Wanita 500jt

Wanita 500jt
Bab 36


__ADS_3

"Nyonya, biar aku saja." Kata Atira menahan tangan Hana untuk menyiapkan sarapan pagi untuk Elang, Karena Atira dapat melihat dengan jelas jika wajah Hana saat ini sedang pucat.


"Biar aku saja." Jawab Hana dengan lesu.


"Tapi nyonya, sepertinya anda sakit"


Hana lalu tersenyum dan menoleh sesaat ke hadapan Atira. "Hanya lelah, tapi percayalah aki baik-baik saja."


Lalu Hana kembali melanjutkan tugasnya menyiapkan sarapan untuk pria yang saat ini sudah berhasil menghancurkan apa yang selama ini Hana jaga.


Hingga beberapa saat kemudian.


"Sudah selesai. Aku istirahat dulu Atira." Hana lalu berjalan menuju kamar Atira, membaringkan tubuhnya yang terasa amat lelah dan seakan seperti remuk karena kejadian semalam. Kejadian yang amat memiluhkan untuk Hana, kejadian yang mungkin akan membekas dalam ingatan Hana seumur hidup. Kejadian yang membawakan luka yang mendalam untuk Hana.


•••••


Elang yang baru bangun, langsung berjalan ke kamar mandi sambil memijat-mijat ujung keningnya karena masih merasakan sakit kepala.

__ADS_1


"Auuhhh.." Ringis Elang saat air yang mengalir dari shower membasahi tubuhnya.. Elang langsung mematikan shower dan berjalan menuju cermin melihat tubunya.


"Ada apa ini? Ada apa dengan tubuhku?" Ucap Elang sambil menatap tubuhnya yang penuh bekas cakaran. Bahu, pundak dan juga di bagian dada banyak sekalo bekas luka.


"Apa yang terjadi?" Elang mencoba mengingat kejadian semalam, namun ingatannya hanya mampu mengingat saat dirinya minum bersama dengan Adit.


"Sial! Kenapa setiap aku minum dan mabuk selalu saja lupa dengan apa yang terjadi." Ucap Elang dan terus memperhatikan bekas yang ada di sekujur tubuhnya.


Karena benar-benar tidak mengingat kejadian semalam, kini Elang tidak mau ambil pusing lagi dengan luka yang ada di tubuhnya, ia segerah membersihkan diri.


Selang beberapa saat kemudian, kini Elang berjalan menuruni anak tangga. Elang melihat ke sana kemari, mencari sosok yang sejak bangun dari tidurnya belum ia lihat.


"Dimana wanita itu?" Tanya Elang, sambil terus berjalan menuju meja makan.


"Nyo... Maksud tuan Hana?"


"Di mana wanita itu?" Ulang Elang kembali sambil memperbaiki duduknya.

__ADS_1


"Hana ada di kamarku tuan sedang beristirahat." Jelas Atira membuat Elang terdiam lalu menoleh ke arah Atira dan menatap Atira dengan tatapan tajam.


"Hana bilang, jika kamar ku lebih cocok untuk tempatnya tidur." Timpal Atira kembali.


"Rupanya dia tahu posisinya" gumam Elang yang masih dapat di dengar oleh Atira.


"Panggil dia sekarang!"


"Ada apa Elang?" Hana berjalan mendekati meja makan, dan berdiri tepat di samping Elang.


Elang terdiam sambil menatap piring yang ada di hadapannya. Hana yang sudah tahu, langsung mengambilkan sarapan untuk Elang.


Braaakkkkkk.. Suara piring pecah yang berserakan di lantai.


"Apa ini? Kau ingin meracuniku?" Tanya Elang lalu berdiri tepat di hadapan Hana. "Kau ingin membunuhku?"


"Ya.. Seandainya aku bisa, maka akan aku bunuh kau sekarang juga." Ucap Hana yang hanya di dalam hati saja. Ingin sekali Hana berteriak mengatakan itu. Ingin sekali Hana menampar wajah yang ada di hadapannya saat ini. Dan ingin sekali Hana menghancurkan pria yang ada di hadapannya itu. Tapi bagaimana bisa? Sungguh Hana tidak dapat melakukan apapun saat ini.

__ADS_1


"Woyyy!" Teriak Elang. "Kenapa kau diam? Kau ingin membunuhku?" Tanya Elang kembali dengan tatapan yang menatap tajam pada Hana


__ADS_2