Wanita 500jt

Wanita 500jt
Bab 40


__ADS_3

"Apa yang terjadi? Ayo ceritakan semuanya padaku?" Tanya Widia saat sambungan terhubung dengan Hana melalui ponsel milik Atira.


"Tapi berjanji lah jangan menyelah perkataan ku agar aku bisa menceritakan semuanya hingga selesai."


"Baiklah, sekarang ceritakan semuanya padaku."


Hingga Hana mulai menceritakan semuanya, mulai dari pertama kali ia bertemu dengan Elang, dan menolak tawaran Elang, hingga sampai pada ayahnya mendapatkan kecelakaan dan harus segera di operasi, dan biaya operasi Hana dapatkan dari perjanjian menikah dengan Elang.


"Apa????" Teriak Widia saat mendegar semua cerita sahabatnya yang menurutnya sangat luar biasa, bagaikan di sebuah novel-novel yang sering ia baca.


"Kau tidak bercandakan? Kau serius dengan apa yang barusan kau ceritakan? Lalu bagaimana keadaan mu di situ? Apa kau baik-baik saja? Atau kau mendapatkan siksaan seperti novel yang aku baca? Ayo jawab. Jangan hanya diam saja."


"Widia, bagaimana aku mau menjawab sedangkan kau saja memberiku banyak pertanyaan."


"Oke jawab saja satu persatu."


Hana pun kembali menjawab pertanyaan yang Widia lontarkan. Hingga kemudian Widia kembali bertanya dan pertayaan kali ini Hana tidak mampu menjawabnya.

__ADS_1


"Apa kau sudah melakukan hubungan suami istri dengan sih burung Elang itu?"


"Widia bagaimana kabar ayahku dan kabar kak Kana?"


"Ayah dan kak Kana, mereka baik. Aku janji akan menjaga mereka berdua sampai kau bisa bebas dari sangkar burung Elang."


"Terima kasih Widia, kau memang sahabat terbaik yang aku miliki."


Dan tanpa Hana sadari ternyata ada sepasang mata dan sepasang kuping yang melihat dan mendengar apa yang Hana katakan. Sepasang mata dan sepasan kuping itu turun prihati dengan apa yang Hana lalui, dan akan Hana hadapi selama kurang lebih sebelas bulan lagi.


"Kasihan anda nyonya. Semoga anda bisa melalui ini semua dengan tanpa ada yang tersakiti." Batin Atira.


•••••


Sudah jam 9 malam, namun Elang masih setia bekerja di dalam ruangannya. Roy yang sudah sangat kelaparan langsung melahap makanan yang ada di hadapannya. Kotak bekal yang sempat ia ambil tadi siang di ruangan tuannya.


"Enak." Ucap Roy sambil terus memakan makanan yang Hana bawah tadi siang.

__ADS_1


Setelah melahap semua makanan hingga tak tersisa, kini Roy masuk ke dalam ruangan Elang.


"Permisi tuan. Ini sudah pukul sembilan, apa tuan tidak ingin makan malam?"


Elang yang menyadari perkataan Roy, langsung melirik jam yang melingkar di pergelangan tangannya..


"Pesan kan aku makanan,."


"Baik tuan."


"Untukmu juga jangan lupa." Ucap Elang, karena ia sadar jika pasti Roy juga lapar karna menunggu dirinya bekerja.


"Tapi saya sudah makan tuan." Kata Roy sambil tersenyum


Elang menaikkan satu alisnya mendengar perkataan Roy, karena biasanya Roy makan malam bersama dirinya jika kedua nya sedang lembur bekerja.


"Maaf tuan, karena saya lapar terpaksa saya makan makanan yang nona Hana bawah tadi siang." Jelas Roy sebelum tuannya bertanya lebih lanjut.

__ADS_1


"Maaf karena sudah mema...." Ucapan Roy terputus kala Elang menaikkan tangannya untuk menyuruhnya agar berhenti berkata.


"Baik tuan, kalau begitu saya permisi." Ucap Roy membungkukkan sedikit badannya lalu keluar dari ruangan Elang.


__ADS_2