
Haha yang baru saja terbangun dari tidurnya langung bergegas keluar dari dalam kamar saat melihat jam di dinding menunjukkan pukul sepuluh pagi. Mungkin karena Hana ketiduran saat setelah sholat subuh yang membuatnya bagun kesiangan. Kenapa? Kenapa Hana tidur di jam segitu, karena semalam Hana terus memikirkan dirinya, memikirkan Zakira dan juga bagaimana tentang hubungannya dengan Elang. Apakah hubungan ini layak untuk di pertahankan atau harus berakhir setelah tiga minggu lamanya Hana berada di rumah ini bersama dengan Elang.
Dan pikiran itu terus saja menghantui Hana sehingga membuat Hana sulit untuk tertidur.
"Zakira." Panggil Hana. Dengan terburu-buru berjalan menaiki anak tangga menuju kamar Elang.
Namun langkah Hana terhenti saat mendengar tawa dari Zakira.
Perlahan Hana berjalan mengikuti sumber suara. Suara Zakira yang terus saja tertawa saat Elang bermain di hadapan Zakira.
"Zakira." Panggil Hana saat masuk ke salah satu kamar yang entah sejak kapan kamar itu telah menjadi kamar untuk seorang bayi. Deasin warna pink dan juga abu-abu menjadikan mata yang memandang terasa sejuk. Di tambah lagi, banyak boneka yang tersusun dengan rapi di atas tempat tidur dan juga terletak di sudut kamar.
"Bu. Bu" Ucap Zakira terbata kala melihat Hana masuk ke dalam kamar.
"Zakira." Ucap Hana langsung duduk di hadapan Zakira.
"Tadi Zakira bilang apa sayang? Ayo Zakira coba di ulang. Ibu ingin mendengarkannya lagi."
Namun Zakira hanya tersenyum dan kembali memainkan mainannya.
"Kau dengar itu Elang? Sepertinya dia tadi memanggilku ibu."
"Ya aku dengar. Zakira memang menyebut bu."
__ADS_1
"Elang. Siapa yang memandikan Zakira? Dan apa Zakira sudah makan?"
"Aku. Dan Zakira pun juga sudah sarapan. Maaf karena tidak membangunkan mu. Tadi saat aku masuk ke dalam kamar mengambil baju Zakira, aku melihatmu tertidur pulas. Makanya aku tidak tega untuk mengganggu tidurmu"
"Tapi bagaimana pun itu tugasku."
"Tugas kita bersama." Ucap Elang.
"Kita sepasang suami istri dan harus saling membantu." Ucap Elang membuat Hana menoleh sesaat ke Elang.
Lalu kemudian Hana kembali melihat Zakira.
"Elang, boleh aku minta satu permintaan?"
"Ya, hanya satu. Dan semoga kau mau mengabulkannya."
"Apa itu. Katakan lah. Aku siap melakukan apa pun permintaanmu"
"Bawa aku dan Zakira jalan seharian. Kemana pun, asal Zakira bisa bahagia."
"Hanya itu? Tidak ada yang lain."
"Ya hanya itu."
__ADS_1
"Baiklah, aku akan membawa mu dan juga anak kita ke tempat yang paling indah."
•••••
"Roy." Panggil Elang.
"Tolong siapkan segala sesuatu untuk ku. Untuk liburan keluargaku."
"Baik tuan. Kalai boleh tahu anda mau kemana?" Tanya Roy.
"Menurutmu Roy, tempat yang bagus untuk mengajak keluar liburan dimana?" Tanya Elang.
"Tuan, tapi saya sama sekali belum pernah mengajak siapa pun untuk liburan." Jawab Roy sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal.
"Hm." Elang menghembuskan nafasnya dengan kasar. Elang baru sadar jika sang asisten belum memiliki pasangan. Jangankan istri, pacar pun tak punya.
"Tapi tuan, bagaimana kalau tuan mengajak nyonya Hana ke vila. Di sana pemandangannya indah, dan ada danau. Tuan biasa mengambil tema camping tapi tetap aman untuk Zakira."
"Kau benar." Ucap Elang dengan sangat setuju.
"Persiapkan semuanya. Lusa aku akan berangkat."
"Baik tuan."
__ADS_1