UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU

UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU
Bab 28 Ketengangan Setelah Badai


__ADS_3

Hello! Im an artic!


“Ibu, kamu jangan salahkan Rouchu, aku-lah yang terlebih dulu berbuat salah padanya.”


Gu Ruoruo yang terus duduk di ranjang itu tiba-tiba bersuara, kemudian terlihat dia turun dari ranjang dengan susah payah, dan mendekat ke arah Tang Rouchu.


Hello! Im an artic!


“Rouchu, aku tahu kamu menyalahkan kakak karena kakak telah merebut Yinfeng. Memang aku yang bersalah atau kejadian ini, ini adalah karma yang pantas aku dapatkan. Kakak tidak berani meminta pengampunan darimu, tapi, aku berharap kamu memberikan kesempatan untukku meminta maaf.”


Gu Ruoruo berkata dengan tulus, bahkan ia juga menarik tangan Tang Rouchu, “Rouchu, kamu boleh marahiku, memukulku, selama kamu bisa mengeluarkan amarahmu, aku rela diriku dilukai untuk menebus dosaku kepadamu.”


“Gu Ruoruo, apa yang kamu lakukan?”


Perubahan Gu Ruoruo sangat cepat, membuat Tang Rouchu tidak sempat bereaksi.


Hello! Im an artic!


Sebelum datang, dia mengira Gu Ruoruo akan memarahinya, atau mungkin akan menjebaknya lagi.


Tidak disangka, ketika ia datang, Gu Ruoruo malah merendahkan diri dan meminta maaf.


Ada yang salah…


Wanita ini tidak mungkin meminta maaf kepada dirinya, kecuali dia punya tujuan tertentu!


Tang Rouchu menyipitkan matanya, dengan curiga menghempaskan tangannya dan berkata, “Gu Ruoruo, walaupun aku tidak tahu apa yang akan kamu lakukan, tapi tak ada gunanya menggunakan tampang menyedihkanmu itu untuk mendapatkan pengampunan aku, jadi sebaiknya kamu diam saja, aku bukan Ji Yinfeng.”


“Rouchu, kamu salah paham, kakak benar-benar ingin minta maaf kepadamu. Maaf, aku benar-benar minta maaf, aku tahu kamu tidak akan mendengarkan permintaan maafku. Semua hal ini memang salahku, tapi semuanya sudah terjadi, waktu tidak bisa diputar kembali, aku hanya bisa mencoba meminta pengampunan kamu…biarkan aku dan Yinfeng bahagia…huhu, aku tahu aku sangat egois, tapi, aku benar-benar…benar-benar tidak ingin anakku lahir tanpa ayah…”

__ADS_1


Berbicara sampai sini, Gu Ruoruo tiba-tiba berlutut di depan Tang Rouchu, dan menarik celana Rou Chu, dengan wajah penuh penyesalan dan rasa bersalah.


Gaya yang merendah itu, terlihat seperti meminta maaf dengan tulus, bahkan Tang Rouchu juga hampir percaya.


Tapi Tang Rouchu juga sangat mengenal Gu Ruoruo.


Semakin dia seperti ini, semakin terlihat mencurigakan.


“Gu Ruoruo, taktik begini tidak ada gunanya bagiku, lepaskan aku.”


Tang Rouchu berusaha tenang, dan menarik kembali kakinya.


Tapi kali ini, tubuh Gu Ruoruo langsung berguling ke belakang, seperti ditendang orang.


Seketika terdengar teriakan dari dalam kamar, Gu Ruoruo memegang perutnya, sambil berguling di lantai, “Sakit sekali, perut aku sakit sekali…”


Zhao Xiaowan juga berteriak kaget, “Tang Rouchu, kamu benar-benar kejam, kamu tidak mau menerima ucapan maaf dari Ruoruo ya sudah, kenapa kamu menendang perutnya?”


Dia tidak menduga, Gu Ruoruo akan berakting seperti ini.


Waktu itu dia pura-pura terjatuh, tapi kali ini, ia lebih kejam dan langsung memfitnah Rouchu telah menendang perutnya!


Pantas saja…


Pantas saja hari ini sikap wanita itu sangat aneh, meminta maaf, merendahkan diri…Ternyata dari awal, dia sudah merencanakan semua ini.


Melihat Gu Ruoruo yang berguling kesakitan di lantai, dan Zhao Xiaowan berteriak keras memanggil pengurus rumah untuk mengantar Gu Ruoruo ke rumah sakit, Tang Rouchu hanya tersenyum dingin.


“Gu Ruoruo, akting sebagus ini, kenapa dirimu tidak berhasil menjadi aktris papan atas? Jujur, menurutku, kamu bahkan bisa mendapatkan piala Oscar.”

__ADS_1


“Sakit sekali, benar-benar sakit sekali, adikku….tolong antar aku ke rumah sakit, anakku…”


Gu Ruoruo tidak peduli dengan sindiran Tang Rouchu, dia malah berusaha memohon padanya.


Tang Rouchu terdiam dan menggelengkan kepalanya melihat Gu Ruoruo yang berguling di lantai seperti badut, dia malas meladeninya dan langsung berjalan pergi.



Tang Rouchu pergi dengan cepat, dia bahkan tidak menoleh ke belakang.


Setelah dia pergi, rumah keluarga Tang kembali sunyi, Gu Ruoruo berdiri dari lantai, ia berdiri tegak, ekspresi kesakitannya tak lagi tampak, sebagai gantinya ekspresinya dingin mewarnai wajahnya, “Huh, Tang Rouchu, aku ingin lihat, bagaimana kamu akan bangkit kali ini!”



Setelah Tang Rouchu kembali ke kantor, Song Anyi tidak sabar dan bertanyanya, “Bagaimana? Apa kamu baik-baik saja?”


“Untuk sekarang, aku baik-baik saja, tapi, besok pasti akan terjadi sesuatu.”


Tang Rouchu mengedipkan matanya, sambil tersenyum getir.


Song Anyi dengan ekspresi bingung bertanya, “Apa maksudnya? Hal jahat apa lagi yang direncanakan Ibu dan anak itu?”


“Kamu akan tahu secepatnya.”


Sore harinya, Tang Rouchu terus menunggu Gu Ruoruo menyerangnya.


Tapi di luar dugaan, Weibo, dan media lainnya, semuanya sunyi, seperti tidak ada hal yang akan terjadi.


Tapi, Tang Rouchu tahu jelas, ini adalah kesunyian sebelum badai.

__ADS_1


Pasti ada tujuan tersembunyi dari akting besar Gu Ruoruo itu.


Tang Rouchu tidak tergesa-gesa, karena tergesa-gea pun tidak ada gunanya, dia yakin, cepat atau lambat, Gu Ruoruo akan menyerangnya!


__ADS_2