UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU

UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU
Bab 11 Tidur Bersama Di Satu Ranjang


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Satu kalimat itu, diucpakan dengan terpatah-patah, suaranya sangat kecil, tapi Lu Shijin mendengarnya dengan sangat jelas.


Mata yang dalam itu tiba-tiba terbesit sinar berkilauan, “Kamu yakin?”


Hello! Im an artic!


“Iya.”


Dia mengangguk, kedua pipinya sangat merah, wajah imutnya itu benar-benar indah, benar-benar sangat mengoda jiwa.


Detak jantungnya tiba-tiba menjadi cepat, tiba-tiba dia tersenyum dan berkata, “Kalau begitu lebih baik aku menerimanya.”


Setelah itu, dia langsung meletakkan gelas anggur merahnya dan merangkul pinggang Tang Rouchu, lalu di saat yang sama dia menundukkan kepalanya dan mencium bibirnya.


Hello! Im an artic!


Duar….


Tang Rouchu seperti merasakan ada sesuatu meledak di kepalanya, membuat otaknya menjadi kosong seketika.


Ciumannya sangat pelan dan lembut , membawa aroma anggur merah, ciumannya itu membawa kekuatan dan ketegasa, lidahnya berusaha berpetualang di dalam mulut Tang Rouchu, lidah dan bibirnya terus bergerak, menyerang kesana kemari, seketika, langsung merebut semua akal sehatnya.


Kepala Tang Rouchu terus berdengung, kedua matanya terus menatap pria di depannya ini, dia tidak bisa menjelaskan perasaan aneh yang ia rasakan ini.


Dia tidak pernah mengira akan ada ciuman seperti ini di dunia, ciuman ini seperti sebuah badai besar, penuh intimidasi, tapi malah membuat orang ketagihan.


“Racun!” Di tengah ciuman itu, dalam pikiran Tang Rouchu terbesit satu kata ini, membuat dirinya semakin tenggelam dan tidak bisa mundur dari ketagihan ini.


Tidak lama setelah itu, ketika semua udara dalam paru-paru Tang Rouchu hampir terhisap habis, Lu Shijin akhirnya melepaskannya.


Matanya penuh dengan hawa nafsu, tapi dia hanya berhenti sampai di sini dan tidak melanjutkannya.


Tang Rouchu bersandar di pelukannya, nafasnya masih tidak beraturan, setelah menenangkan diri, dia baru berkata, “Terima kasih.”

__ADS_1


Dia berterima kasih karena Lu Shijin menghentikan ‘serangannya’.


Lu Shijin menahan dirinya, lalu berkata, “Tidak usah sungkan, hal yang bagus memang harus dicoba secara perpelan-pelan, dan untuk tahap selanjutnya…kita bicarakan lain kali.”


Tang Rouchu yang mendengarnya, langsung tersenyum, “Aku menyadari, kamu berbeda dengan apa yang aku pikirkan.”


“Ooh? Memang kamu mengira aku orang yang seperti apa?” Lu Shijin bertanya dengan penasaran.


“Misterius dan tertutup, serius dan dingin, kejam, tidak boleh dilawan, susah dijangkau.”


“Kalau sekarang?”


“Aku tidak sedingin dan setertutup yang aku kira, kamu juga tidak kejam.”


Lu Shijin menatapnya dengan dalam, “Untukmu, aku hanya akan menunjukkan sifat aku yang paling jujur, dan sifatku yang dingin kejam, hanya akan ku tunjukkan untuk orang luar saja.”


Tang Rouchu yang mendengarnya, tiba-tiba tidak tahu harus bicara apa.


Pria ini, 100 persen percaya padanya.


“Kalau begitu aku juga akan membiarkan kamu melihat aku yang sebenarnya.”


Tang Rouchu berjanji padanya.


Di malam kedua pernikahan mereka, Tang Rouchu dan Lu Shijin menyelesaikan langkah pertama sebagai suami istri…tidur seranjang.


Mereka berdua saling menghormati dan tidak melewati batas yang sudah ditentukan.


Malam itu, Tang Rouchu tidur dengan sangat nyenyak, ketika bangun pagi hari, Lu Shijin sudah tidak ada di kamar itu.


Tang Rouchu mengira ia sudah pergi bekerja, tapi ketika turun ke bawah, dia menyadari bahwa Lu Shijin masih di rumah, dan sedang menunggunya untuk sarapan.


Sarapan di atas meja sangat lengkap, ada makanan chinese dan makanan barat juga, dan semuanya dibuat sesuai dengan selera Tang Rouchu.


Dia duduk di hadapan Lu Shijin dan mengambil semangkok bubur, kemudian dengan tenang mulai memakannya, Gu Ruoruo tiba-tiba meneleponnya.

__ADS_1


Tang Rouchu mengerutkan keningnya, ekspresi wajahnya terlihat kesal.


“Ada apa?”Lu Shijin menyadari keanehan pada dirinya, dia langsung bertanya.


“Ada telepon yang tidak ingin aku angkat.”


Tang Rouchu berkata dengan suram, seperti sudah bisa menebak, telepon dari Gu Ruoruo akan membawa berita yang tidak menyenangkan.


Walaupun Tang Rouchu tidak ingin menerimanya, pada akhirnya dia pun mengangkatnya.


Suara Gu Ruoruo terdengar penuh dengan rasa bangga dan seakan ingin menentang Rouchu, “Rouchu, aku dengar dari ayah, kamu sudah pindah keluar, besok malam adalah acara pertunanganku dan Yinfeng, kamu harus datang ya!”


Tang Rouchu benar-benar ingin menertawakannya, tapi, dia tetap menahan dirinya, lalu berkata dengan dingin, “Gu Ruoruo, kamu ini memang luar biasa, kamu bahkan terlihat senang walau sudah memungut sepatu bekas orang lain.”


Selesai berkata, tanpa menunggu jawaban Gu Ruoruo, ia langsung menutup teleponnya, semua gerakannya dilakukan dalam satu tarikan nafas.


Lu Shijin menatapnya sambil menaikkan alisnya, dia kemudian tersenyum dan berkata, “Tidak disangka, nona punya keberanian seperti itu.”


“Jangan memujiku! Ini tidak apa-apanya.”


Tang Rouchu meletakkan ponselnya, lalu melanjutkan makannya.


Lu Shijin menatapnya dengan sangat tertarik, tiba-tiba dia merasa istri barunya ini sangat menarik.


“Dia sudah memperlakukanmu seperti itu, bagaimana kamu akan membalasnya?”


Setelah terdiam sesaat, Lu Shijin tiba-tiba bertanya.


Dia sudah menyuruh Mu Ling memeriksa semua dokumen tentang Rouchu, jadi dia mengetahui semua kejadian yang menimpa Tang Rouchu.


Tang Rouchu juga tahu hal ini, tapi dia tidak terlalu peduli, dan dia juga dari awal tidak bermaksud untuk menyembunyikan semua kejadian ini dari Lu Shijin.


Setiap kali mengingat semua perlakuan Gu Ruoruo dan Ji Yinfeng, hatinya selalu merasa sangat kesal, “Belum aku pikirkan, tapi paling tidak, aku tidak boleh membiarkan mereka terlalu hidup dengan nyaman.”


Lu Shijin tidak berbicara lagi, tapi ketertarikannya kepada Tang Rouchu semakin mendalam.

__ADS_1


__ADS_2