Wanita 500jt

Wanita 500jt
68


__ADS_3

Untuk pertama kalinya Elang kini kembali menginjakkan kaki di perusahaan miliknya. Kini Elang berpenampilan seperti dulu lagi, walah tubuhnya terlihat lebih kurus, tapi bagi Elang itu tidak masalah. Karena yang terpenting baginya saat ini, adalah bagaimana caranya agar bisa membahagiakan dua orang yang sangat berarti bagi dirinya.


"Tuan." Sapa Roy, saat Elang masuk ke dalam ruangannya.


"Syukurlah tuan sudah kembali."


"Roy, berikan semua berkas selama setahun ini. Aku ingin mempelajar bagian tertinggalku."


"Baik tuan."


"Roy." Panggil Elang saat Roy hendak keluar dari ruangan.


"Tolong, barang-barang yang ada di mobilki kau kirim ke alamat ini." Titah Elang sambil memberikan alamat pada Roy.


"Baik tuan."


Ya, sebelum berangkat bekerja. Elang menyempatkan dirinya untuk pergi membeli hadiah untuk sang putri. Namun Elang belum bisa menyempatkan diri untuk memberikan langsung karena Elang harus bekerja.


"Jangan lupa foto anakku."


"Baik tuan."


Lalu Elang menatap layar ponselnya dan menatap wajah Hana dan juga Zakira.


"Tunggu aku." Gumam Elang.

__ADS_1


••••••


"Siapa yang datang?" tanya Hana saat Kana memberitahukan jika Hana memiliki tamu.


"Lihatlah sendiri. Sepertinya tamu itu ingin bertemu denganmu." Jawab Kana.


Hana menautkan satu alisnya. Karena baru kali ini ia mendapatkan tamu.


"Elang?" tebak Hana.


"Bukan."


Dalam hati Hana langsung merasa lega, karena bukan Elang yang datang. Sejujurnya sampai saat ini Hana belum mampu untuk bertemu langsung dengan Elang.


"Siapa yah?" gumam Hana sambil berjalan keluar dari kamar.


"Ayo sayang kita bertemu dengan orang suruhan daddymu."


"Roy." Ucap Hana saat melihat Roy yang saat ini sedang duduk.


"Nyonya." Sapa Roy.


Hana terdiam karena melihat bonekan yang besarnya melebihi tinggi dari tubuh Roy. Roy yang sadar langsung berkata.


"Nyonya. Ini dari tuan besar. Tuan harap Zakira menyukai boneka ini." Kata Roy sambil menunjukkan boneka yang ukuranya sangat besar. Dan masih banyak lagi permainan yang Roy bawa untuk Zakira.

__ADS_1


Tidak tanggung-tanggung, karena sangking banyaknya hingga ruang tamu penuh dengan mainan yang baru saja di bawa oleh Roy.


"Nona muda Zakira." Sapa Roy saat melihat Zakira di dalam gendongan Kana.


"Zakira lihalah mainan mu, banyak sekali.. Wah ada boneka raksasa juga." Ucap Kana, namun Zakira lansung menangis histeris saat melihat boneka tersebut.


Hana dengan sigap mengambil Zakira dan menenangkan Zakira.


"Maaf nyonya. Saya hanya di suruh tuan." Kata Roy, karena takut mendapatkan amarah dari Hana.


"Tanyakan pada tuan mu itu. Dia mau membunuh anakku lagi?" Ucap Hana dengan tegas lalu meninggalkan Roy yang terdiam mematung.


"Pak Roy, maafkan Hana. Mungkin dia belu. Terbiasa." ucap Kana.


"Kalau begitu saya permisi dulu"


•••••


"Maaf tuan." Kata Roy sambil menunduk.


"Ada apa? Mana foto anakku? Apa dia menyukai pemberian dariku?" Tanya Elang yang sudah tidak sabar.


"Maaf tuan. Tapi nona Zakira menangi saat melihat bonekan pemberian tuan. Mungkin saja nona Zakira takut tuan. Karena ukurannya sangat besar."


"Apa? Anakku menangis." Ucap Elang sambil berjalan mondar mandir karena merasa takut anaknya sampai kenapa-kenapa karena ulahnya yang telah mengirimkan hadiah, dan membuat sang anak menangis.

__ADS_1


"Aku harus bagaimana Roy? Apa yang harus aku lakukan agar anakku diam?" tanya Elang


"Aku tidak tahu tuan. Karena aku belum memiliki anak." Jawab Roy.


__ADS_2