Wanita 500jt

Wanita 500jt
Bab 61


__ADS_3

"Aron, berikan aku uang sebanyak yang Elang berikan pada Hana. Aku ingin memberikan uang itu pada Hana, agar Hana dapat mengganti semua uang yang ia dapat dari Elang." Kata Kana dengan cepat.


Aron tersenyum mendengar permintaan Kana. Karena bagi Aron uang bukanlah masalah untuknya.


"Baiklah."


"Cash. Bukan lewat cek." Ucap Kana tapi tatapannya menunduk menatap lantai.


"Baiklah, tunggu satu jam dari sekarang." Jawab Aron dengan senyum tipis. Karena sejujurnya hati Aron kini merasa sangat bahagia. Karena Kana tidak memintah hal yang Aron pikirkan. Yaitu memintahnya untuk pergi dan tidak menemui dirinya lagi.


"Se-erius??" Tanya Kana tidak percaya dengan apa yang barusan ia dengar.


Segampang inikah bagi orang kaya mengeluarkan uang sebanyak itu? Berbeda dengan dirinya yang harus bekerja entah hingga beberapa tahun lamanya atau mungkin bekerja hingga akhir usia tapi uang sebanyak itu tidak akan mungkin bisa terkumpul. Sungguh hal yang sangat mustahil.


"Ya." Jawab Aron


"Terima kasih." Kata Kana dengan sangat bahagia hingga ia mendekat ke arah Aron dan hampir saja memeluk tubuh Aron.


Kana langsung merasa kikuk, ia langsung salah tingkah dan malu dengan diriny sendiri, yang karena terlalu bahagia hingga ia lupa dengan batasan yang sudah ia buat.

__ADS_1


"Maaf." Kata Kana, lalu berlari menjauh dari Aron.


Lagi-lagi Aron tersenyum melihat Kana yang begitu sangat menggemaskan baginya.


"Apa pun akan aku lakukan asal kau bahagia. Tapi jangan pernah memintahku untuk pergi darimu." Batin Aron.


●●●●●


Sebulan kemudian. Semenjak kejadian itu Elang masih tidak menyerah sama sekali. Elang masih juga tetap memperjuangkan dirinya agar bisa mendapatkan maaf dari Hana dan juga dari ayah dan kakak kandung Hana. Tapi, sampai saat ini maaf yang Elang harap tidak juga ia dapatkan.


"Bagaimana lagi." Gumam Elang sambil menatap jendela kamar Hana yang berada di lantai dua.


"Sampai kapan pun, aku tidak akan menyerah." Gumam Elang.


Lalu ponsel Elang berdering.


Mata Elang langsung membulat sempura saat membaca kabar dari asisten yang ia tugaskan untuk mengikuti kemana pun Aron pergi.


••••••

__ADS_1


"Bagaimana kabar Elang? Apa dia masih mengejar maaf dari wanita itu? Dasar pria bo*doh." Ucap Adit membuat Aron mengepalkan tangannya.


"Ini semua karena ulahmu." Kata Aron sambil menatap tajam pada Adit.


"Ulahku? Yang benar saja? Aku bahkan tidak tahu jika Elang menikah dan siapa wanita itu." Jelas Adit yang memang belum tahu. Tapi sekarang Adit sudah tahu semenjak Elang selalu datang ke rumah Aron menunggu Hana di depan gerbang.


Aron langsung menarik kera kemeja baju Adit.


"Kau ingat pria yang kau tabrak itu? Kau ingat??" Tanya Aron dengan tatapan yang sangat tajam.


"Dia adalah ayah Hana dan Kana. Dan karena mu lah, Hana terpaksa harus rela menjual dirinya kepada Elang."


"Apa?"


Aron menghempaskan tubuh Elang.


Sedangkan di depan pintu, tanpa sengaja Widia mendengar semua ucapan yang Aron dan Adit katakan. Hingga membuat Widia kaget, dan spontan Widia menutup mulutnya dengan kedua tangannya. Tubuh Widia seakan kehilangan keseimbangan saat mendegar perkataan Aron.


"Tidak mungkin." Gumam Widia lalu pergi dari sana. Sebelum Adit mengetahui keberadaannya.

__ADS_1


__ADS_2