Wanita 500jt

Wanita 500jt
Bab 51


__ADS_3

"Maafkan aku. Sungguh aku menyesal. Dan aku akan mempertanggung jawabkan apa yang telah aku lakukan." Kata Aron dan kali ini Hana yang kembali diam dengan air mata yang mulai jatuh.


Sekilas fikiran Hana terputar ke belakang, bagaikam kaset film. Hana mengingat bagaimana hancurnya hidup kakanya semenjak kejadian itu, dan dari situlah kehidupan Hana pun mulai berantakan kala Hana bekerja di kelab malam itu. Dan saat ini, dengan santainya pria yang ada di hadapannya ini berkata 'maaf' setelah semua kehidupan berjalan di luar kendali Hana.


"Hana. Tolong maafkan aku dan beri aku satu kesempatan untuk memperbaiki semua keadaan ini."


"Kau punya gelas kaca?" Tanya Hana "aku rasa kau punya, coba pecahkan gelas itu dan satukan kembali. Dan aku rasa kau pun tahu hasilnya seperti apa."


"Aku tahu. Tidak akan semulus semula. Tapi Hana tolong berikan kesempatan padaku untuk memulai semuanya dari awal. Aku berjanji akan membahagiakan Hana."


"Kau salah. Sangat salah. Harusnya waktu itu kau tidak meninggalkan kak Kana. Dan jika memang kau ingin meminta maaf, jangan minta maaf padaku. Tapi pada kakakku." Kata Hana.


"Ya, aku akan menemui Kana, aku akan berjuang untuk mendapatkan maaf darinya."


"Kau dan adikmu. Kalian berdua sama saja. Kalian hanya mau menikmati tanpa mau bertanggung jawab." Ucap Hana lalu berjalan meningglakan Aron, namun Aron tetap menyusul langkah Hana.


Dan tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat mereka dari kejahuan. Hingga sepang pemilik mata itu meraih ponselnya dan menghubungi seseorang.


••••


Elang mengepalkan tangannya saat mendengar kabar jika saat ini Hana sedang berada di salah satu taman. Dan yang membuat Elang marah, adalah Aron. Ya, Elang berfikir jika saat ini Aron dan juga Hana sedang memiliki hubungan yang tersembunyi.


"Dasar wanita licik. Belum cukup uang dariku, dan kau juga mengambil uang dari kakak ku" Gumam Elang dengan emosi yang mulai memuncak.


Elang yakin seyakin-yakinnya, jika bayi yang Hana kandung adalah hasil dari hubungan gelap antara Aron dan Hana.

__ADS_1


"Berani sekali dia bermain di belakangku. Saat kontrak masih berjalan"


"Lihat saja. Aku akan membuatmu mengemis padaku."


Lalu Elang berjalan keluar dari kamarnya. Dan melangkah menuruni anak tangga.


"Atira..." Panggil Elang dengan suara yang menggemah mengisi seisi ruangan.


"Iya tuan, ada apa?"


"Bawakan aku semua piring dan juga gelas yang ada di rumah ini."


"Untuk apa tuan."


"Sekarang!" Teriak Elang yang tidak ingin di bantahkan lagi.


"Ini tuan." Kata Atira saat membawa beberapa piring dan juga gelas.


Praaaannnkkkk. Elang mengambil piring dan juga gelas dari Atira dan langsung di lemparkan nya ke lantai.


"Ambilkan lagi." Titah Elang, dan Atira pun langsung mengambil piring.


Praaannnkkkkkk...


Praangggkkkkk...

__ADS_1


Entah sudah berapa banyak piring yang Elang pecahkan.


"Tuan." Ucap Atira saat melihat kaki tuannya yang mengeluarkan darah segar akibat terkena serpihan pecahan.


"Jangan ada yang membersihkan pecahan ini." Kata Elang.


"Tapi tuan."


"Biarkan wanita itu yang membersihkan semua ini. Dan jangan membantunya sama sekali." Titah Elang, lalu berjalan kembali menuju kamarnya.


"Entah kesalahan apa lagi yang Hana buat, hingga tuan Elang marah besar." Gumam Atira.


Setengah jam berlalu, kini Hana kembali datang di antar oleh Widia.


"Kau yakin akan kembali?" Tanya Widia.


"Kau tahu, jika aku memiliki utang yang tidak dapat aku bayar, kecuali dengan cara seperti ini."


"Iya aku tahu. Tapi ingat, jangan terlalu capek. Kasihan bayimu."


"Ya, aku mengerti. Kalau begitu aku masuk dulu." Pamit Hana, dan Widia langsung memeluk tubuh Hana.


"Aku pasti akan merindukanmu. Masih tersisa berapa bulan lagi, baru kita akan bertemu."


"Aku titip ayah dan kak Kana, jaga mereka. Dan juga Aron. Jangan biarkan Aron menyakiti kak Kana lagi. Awasi Aron, karena pasti Kak Kana belum siap bertemu dengan Aron."

__ADS_1


"Tentu. Aku pasti akan selalu ada untuk ayah dan kak Kana. Dan untuk masalah Aron. Percayakan padaku, tidak semuda itu dia bisa mendapatkan maaf dari Kana, dan juga Aron harus melewatiku dulu."


"Aku percayakan semua padamu."


__ADS_2