UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU

UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU
Bab 226 Kalian Berdua Sangat Serasi


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Usai berkata, ekspresi Tang Ruochu mengalami sedikit perubahan, “Kamu sudah mencari Tuan Chen?”


“Tentu saja,” Gu Ruoruo tidak menyembunyikan ambisinya lagi, “Aku menginginkan posisi direktur utama Tangshi, aku harus memperjuangkan semua hal yang menguntungkan bagi aku.”


Hello! Im an artic!


Ternyata dia sudah terlambat.


Tang Ruochu menghirup nafas dalam-dalam, “Kata Tuan Chen, dia tidak mau mendukung siapapun, apakah dia telah berbohong pada aku?”


Sebenarnya dia hanya ingin menggunakan kata-kata Tuan Chen sebagai pancingan, ternyata memang bisa mendapatkan kenyataan yang tidak dia ketahui.


Begitu mendengar pertanyaannya, ekspresi Gu Ruoruo pun berubah, dan perubahan ekspresi ini tertangkap oleh Tang Ruochu.


Hello! Im an artic!


Hati Tang Ruochu kembali tenang, lalu melengkungkan bibir, “Sepertinya Tuan Chen juga tidak menyatakan dukungan kepada kamu.”


“Dia pasti akan mendukung aku,” Gu Ruoruo menjadi panik ketika pikirannya terbaca, karena dukungan Tuan Chen sangat penting, baik bagi dia maupun Tang Ruochu, dan dia tidak mau dikalahkan oleh Tang Ruochu.


Tang Ruochu tertawa pelan, “Kalau gitu, aku tunggu di rapat umum pemegang saham.”


Usai berkata, dia pun membalikkan badan, senyumannya menghilang, pandangan matanya menjadi tegar, dia harus mendapatkan dukungan Tuan Chen.


“Shengyao, bantu aku.”


“Kakak Ipar, apa yang bisa aku bantu? Katakan saja,” Lu Shengyao membalikkan kepala untuk melihat Gu Ruoruo dan Ji Yinfeng, pandangan matanya terlihat bengis, “Walaupun harus menghilangkan kedua orang ini, aku juga tidak akan menolak.”


Kaki Tang Ruochu berhenti, kemudian membalikkan kepala untuk melihat dia, dengan tidak berdaya, “Kita adalah warga yang taat hukum, bukan mafia, tidak boleh sembarangan.”


Lu Shengyao menaikkan pundak seperti orang tidak berdosa, “Aku hanya bercanda, perumpamaan saja.”


Jika memang harus membunuh orang, dia juga tidak bisa.


Rupanya bercanda saja.


Tang Ruochu menghela nafas, lalu melanjutkan langkahnya.


“Bantu aku cari orang untuk mengawas Tuan Chen, aku mau jadwal kegiatan dia.”


Hari ini adalah hari pertama dia datang mencari Tuan Chen, wajar saja kalau tidak diterima.


Walaupun relasi Keluarga Tang dengan Tuan Chen sangat dalam, tetapi Tuan Chen juga tidak mempunyai kewajiban untuk membantu dia, jadi dia harus menunjukkan ketulusannya supaya bisa menggerakkan hati Tuan Chen.


……


Ji Yinfeng menyipitkan mata ketika melihat Tang Ruochu dan pria yang bermarga Lu itu pergi, tidak tahu apa yang sedang dia pikirkan.

__ADS_1


“Tang Ruochu, berbangga teruslah kamu. Tunggu saja, beberapa hari lagi, aku akan membuat kamu terjatuh ke dalam jurang dan tidak akan kembali lagi,” Gu Ruoruo tersenyum licik ketika melihat Tang Ruochu pergi.


Ji Yinfeng melirik dia dari samping, “Apakah kamu yakin bisa menang?”


“Tentu saja,” nada Gu Ruoruo sangat yakin, sepertinya dia pasti bisa mendapatkan Tangshi.


“Baguslah,” Ji Yinfeng menarik pandangannya kembali sekalian menutup kelicikan di pandangan matanya.


Jika dia bisa mendapatkan Tangshi, maka Tangshi juga akan melangkah ke tangga yang baru.


Gu Ruoruo sama sekali tidak tahu dengan pemikirannya, Gu Ruoruo masih menunjukkan sisi ketulusannya.


“Yinfeng, percayalah pada aku, semua yang aku janjikan pada kamu, pasti akan aku kabulkan.”


“Tentu saja aku percaya padamu,” Ji Yinfeng mengelus pipinya dengan senyuman lembut.


“Yinfeng…” kepercayaan dia membuat Gu Ruoruo terharu, hasrat mendapatkan Tangshi pun semakin kuat, setelah itu, dia pun bisa menjadi istrinya, menjadi nyonya muda Keluarga Ji.


“Kita cepat naik ke atas, anak dan menantu Tuan Chen sedang menunggu kita,” Gu Ruoruo langsung masuk ke ruang tangga.


