Wanita 500jt

Wanita 500jt
Bab 45


__ADS_3

Setiap hari, Elang semakin tersiksa dengan apa yang ia rasakan. Mual dan pusing kepala tak kunjung membaik, yang ada semakin parah. Dan juga selerah makan yang kini mulai berubah. Yang awalnya Elang selalu menjaga pola makan dengan makanan yang sehat. Kini, Elang terus ingin memakai mangga muda yang rasanya sangat kecut. Roy saja, sampi menggelengkan kepalanya dan juga sampai menyipitkan matanya dengan raut wajah yang berubah saat melihat Elang yang dengan lahapnya memakan mangga muda.


"Tuan, anda seperti sedang hamil saja." Kata Roy, membuat Elang menghentikan makan.


"Hamil? Hahahahah, kau beg*o atau pura-pura buta? Kau lihat sendiri aku pria. Mana mungkin aku hamil." Ucap Elang lalu kembali memakan buah mangganya dengan sangat lahap.


"Maksudku. Mungkin tuan sedang ngidam."


"Ngidam dari mana? Aku itu pria bukan wanita." Sentak Elang. "Jangan ganggu aku makan."


"Tapi tuan. Iparku juga dulu begitu. Adikku hamil tapi iparku yang ngidam." Jelas Roy membuat Elang menghentikan makan.


"Coba jelaskan" titah Elang.


Dan Roy pun menjelaskan tentang kehamilan adiknya yang membuat iparnya sangat tersiksa karena mengalami masa mual dan juga terus merasakan pusing.


"Ini di namakan couvade syndrome atau kehamilan simpatik. Dimana seorang wanita hamil dan yang merasakan ngidam adalah sang suami." Jelas Roy.


"Apa mungkin?" Gumam Elang.

__ADS_1


"Apa tuan menghamili nona Hana?" Tanya Roy


"Tidak! Tidak mungkin aku tidur dengan wanita itu." Bantah Elang.


"Syukurlah." Ucap Roy dengan polosnya.


"Syukurlah?" Tanya ulang Elang.


"Iya tuan. Kan kontrak anda sisa sembilan bulan lebih lagi. Tapi jika nona Hana hamil maka bisa saja kontrak di batalkan."


"Mau hamil sekalipun aku tidak akan melanjutkan kontrak itu. Toh kalaupun dia hamil itu jelas-jelas bukan anakku." Jelas Elang dengan tegas.


Hana menghentikan niatnya untuk mengantar langsung makanan yang ia bawa. Dan menitipkan makanan tersebut kepada sektretaris Elang.


"Aku hanya prihati dengan mu. Makanya aku membawa ini. Tapi tenang saja, sampai anak ini lahir aku tidak akan pernah memberitahukan mu kebenarannya." Gumam Hana sambil berjalan menunduk.


"Auhhh.." Rigis Hana saat ia menambrak tubuh pria yang kini berada di hadapannya.


"Kau!" Ucap pria dan Hana secara bersamaan.

__ADS_1


"Breng*sek." Teriak Hana sambil memukul tubub Adit namun dengan cepat Adit menahan lengan Hana.


"Lepaskan aku, dasar pria bre*ngsek."


"Apa yang kau lakukan. Dasar wanita gi*la." Balas Adit, hingga membuat keributan.


••••••


"Kanaya." Gumam Aron saat melihat Kana yang saat ini sedang menjemur pakaian di samping rumah.


"Kananya. Kau kah itu." Ucapnya kembali sambil terus menatap Kana, dan tanpa terasa air mata jatuh membasahi pipi Aron.


Aron selama ini menderita karena terus memikirkan wanita yang sangat ia cintai yaitu kananya. Namun Aron pun juga sangat menyesali apa yang telah ia perbuat beberapa bulan yang lalu. Yang telah berhasil menghancurkan hidup Kana, lalu dengan santainya pergi meninggalkan Kana di saat Kana sedang membutuhkan dirinya.


"Maafkan aku Kana. Maaf." Lirih Aron


"Kana..." Panggil sang ayah


"Iya ayah." Jawab Kana, lalu mata Kana tanpa sengaja melirik ke arah jalan.

__ADS_1


"Tidak! Tidak mungkin." Gumam Hana saat melihat sosok pria yang sedang berjalan membelakang.


__ADS_2