Wanita 500jt

Wanita 500jt
Bab 47


__ADS_3

"Breng*sek." Teriak Hana sambil memukul tubuh Adit namun dengan cepat Adit menahan lengan Hana.


"Lepaskan aku, dasar pria bre*ngsek."


"Apa yang kau lakukan. Dasar wanita gi*la." Balas Adit, hingga membuat keributan.


"Lepaskan aku." Kata Hana, saat Adit menarik paksa lengan Hana membawa Hana masuk ke dalam ruangan Elang.


Sreeeeeeetttttt. Adit mendorong tubuh Hana masuk hingga membuat Hana terjatuh di lantai.


"Ada apa ini?" Teriak Elang sangat marah sambil menatap Hana lalu menatap Adit.


"Siapa dia? Kenapa wanita gi*la ini ada di sini?" Tanya Adit.


"Pria breng*sek." Teriak Hana, sambil berdiri lalu meraih vas bunga dan di leparkan tepat ke kepala Adit sehingga membuat kepala Adit mengeluarkan darah segar.


"Hanaya........" Teriak Elang dengan sangat kerasnya, hingga membuat semua orang yang berada di dalam ruangan terdiam.


Dan untuk pertama kalinya, Elang memanggil nama Hana bukan sebagai wanita.

__ADS_1


"Apa yang kau lakukan? Kenapa kau bertingkah seperti orang gi*la saja." Teriak Elang sambil menghampiri Hana.


"Elang. Asal kau tahu, pria breng*sek itu. Pria yang menjadi sahabatmu itu telah menghancurkan hidup kakakku."


Elang yang mendengar penuturan Hana, langsung balik menatap Adit dengan tatapan penuh selidik.


"Betulkan itu?" Tanya Elang


"Haaa." Tawa Adit dengan wajah sinis. "Kau tahu sendiri kan, jika hoby kita memang memaikan wanita. Dan aku pun tak tahu siapa wanita yang dia maksud" jelas Adit.


"Pria breng*sek. Kau pria jahat." Teriak Hana sambil mencoba memukul tubuh Adit namun Elang menahan tubuh Hana, hingga beberapa saat kemudian, karena merasa leleh akhirnya Hana pun pingsan.


Elang yang melihat Hana pingsan langsung panik dan spontan mengangkat tubuh Hana, dan berlari keluar dari ruangannya.


"Siap tuan." Jawab Roy, dan ikut berlari.


Di dalam mobil, Elang terus menggenggap tangan Hana, dan sesekali mengusap wajah Hana yang kelihatan pucat. Entah kenapa melihat Hana dalam keadaan seperti itu membuat hati Elang seperti teriris.


Dan mual serta sakit kepala Elang pun seketika hilang saat berada di dekat Hana.

__ADS_1


•••••


"Dok apa yang terjadi? Kenapa Hana bisa pingsan." Tanya Elang dengan perasaan yang khawatir.


"Istri anda hanya kelelahan. Dan untung saja anda datang membawanya tepat waktu."


"Maksud dokter?" Tanya Elang, ia tidak mengerti dengan apa yang dokter katakan mengenai tepat waktu.


"Kondisi kandungan istri anda sangat lemah, dan jika istri anda mengalami kelelahan dan tekanan batin maka akan berpegaruh pada bayi yang ada di kandungan istri anda. Dan kemungkinan besar akan terjadi keguguran saat ibu dari calon bayi mengalami stres dan kelelahan." Jelas dokter membuat Elang kaget.


"Hamil?" Ulang Elang.


"Ya istri anda sedang hamil dan usia kandungan sudah masuk minggu ke tujuh."


Seketika hati Elang hancur mendengar penuturan dokter. Padahal jelas sekali Elang dan Hana hanya menikah kontrak. Tapi kenapa mendengar dokter berkata Hana hamil mampu membuat hati Elang hancur.


"Tuan. Tuan." Panggil Roy, saat Elang melangkah keluar dari rumah sakit.


Roy dapat melihat dengan jelas, raut wajah tuannya yang terlihat seperti sedang patah hati.

__ADS_1


"Tuan anda mau kemana?" Tanya Roy, namun tetap saja tidak di gubris.


"Anda kenapa tuan? Tidak seperti biasanya anda seperti ini." Gumam Roy menatap kepergian tuannya.


__ADS_2