UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU

UNTUNGNYA, CINTA BERSAMBUT DARI TUAN LU
Bab 94 Kecelakaan


__ADS_3

Hello! Im an artic!


Zhao Xiaowan gemetaran karena marah.


Gu Ruoruo menariknya, kemudian dengan ekspresi suram melihat kepada Tang Song, “Ayah, bagaimanapun ibuku juga orang tuanya, apakah kamu akan membiarkan Tang Ruochu menghinanya seperti ini?”


Hello! Im an artic!


Tang Song mengerutkan keningnya, melihat pemandangan di depannya, dia merasa sangat binggung, kemudian berkata, “Kalian berhenti bicara, tidak peduli kalian mengacau seperti apa di luar, di rumah ini, semuanya harus meletakkan pendapat masing-masing, jangan tiap kali bertemu, sudah seperti punya dendam kesumat, benar-benar memalukan!”


Mendengar ini, Tang Ruochu tidak bisa menahan bibirnya.


Dia dan Gu Ruoruo membenci satu sama lain, dan memang seperti memiliki dendam kesumat.


Gu Ruoruo dan Zhao Xiaowan tidak berbicara apapun lagi, kemudian kembali duduk di sofa, hanya saja tatapan kedua orang ini terlihat sangat menyeramkan.


Hello! Im an artic!


Setelah sejenak, Tang Ruochu kemudian hendak naik ke atas, Tang Song kemudian tiba-tiba memanggilnya, “Hari ini kebetulan kamu pulang, ada satu hal yang ingin aku bicarakan.”


“Hal apa?” Tang Ruochu menghentikan langkahnya dan bertanya bingung.


“Ini tentang distribusi saham perusahaan.”


Berdiri dari sofa, Tang Song memberikan sebuah dokumen kepada Tang Ruochu.


“Distribusi saham perusahaan?”


Tang Ruochu menaikkan alisnya, dan menerimanya, “Saham Tangshi Grup berada di bawah nama aku kan? Kenapa harus didistribusikan?”


Tang Song tidak menjawabnya, dan menyuruh dia melihat dokumennya.


Dokumen itu adalah surat pengalihan saham, yang dengan jelas menyatakan Tangshi Grup bersedia menyerahkan 20% saham kepada Gu Ruoruo, hanya perlu tanda tangan Tang Ruochu, dan ini akan segera berlaku.


Tang Ruochu yang melihat sekilas langsung mengerti.

__ADS_1


Pantas saja!


2 hari ini Gu Ruoruo tidak menyerang balik, ternyata karena ia sedang sibuk memikirkan saham keluarga Tang.


Dia juga berani sekali, setelah melakukan semua hal tersebut, masih dengan tak tau malu meminta harga keluarga Tang.


Tang Ruochu benar-benar terpukau dengan ketidaktahumalu-an Gu Ruoruo, setelah sejenak, dia baru memaksakan diri berkata, “Masih belum gelap, sudah mulai bermimpi? Kalian masih berani berpikir untuk menyentuh apa yang menjadi milikku?”


Dia kemudian melihat ke arah ibu dan anak itu dengan tatapan dingin, sambil melemparkan dokumen itu kepada Tang Song, yang artinya, dia tidak ingin memberikan tanda tangamnya.


Tang Song sudah menduganya, jadi ia tidak bicara, Zhao Xiaowan kemudian berteriak, “Tang Ruochu, 20% saham itu adalah janji ayahmu kepada Gu Ruoruo untuk dijadikan mahar nikah, jadi kamu harus tanda tangan.”


“Dia yang janji, kenapa aku harus tanda tangan? Saham Tangshi Grup, ada adalah warisan ibuku, apakah kamu pikir kamu berhak mendapatkannya?” Tang Ruochu tersenyum menyindir, kemudian melihat ke arah Tang Song, dengan tenang berkata, “Ayah, walaupun Tangshi Grup terus diurus olehmu, tapi orang yang berhak mewarisinya adalah aku. Itu adalah wairsan yang ditinggalkan ibuku untuk diriku, siapapun tidak berhak menyentuhnya, jika kamu tidak ingin melihatku memutuskan hubungan denganmu, lebih baik jangan membiarkan ibu dan anak ini berpikir untuk memiliki saham Tangshi lagi, walaupun matipun, aku tidak akan menyetujuinya.”


Selesai berkata, tanpa menunggu menunggu Tang Song berbicara apapun, dan langsung berjalan pergi.


Zhao Xiaowan mulai panik, dia terburu-buru mengejarnya, dan menarik tangan Tang Ruochu, “Ruochu, kamu tidak boleh tidak setuju, 20% saham itu adalah janji ayahmu, dia adalah orang tua, kamu harus mendengarkannya. Ruoruo sekarang benar-benar membutuh 20% saham itu, kalau tidak, keluarga Ji tidak akan menerimanya.”


