
Hello! Im an artic!
Hari kedua, Tang Rouchu masuk kerja, kehebohan berita yang terjadi kemarin masih terasa sampai sekarang, semua orang yang melihatnya, tatapannya mereka terlihat rumit dan aneh.
Tang Rouchu sudah tidak asing dengan kondisi ini, jadi dia pura-pura bahwa ia tidak melihat semua ini dan langsung duduk di tempatnya.
Hello! Im an artic!
Song Anyi langsung mendekat, dan memarahinya, “Tang Rouchu, aku kira kamu sudah bunuh diri!”
Tang Rouchu tertawa, “Apakah aku terlihat seperti seseorang yang tidak menghargai nyawaku?”
“Tidak, tapi kamu seharusnya tidak tiba-tiba menghilang seperti kemarin, apakah kamu tahu aku sangat mengkhawatirkanmu?!”
Kemarin Tang Rouchu mematikan ponselnya, Song Anyi terus mencoba menghubunginya, dirinya sangat khawatir. Saat rekaman itu muncul, dia akhirnya bisa tenang.
Hello! Im an artic!
“Maaf, lain kali sebelum menghilang, aku akan memberitahu kamu.” Tang Rouchu tersenyum nakal.
“Bisa-bisanya masih bercanda! Sia-sia aku mengkhawatirkanmu kemarin.” Song Anyi yang melototnya, tiba-tiba batuk keras dua kali.
“Kenapa? Apa kamu sakit?”
Ekspresi Tang Rouchu berubah, Ia menatap Song Anyi dan menyadari wajahnya terlihat pucat.
Song Anyi berkata, “Hanya sedikit demam.”
“Sudah minum obat? Kamu minta izin saja, pulang dan istirahat lah.” Tang Rouchu mengerutkan keningnya, dan memegang kening Song Anyi.
Memang sedikti panas, tapi tidak terlalu parah.
__ADS_1
“Aku sudah minum obat, tidak perlu sampai izin pulang, aku masih ada wawancara sore ini.”
Song Anyi melambaikan tangan dan menyuruh Tang Rouchu untuk tidak khawatir.
Tang Rouchu baru merasa lega, “Kalau kamu tidak tahan, kamu harus memberitahuku.”
“Baik.”
Setelah percakapan singkat, Song Anyi kembali ke meja kerjanya sendiri.
Ketika jam makan siang, Tang Rouchu hendak mengajak Song Anyi pergi makan, tapi ketika menghampirinya, ia malah melihat Song Anyi sedang berbaring di meja, wajahnya terlihat sangat merah dan ia terlihat sangat lemas.
Tang Rouchu dengan terburu-buru memegang keningnya, dan langsung terkejut, “Kamu demam tinggi.”
“Tidak apa-apa, aku masih bisa bertahan.” Song Anyi memaksakan diri, dan berkata dengan suara serak.
“Apanya yang tidak apa-apa? Sudah demam begini, masih berpura-pura kuat, aku akan meminta izin pulang untukmu, aku akan menggantikanmu melakukan wawancara sore ini.” Tang Rouchu berkata dengan kesal, kemudian berputar dan hendak berjalan ke arah ruangan manajer.
“Ning Qiaoqiao?”
Mendengar nama ini, Tang Rouchu memang terkejut, dia kemudian mengerutkan alisnya yang indah itu, di dalam matanya terbesit rasa kesal.
Ning Qiaoqiao adalah artis paling populer saat ini, dia telah membintangi di banyak serial tv dan film, ia cantik, auranya menarik, dunia entertainment penuh dengan para selebriti yang melakukan operasi plastik ini, sangat sedikit wanita yang cantik alami.
Menurut rumor yang beredar, dia adalah orang yang mudah bergaul dan tidak sombong. Tapi, Tang Rouchu tahu, semua sikapnya itu hanya pura-pura.
Waktu di kampus dulu, wanita ini adalah mantan saingan cintanya, dia selalu mengidamkan Ji Yinfeng, dan tidak jarang ia diam-diam mencelakakan Tang Rouchu. Wanita itu adalah seorang pendendam, hatinya tidak sebaik yang terlihat.
Waktu itu, Ji Yinfeng sangat setia dengan Tang Rouchu, dia selalu mengabaikan Ning Qiaoqiao, jadi Ning Qiaoqiao sangat membenci Tang Rouchu.
Sekarang, Ji Yinfeng sudah meninggalkannya, dan gosip mengenai mereka sudah menyebar luas di dunia maya, pasti Ning Qiaoqiao akan terus menyindurnya.
__ADS_1
Tang Rouchu ragu sejenak.
Kalau bisa, dia benar-benar tidak ingin bertemu wanita itu, tapi melihat Song Anyi yang sedang sakit, dia juga tidak tega.
Setiap kali dia tertimpa masalah, Song Anyi selalu menjadi orang pertama yang membantunya, sekarang Song Anyi sedang sakit, mana mungkin ia bisa menolak untuk melakukan ini?
Memikirkan ini, Tang Rouchu kemudian tersenyum dan menghiburnya, “Tidak apa-apa, kamu pikirkan saja kesehatanmu. Aku tidak peduli jika ia akan mengejekmu, hanya seorang Ning Qiaoqiao, apa yang perlu aku takutkan? Lagi pula, sekarang aku bukan orang yang lemah, yang bisa ditekan olehnya, aku tidak akan membiarkan dia menindasku.”
“Tapi…”
“Tidak ada tapi, pokoknya hal ini sudah diputuskan, kamu tunggu aku di sini, aku akan meminta izin dulu kepada manajer, kemudian aku akan mengantarmu ke rumah sakit.”
Setelah mengatakn ini, tanpa menunggu jawaban Song Anyi, Tang Rouchu langsung pergi ke ruangan manajer.
Setelah selesai meminta izin, Tang Rouchu langsung membawa Song Anyi ke rumah sakit, kemudian membantunya untuk makan, setelah dia tertidur, barulah Tang Rouchu pergi.
Sore pukul 3, Tang Rouchu sampai tepat waktu di kantor manajer Ning Qiaoqiao, kemudian masuk ke dalam sebuah ruangan yang telah disiapkan, dan bersiap untuk wawancara ini.
Ning Qiaoqiao masih belum datang, tapi asistennya datang terlebih dulu untuk memberitahunya, “Jadwal Nona Ning Qiaoqiao sangat padat, kamu hanya punya waktu satu jam untuk mewawancarainya, selain itu, ada beberapa pertanyaan yang tidak boleh ditanyakan, kamu sudah mengerti semuanya bukan? Jadi nanti mohon menyelesaikan wawancaramu secepat mungkin.”
Sikap asistennya ini sangat sombong, bahkan dalam nada bicaranya ada kesan superioritas
Tang Rouchu mengerutkan keningnya, dia juga tidak berkata apapun.
Ning Qiaoqiao sekarang adalah artis terkenal di dunia entertainment, ia memiliki ribuan fans, secara otomatis jabatan orang di sekitarnya juga naik, jadi wajar saja jika asistennya ini sombong.
Tang Rouchu sudah berada di dunia entertainment selama dua tahun, jadi dia sudah terbiasa dengan hal ini.
Tang Rouchu dengan cepat membereskan draft wawancaranya, dan menunggu Ning Qiaoqiao sambil duduk di sofa.
Setelah menunggu 10 menit, Ning Qiaoqiao akhirnya keluar dari kerumunan, dan berjalan masuk dari luar.
__ADS_1