Sedangkan Ji Yinfeng masih berdiri di tempat, ketika melihat Gu Ruoruo yang sedang memanjat tangga, pandangan matanya seperti membawa rasa jijik.


“Yinfeng, ayo!” Gu Ruoruo memanggil dia dari tangga.


Matanya berkedip, lalu melangkahkan kaki.


……


Ying Xiaoxiao meletakkan piring ke meja, kemudian duduk berseberangan sambil menatap Tang Ruochu yang sedang minum sup.


“Masih lumayan,” jawab Tang Ruochu tanpa mengangkat kepala, nadanya juga tidak mengandung emosi apapun.


“Apa maksudnya masih lumayan?” jawaban yang ambiguitas, sama saja seperti tidak menjawab.


“Keadaan masih cukup optimis,” Tang Ruochu meletakkan sendok, lalu mengangkat kepala untuk melihat dia, “Para pemegang saham itu adalah teman lama ayah aku, tidak perlu aku minta, mereka pasti mau membantu aku.”


“Serius? Apakah kita pasti bisa menang?” tanya Ying Xiaoxiao dengan semangat.


“Bukan begitu.”


Jawaban ini langsung menurunkan semangat Ying Xiaoxiao.


“Kenapa?” jika dibantu oleh para pemegang saham, bukankah sudah bisa dipastikan akan menang?


Tang Ruochu meminum sup, “Ada 1 orang pemegang saham yang belum menyatakan sikap dengan jelas. Walaupun dia bilang tidak akan mendukung pihak manapun, tetapi aku masih khawatir kalau dia akan mendukung Gu Ruoruo.”


Ying Xiaoxiao langsung panik, “Kalau gitu, kita harus cari solusi.”


Setelah berpikir sesaat, dia pun berkata, “Kami sudah menawarkan keuntungan yang menggiyurkan, aku tidak percaya kalau dia akan menolak.”

__ADS_1


“Kalau masalah ini begitu gampang diselesaikan, Kakak Ipar juga tidak akan stress.”


Pada saat ini, terdengar suara Lu Shengyao yang datang dari belakangnya. Dia langsung membalikkan kepala, kemudian melihat ke sisi lain lagi.


Karena Lu Shengyao sudah duduk di sampingnya dengan membawa piring dan tersenyum pada dia juga.


Ying Xiaoxiao menunjukkan bola mata putih dan berkata dengan nada tidak senang, “Kalau gitu, apakah Pak Lu Shengyao punya solusi?”


“Tidak,” jawab Lu Shengyao langsung.


“Kurang hajar!” Ying Xiaoxiao pun berkata kasar, “Kalau tidak ada tutup mulutmu.”


Lu Shengyao menaikkan alis, “Makanya aku datang ke sini, kita bisa mencari solusi bersama-sama.”


Ying Xiaoxiao mendengus tidak senang, kemudian memalingkan kepala dan tidak mau melihat dia.


Tang Ruochu melihat mereka berdua dengan tersenyum, lalu bercanda, “Sepertinya kalian berdua sangat serasi.”


“Dia?”


“Dia?”


Ying Xiaoxiao dan Lu Shengyao saling bertatapan, kemudian membalikkan kepala secara bersamaan, wajah mereka seperti menuliskan kata tidak senang.


“Lihat saja sendiri, kalian memang sangat kompak, siapa yang bilang tidak serasi?”


Tang Ruochu masih mencandakan mereka.


“Aku…”


“Aku…”


Mereka berdua mengeluarkan kata yang sama dan pada waktu yang sama, ketika melihat Tang Ruochu yang tersenyum-senyum, Ying Xiaoxiao pun menjadi kesal, lalu berteriak kepada Lu Shengyao, “Jangan ikut aku bicara.”


Lu Shengyao menggeleng kepala karena merasa lucu, “Siapa juga yang mau ikut kamu bicara?”


“Kamu…”


Ketika Ying Xiaoxiao ingin mengatakan sesuatu lagi, tiba-tiba, ada orang yang memukul kepalanya, dia pun langsung mengangkat kepala.


Rupanya Song Anyi sudah datang.


wajahnya tidak begitu senang, “Xiaoxiao, kita datang ke sini untuk membantu Chuchu, bukan melihat kalian beradu mulut.”


Ying Xiaoxiao baru teringat dengan tujuan dia datang ke sini, kemudian tersenyum canggung, “Maaf, aku hampir lupa.”


Setelah itu, dia membalikkan kepala dan mendengus dingin, “Suasana hati aku sedang baik, aku, tidak aku permasalahkan dulu.”


Ekspresi wajah Ying Xiaoxiao adalah aku sudah memaafkan kamu, kamu harus merasa bersyukur.

__ADS_1


Lu Shengyao hanya bisa menggeleng kepala dan tidak bilang apa-apa lagi.


Sedangkan Song Anyi dan Tang Ruochu saling menatap, kemudian tertawa.


__ADS_2