Wanita 500jt

Wanita 500jt
Bab 75


__ADS_3

Dan seperti biasanya. Setiap hari Elang selalu datang mengunjungi sang anak. Dan akan kembali jika malam pun tiba. Dan selama sebulan lebih Elang terus seperti itu, sehingga membuat dirinya dan juga Zakira menjadi semakin erat.


"Beri aku kesempatan sekali lagi." Kata Elang saat hanya ada dirinya dan juga Hana.


"Sampai kapan kau akan seperti ini?" Tanya Hana tanpa menjawab ucapan Elang tadi.


"Sampai kau mau membuka hatimu untukku?"


"Bagaimana jika hal itu tidak akan terjadi?"


"Maka aku tidak akan pernah menyerah. Aku akan selalu terus berjuang dan berusaha agar kau mau memaafkan dan menerimaku."


"Maaf?" Hana tersenyum. "Aku sudah memaafkanmu dari dulu."


"Kembalilah" Kata Elang.


"Aku sudah memaafkan mu. Tapi aku tidak lupa dengan perbuatanmu." Ucap Hana dengan tegas, namun terdengar ada getaran yang memiluhkan dari nada suaranya.

__ADS_1


"Hana." Panggil Elang, seraya menlangkah mendekati Hana. Dan menggenggam tangan Hana.


"Apa yang harus aku lakukan, agar kau mau menerimaku kembali? Aku janji, akan melakukan apa pun, asal kau mau menerimaku."


"Kembalikan anakku. Kau sanggup?" Ucap Hana dan mampu membuat Elang langsung menatap wajah Hana.


Mengembalikan? Mungkin saja jika itu barang, maka Elang akan berusaha mencarinya bahkan hingga ke ujung dunia pun Elang akan mencari agar Hana mau menerima dirinya kembali. Namun untuk persoalan nyawa? Tentu Elang tidak mampu, dirinya hanya manusia biasa, yang tidak akan sanggup melakukan hal yang di minta oleh Hana.


"Kau diam, berarti kau tidak sanggup. Jadi jangan pernah berharap untuk bisa dapat bersamaku." Ucap Hana, sambil melepaskan genggaman tangan Elang.


"Hanaya." Lirih Elang.


Hana terdiam.


"Tolong pertimbangkan ucapanku Hana. Tolong."


Lagi-lagi Hana masih terdiam.

__ADS_1


"Satu bulan. Please, beri aku waktu satu bulan. Tinggallah bersamaku selama satu bulan. Jika aku tidak bisa membuat mu jatuh cinta, maka aku akan ikhlas dan akan merelakanmu." Mohon Elang.


Hana belum menjawab. Ia justru membalikkan tubuhnya dan berjalan menuju kamarnya. Meninggalkan Elang yang mematung seorang diri di ruang tamu.


Hana masuk ke dalam kamar. Dan mengembuskam nafasnya. Hana bersandar pada daun pintu, sambil melirik ke arah tempat tidur. Dimana Zakira saat ini sedang tertidur dengan sangat pulas.


"Apakah mungkin?" gumamnya sambil memperhatikan sang anak.


Apakah mungkin baginya untuk memberikan kesempatan selama satu bulan lamanya tinggal bersama dengan pria yang telah membuat luka pada dirinya? Apa kah mungkin? Hal serupa bisa terjadi, sedangkan selama kurang lebih sebulan ini, Elang datang mengunjungi Zakira, Hana masih merasa enggan untuk bertemu langsung. Dan bagaimana dengan sebulan, harus tinggal bersama.


•••••


"Hana." Panggil Widia yang baru saja masuk ke dalam rumah Hana.


"Maaf karena aku baru berkunjung" Ucap Widia sembari memeluk tubuh Hana.


"Dimana ponakan cantikku? Dia baik-baik saja kan?" tanya Widia saat melepas pelukannya dari Hana.

__ADS_1


Bukannya menjawab Hana justru menatap tajam pada Widia.


"Dari mana? Kenapa kau selama ini hilang tanpa kabar? Apa yang terjadi? Kenapa kau pergi tanpa pamit? Apa ada masalah?" Pertanyaan yang keluar dari bibir Hana mampu membuat Widia seperti salah tingkah.


__ADS_2