dan mencapai tenggorokannya. Tang Ruochu buru-buru menelannya, merasakan aroma anggur yang kuat menyebar di mulutnya.
Pria ini memeluknya dengan erat, lidahnya masuk ke dalam mulut Tang Rouchu, menikmati manisnya gadis itu.
Tang Ruochu kemudian memeluk lehernya, dan membalas ciumannya, ketika lidah mereka saling bergerak, tubuh mereka semakin mendekat, tidak ada jarak di antara mereka.
TKetika mereka berdua hampir kehabisan nafas, Lu Shijin baru melepaskannya, dan dengan suara serak bertanya dengannya, “Sekarang, masih merasa ini semua tidak realistis?”
Merasakan nafas pans menyembur di kulitnya, Tang Ruochu dengan wajah memerah, menggelengkan kepalanya berkata, “Terlalu realistis, ternyata anggurnya bisa diminum seperti itu.”
Sekarang seluruh mulutnya penuh dengan aroma anggur merah, sangat manis, dan membuatnya sedikit mabuk.
“Sekarang sudah tahu, apakah mau sekali lagi?”
__ADS_1
Lu Shijin berkata dengan pelan, tatapan terlihat sangat lembut.
Tang Ruochu mengangguk pelan, Lu Shijin tersenyum dan menciumnya sekali lagi. Sampai akhirnya, kancingnya terlepas dua buah, dan baju tidurnya hampir saja terbuka sepenuhnya.
Pada saat ini, Tang Ruochu sadar kembali, buru-buru berhenti, bersandar di pelukannya, napasnya terengah-engah.
Setelah mereka berdua tenang, Tang Ruochu melingkari dadanya dengan lengannya yang kecil, dan berkata kepada Lu Shijin dengan suara yang agak sedih, “Aku akan melakukan perjalanan bisnis selama beberapa hari.” Lu Shijin kemudian melepaskan diri dari pelukannya, dengan mengerutkan keningnya berkata, “Kenapa begitu tiba-tiba?”
“Belakangan ini nama baik perusahaan tidak terlalu baik, jadi pihak atasan memintaku untuk menemani Gu Ruoruo untuk shooting iklan di luar kota, dan membuat orang-orang berpikir hubungan kita sudah membaik.” Tang Ruochu cemberut, terlihat sangat tidak puas.
Ketika berhadapan dengan Lina, dia terlihat sangat santai, tapi ketika di depan Lu Shijin, dia bisa menunjukkan seluruh isi hatinya.
Perusahaan memperlakukannya tidak adil dalam hal ini, tentu saja ia sedih.
“Mau aku yang turun tangan?”Tatapan Lu Shijin sedikit suram.
Bagi dia, tidak peduli Jishi Grup, ataupun Shirui, dia bisa seperti mematikan mereka seperti mematikan seekor semut, semudah itu.
Hanya saja Tang Ruochu selalu tidak berharap dia ikut campur, melihat sekarang dia mendapatkan perlakuan yang tidak adil seperti ini, Lu Shijin juga sedih.
“Tidak perlu, aku masih bisa menghadapinya, hanya saja kali ini, aku tidak tahu harus pergi berapa hari, aku tidak bisa bertemu denganmu.”
Tang Ruochu menggelengkan kepalanya, dan menatap pria itu dari pelukannya, tatapannya seperti seekor kucing yang ditinggalkan, sangat menyedihkan.
Lu Shiijn yang mendengarnya, langsung merasa terharu, dengan tatapan lembut berkata, “Apa kamu akan rindu padaku?”
“Tentu saja, selama ada kamu, aku selalu merasa lebih tenang.”
Dia mengangguk, dan memeluk pinggangnya, kemudian menggosokan kepalanya di dadanya.
Dia seperti sudah terbiasa dengan Lu Shijin yang selalu berada di sampingnya setiap hari!
__ADS_1
Lu Shijin kemudian menciumnya dengan lembut, “Melihat kamu seperti ini, aku benar-benar tidak tahan ingin memakanmu.”
…
Waktu benar-benar sangat cepat, dua hari kemudian, pagi buta, Tang Ruochu menarik kopernya, dan bermaksud pergi ke bandara untuk bertemu dengan Gu Ruoruo.
Sebelum keluar, Tang Ruochu tetap memeluk Lu Shijin dengan tidak rela, “Aku pergi dulu.”
“Iya, sampai ketemu malam nanti.” Lu Shijin tersenyum.
Tang Ruochu tidak memperhatikan ucapannya, setelah berpamitan, dia langsung pergi ke bandara.
Sekitar 40 menit, Tang Ruochu sampai di bandara dan bertemu dengan Gu Ruoruo, wanita ini, memakai gaun Chanel yang mahal itu, menjinjing tas Hermes, dan sebuah kacamata gelap yang berlebihan bertengger di batang hidungnya.
Manajer dan asistennya berada di belakangnya mendorong kopernya, gaya mereka lebih berlebihan dari artis terkenal.
Melihat Tang Ruochu yang baru datang, manajer Gu Ruoruo yang bernama Xiao Ai langsung menyindir, “Tang Ruochu, kamu hebat sekali, padahal kamu datang menemani orang, tapi malah terlambat.”
“Aku tidak menyuruh kalian menungguku, kenapa aku harus buru-buru? memang kalian tidak bisa pergi duluan?.” Tang Ruochu menjawab dengan tidak sungkan.
Ekspresi Xiao Ai langsung berubah, ketika ingin marah, Gu Ruoruo langsung menahannya, menatap Tang Ruochu berkata, “Tang Ruochu, jangan mengira karena kita di luar, aku tidak bisa melawanmu , kali ini kamu datang untuk menemaniku shooting iklan, jadi lebih baik mendengarkan semua ucapanku, kalau tidak, aku akan langsung telepon ke atasan perusahaan.”
“Mendengarkanmu?”
Tang Ruochu meliriknya, sambil ketawa berkata, “Gu Ruoruo, jangan mengancamku, kalau mau aku mendampingimu dan berupura-pura denganmu, itu tidak masalah, tapi lebih baik kamu jangan macam-macam, kalau tidak, aku tidak akan mau bekerjasama denganmu, dan itu akan membawa dampak buruk untukmu sendiri.”
“Ooiya, kita lihat saja.”
“Baik, kita lihat saja.”
Tang Ruochu tersenyum dengan dingin, tidak mempedulikannya lagi, dan langsung pergi mengambil boarding pass.
__ADS_1
Gu Ruoruo melotot dengan kesal, dia sangat membencinya, “Xiao Ai, wanita ****** ini terlalu sombong, kali ini, sebaiknya jangan membiarkan dia terlalu senang.”
“Tenang saja, Ruoruo, aku sudah memikirkan banyak ide, aku pasti akan membuat ini menjadi perjalanan yang tidak terlupakan baginya.” Xiao Ai berkata kepada Gu Ruoruo wajah menjilat, senyuman di wajahnya terlihat sangat mengerikan.