UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU

UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU
Bab 87 Mantan Saingan Cinta


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Tang Ruochu sudah tahu dia akan melakukan ini, jadi ia bersandar di depan pintu dengan santai, sambil tersenyum dan berkata, “Apa maksudmu? Aku menemani kamu dinas kali ini adalah bentuk perhormatan kepada perusahaan, dan aku juga berfoto denganmu untuk klarifikasi perusahaan, tidak perlu seharian menemani di sampingmu bukan? Lagi pula, sebelum datang ke kota H, perusahaan tidak meminta begitu padaku, sekarang kamu punya hak apa untuk memerintahku?”


“Baik, baik, Tang Ruochu, apakah kamu benar-benar ingin menentangku? Kalau begitu, kamu lihat saja! Setelah dua hari nanti kembali ke kota Beining, aku akan menyuruh perusahaan untuk memintamu, melakukan klarifikasi di depan umum mengenai kejadian ini, kalau tidak percaya, kita lihat saja.”


Hello! Im an artic!


Gu Ruoruo menghentakkan kaki dengan kesal, setelah selesai berbicara, dia langsung berjalan ke arah kamarnya.


Tang Ruochu berdecak, dan langsung menutup pintu kamarnya.


Keesokan harinya, Tang Ruochu akhirnya muncul lagi di lokasi syuting, melihat dia, Gu Ruoruo hanya bisa menggigit bibir dan tidak ingin mempedulikannya.


Tanpa Gu Ruoruo yang mencari masalah dengannya, Tang Ruochu tentu saja bisa bersantai, Ia terlihat duduk dengan nyaman sambil memeluk kameranya.


Hello! Im an artic!


Setelah dua hari berkenalan, orang-orang di lokasi syuting sudah sangat akrab dengan Tang Ruochu.


Mereka menyukai wartawan yang terkenal ini.


Pertama karena Tang Ruochu adalah orang yang nyaman di ajak bicara, dan ia juga bisa bercanda dengan mereka, dan bahkan mentraktir mereka minum dan makan. Banyak staff yang kadang mendekatinya dan bercanda, “Xiao Tang, kami harus mengandalkanmu kali ini agar kami bisa terkenal, setelah kamu pulang, ingat untuk memberikan kami tempat di halaman utama ya!”


Tang Ruochu menepuk dada menjaminnya, “Tidak masalah, serahkan padaku.”


Dan begitu, banyak staff yang dibuat tertawa olehnya, bahkan sutradara juga menyukainya, sayang sekali Tang Rouchu bukanlah artis.

__ADS_1


Gu Ruoruo yang melihatnya, tentu semakin marah saja.


Di lokasi syuting selama dua hari ini, dia menerima banyak tatapan kesal dan juga sindiran secara diam-diam.


Tapi Tang Ruochu si wanita ****** itu, malah menerima banyak kesan baik.


Karena tidak bisa marah, wajah Gu Ruoruo semakin gelap, dan terkadang hanya karena hal kecilpun, dia memarahi para staffnya


Semua staff di sini bekerja demi sesuap nasi, jadi mereka tidak berani marah, tapi di dalam hati, mereka sangat kesal, dan meledek Gu Ruorou yang belum terkenal, tapi sudah sok hebat itu.


Sebuah syuting ingin diselesaikan semua orang secepat mungkin ini, akhirnya selesai juga.


Tang Ruochu melihat semuanya, dan diam-diam menggelengkan kepalanya.


Wanita ini, bukan hanya kejam, tapi juga berhati sempit. Setiap kali dirinya salah, ia tidak pernah mengakui kesalahan di dirinya sendiri, dan malah menyalahkan orang lain, dan tidak pernah berpikir baik-baik sebelum bertindak.


Orang kejam seperti dia, memang pantas dibenci oleh mereka, Tang Ruochu juga tidak mengkasihaninya.


Semua staff syuting bersorak, sebelum pergi, seorang staff diam-diam memberitahu Tang Ruochu sebuah berita rahasia, Qin Manni, aktris yang belakangan ini sangat terkenal di industri entertainment, sepertinya ‘dipelihara’ oleh seorang pria yang sudah menikah, dan mereka berdua sedang berada di kota H.


Staff itu juga diam-diam memberitahu Tang Ruochu, tempat yang akan dikunjui oleh Qin Manni.


Setelah Tang Ruochu mendengarnya, ia langsung bersemangat, setelah berpamitan dengan para staff, dia kemudian meninggalkan Gu Ruoruo, dan berlari ke tempat tersebut.


Sekitar jam 10 malam, Tang Ruochu bersembunyi di parkiran basement distrik mewah di pusat kota H, dan diam-diam menunggu kemunculan pemeran utama gosip kali ini.


Berbicara tentang Qin Manni ini, hubungannya dan Tang Ruochu tidak sesederhana itu.

__ADS_1


Wanita ini dan Ning Qiaoqiao adalah teman baik selama beberapa tahun, waktu itu Tang Ruochu baru lulus dari universitas, dan masih menjadi wartawan magang, demi Ning Qiaoqiao, Qin Manni mempermalukan Rouchu habis-habisan.


Waktu itu Tang Ruochu masih pemula di industri ini, tidak mengerti apapun. Dipermalukan oleh Qin Manni yang cukup terkenal itu, ia hanya bisa menggigit bibir dan menelan rasa malu itu diam-diam.


Dua tahun ini mereka tidak berhubungan sama sekali, Tang Ruochu tidak menyangka ia akan mendengar berita tentangnya.


Waktu pelan-pelan terlewati, Tang Ruochu yang menunggu ini, sudah lewat setengah jam lagi, ketika dia hampir mengira informasi ini salah, Qin Manni akhirnya muncul di parkiran basemen.


Yang bersama dia adalah seorang pria paruh baya, dengan perut besar, tapi dari penampilannya, sepertinya orang kaya.


Qin Mani kemudian berpamitan dengan pria paruh baya itu, mereka juga berpelukan dan berciuman, benar-benar sangat menakutkan.


Tang Ruochu mengatur fokusnya, dan dengan cepat mengambil beberapa gambar, hatinya merasa sangat senang.


Wanita ini di hadapan irang lai masih berlagak suci, ternyata tidak disangka dia adalah wanita ketiga dalam orang lain.


Tang Ruochu menggelengkan kepalanya, dia sangat membenci orang yang menjadi wanita simpanan seperti ini.


Karena sudah mendapatkan fotonya, dia juga tidak menetap lama, dan langsung berbalik dan pergi dari parkiran basemen.


Ketika keluar dari parkiran, Tang Ruochu melihat mobil yang terparkir di pinggir jalan yang sedang menunggunya.


Dia masuk ke dalam, kemudian tersenyum bertanya kepada pria di sampingnya, “Sudah menunggu lama?”


“Aku juga baru sampai.”


Lu Shijin memegang setir dengan satu tangan, di wajah dingin itu, sama sekali tidak ada rasa kesal.

__ADS_1


Tang Ruochu mengangguk, sambil menggoyangkan kamera di tangannya, ia tersenyum berkata, ” Akhirnya ada sedikit hasil dari dinas kali ini. Qin Manni ini, adalah orang yang paling aku benci selain Gu Ruoruo! Waktu awal aku masuk ke industri ini , wanita ini berusaha menjebak aku di sebuah acara makan malam , dan ingin menyuruh aku tidur dengan seorang bapak tua.”


Mendengar ucapan Tang Ruochu, tatapan Lu Shijin menjadi sedikit suram, “Lalu?”


__ADS_2