Wanita 500jt

Wanita 500jt
Bab 60


__ADS_3

Kana membuka pintu kamar Hana, dan melihat Hana yang saat ini duduk di tepi tempat tidur dengan melamun. Entah apa yang di lamunkan Hana, yang jelas Kana merasa kasihan kepada sang adik. Kana memutuskan masuk ke dalam kamar mencoba menghibur Hana agar Hana bisa sedikit lupa dengan bayinya.


"Hana." Sapa Kana dan langsung duduk di tepi tempat tidur tepat di samping Hana.


"Jangan larut dengan kesedihanmu." Ucap Kana sambil menggenggam tangan Hana.


"Kau ingat Hana, dulu aku juga pernah mengalami sakit dan hancur berkeping-keping. Dan aku pun larut, terus meratapi diriku tanpa berfikir panjang dan tanpa melihat sekelilingku, ada ayah dan kamu yang selalu ada menyanyangiku, menjagaku. Aku larut dengan duniaku sendiri dengan pikiranku sendiri, sehingga membuatku melewati masa yang begitu semakin membuatku hancur. Tapi kau tahu, aku menyesal, sangat-sangat menyesal karena kenapa aku harus menghukum diriku sendiri. Dan kini aku sadar, kita harus bangkin melawat apa yang telah terjadi dengan diri kita. Karena jika kau terus meratapi nasib maka kau akan terus berada di putaran itu. Tanpa mundur ataupun maju"


"Kak." Ucap Hana sambil menangis


Hiikkksss, hiiikkkksss, hiiikkkkkssss.


"Aku akan belajar mengikhlaskan." Kata Hana.


Kana menepuk pundak belakang Kana dengan lembut.


"Aku percaya padamu. Kau sangat kuat dan tegar melebihi diriku, dan aku yakin kau sangat mampu melewati ini" kata Kana.

__ADS_1


"Hapus air matamu." Ucap Kana sambil mengusap air mata di pipi mulus Hana.


Lalu Kana menyerahkan amplop coklat ke Hana, amplop yang memang sejak tadi ia bawa ke dalam kamar Hana.


"Apa ini?" Tanya Hana sambil menatap wajah Kana.


"Gunakan uang ini sebaik mungkin."


"Kak.."


"Jangan tanyakan dari mana. Cukup kau gunakan saja.."


Setelah Hana keluar dari rumah sakit, Hana terus mengurung diri di dalam kamar, sehingga membuat Kana ikut merasakan kesedihan. Luka yang di rasakan Hana tak sebanding dengan luka yang Kana rasakan dahulu. Hingga Kana memutuskan untuk membantu sang adik agar bisa keluar dari lingkaran pernikahan kontrak yang saat ini di jalani oleh adiknya.


Kana terus berjalan mondar mandir di depan pintu kamar Aron..


"Masuk, tidak." Gumam Kana terus menerus.

__ADS_1


Kana ingin masuk ke dalam, namun trauma yang dulu ia rasakan sesekali muncul terbesit di dalam pikirannya. Kana menghembuskan nafasnya secara perlahan, lalu memantapkan diri untuk masuk ke dalam kamar Aron. Namun saat Kana memegang hendel pintu, tiba-tiba pikiran itu kembali datang. Sehingga membuat Kana memutuskan niatnya.


"Maafkan aku Hana." Batin Kana, lalu memiih pergi dari depan pintu kamar Aron.


Namun saat Kana melangkah, tiba-tiba saja Aron keluar dari dalam kamar.


"Ada apa?" Tanya Aron yang memang sedari tadi mengetahui jika Kana berada di depan kamarnya.


"Aku.." Ucap Kana sambil mere*mas ke dua tangannya. Sungguh Kana belum siap menatap mata Aron.


"Katakan padaku apa yang ingin kau katakan."


"Aron. Bukan kah kau akan melakukan apa pun demi mendapatkan maaf dariku?" Tanya Kana memberanikan dirinya.


"Iya. Apa pun itu akan aku lakukan." Jawab Aron. Namun dalam hati, Aron berkata tidak akan sanggup melakukan jika Kana meminta dirinya agar pergi menjauh. Karena Aron belum mau, dan belum siap untuk kehilangan Kana.


"Hhhhh..." Kana menggigit ujung jarinya.

__ADS_1


"Ada apa? Katakanlah, aku siap melakukan apa pun."


"Aron, berikan aku uang sebanyak yang Elang berikan pada Hana. Aku ingin memberikan uang itu pada Hana, agar Hana dapat mengganti semua uang yang ia dapat dari Elang." Kata Kana dengan cepat.


__ADS_2