“Apa hubungan denganku?”


“Tang song…” Melihat Tang Ruochu begitu keras, Zhao Xiaowan terburu-buru melihat ke arah belakang.


Tang Song membuka mulutnya, hendak mengatakan sesuatu, tapi tatapan kejam Tang Ruochu, membuatnya tidak bisa berkata apapun.


“Ibu, kalau dia memang tidak ingin memberikannya, ya sudah, kenapa harus memohon padanya?”


Kali ini, Gu Ruoruo akhirnya berbicara, ia sudah menduga hasilnya akan seperti ini.


Xiaowan masih belum bisa merelakan ini, sekarang sudah berada di kedua sisi Tang Ruochu, dia sudah menduga Tang Ruochu akan menolaknya, jadi ia berencana untuk memohon, tapi, ketika ingin memohon, ia malah ditahan oleh Gu Ruoruo.


Gu Ruoruo juga tidak ingin menyerah begitu salah, kalau keluarga Tang sudah berjanji, dia akan menggunakan segala cara, agar keluarga Tang memberikan apa yang ia inginkan.


Tidak ada yang boleh merebut apa yang jadi miliknya!


__ADS_1


Sekali lagi mereka bubar karena bertengkar, Tang Ruochu juga malas berlama-lama di rumah, setelah mengambil barang, dia langsung pergi.


Ketika berada di depan pintu, dia bertemu Gu Ruoruo yang juga hendak pergi.


Zhao Xiaowan berdiri di sampingnya dengan tatapan kesal, ketika melihat Tang Ruochu, dia sama sekali tidak menutupi rasa kesal dan kejamnya lagi.


Tang Ruochu hanya tersenyum dingin, dan berjalan melewati mereka.


Zhao Xiaowan menggigit giginya, dengan wajah tidak puas, “Anakku, apakah kita akan melepaskan wanita ****** itu begitu saja? Saham 20% itu seharusnya milikmu!”


“Ibu, apakah kamu masih tidak mengerti kondisinya? Tang Song tidak pernah berniat untuk membagi harta keluarga Tang untuk kita. Dia tahu Tang Ruochu dan aku saling membenci, tapi ia masih menyuruh kita untuk meminta Tang Ruochu untuk menandatangani persetujuan pembagian saham, dia sama sekali tidak ingin membagikan sepersenpun kepadaku.”


Gu Ruoruo mengepakan kedua tangannya, tatapan dinginnya itu terlihat sangat menyeramkan.


“Sia-sia saja aku mengorbankan semuanya untuk keluarga Tang.”


Tatapan Zhao Xiaowan menjadi ganas, tiba-tiba muncul ide jahat di benaknya, “Kalau wanita ****** itu meninggal pasti semuanya akan lebih baik, semua harta keluarga Tang akan menjadi milikmu.”


Gu Ruoruo bergetar, tatapan matanya berubah kejam, “ibu, aku pergi dulu, harta keluarga Tang tidak akan kemana-mana. Aku akan berusaha merebut semua harta dari tangan Tang Ruochu, kamu jangan khawatir.”


Selesai berkata, tanpa menunggu reaksi Zhao Xiaowan, Gu Ruoruo langsung masuk ke mobil, dan berjalan ke arah Tang Ruochu pergi.


Tempat tinggal keluarga Tang, termasuk daerah pinggiran, kalau mau pergi, harus berjalan sekitar 4 sampai 5 menit baru bisa menemukan taksi.


Pada jam-jam begini, mobil yang keluar dari area pinggiran tidak banyak, Tang Ruochu yang tidak bisa menemukan taksi terpaksa menunggu sebentar di pinggir jalan.


Siapa yang tahu bahwa pada saat ini, sebuah Porsche merah melaju dari belakang, melihat kecepatannya, setidaknya seratus kilometer perjam, dan berjalan ke arah dia seperti hendak menabraknya,


Tang Ruochu terkejut, wajahnya langsung berubah dan ia berusaha kabur.


Tapi, dia tetap telat selangkah, mobil melaju sangat kencang, dan langsung menabraknya.


Tang Ruochu berguling di jalanan, dan ia bisa merasakan kepalanya sangat pusing, tangan dan kakinya terluka, rasa sakit menyerang semua tulangnya, darah segar terus keluar dari lukanya.


Dia berbaring di jalan, dan tidak bergerak sama sekali, kemudian Porsche merah itu langsung menancapkan gasnya, meninggalkan Tang Ruochu sendirian di jalanan.

__ADS_1


__ADS_2