Wanita 500jt

Wanita 500jt
Bab 77


__ADS_3

Hana menatap sekeliling rumah. Rumah dimana ia dulu pernah tinggal, dan pernah merasakan siksaan. Rumah yang memberikan kesan yang membuat Hana harus kehilangan salah satu bayinya. Rumah dimana ia tidak pernah di anggap ada. Dan rumah dimana perkataan Hana selalu saja di anggap salah.


"Masuklah. Aku sudah menyiapkan kamar mu dan juga kamar Zakira." Kata Elang dengan sangat sopan.


"Aku dan Zakira akan tidur bersama. Jadi jangan pisahkan kamar kami." Ucap Hana tanpa melihat wajah Elang.


"Baiklah. Kalau begitu ikut aku. Aku akan mengantarmu ke dalam kamar"


"Nyonya." Sapa Atira yang melihat Hana kembali datang ke rumah besar ini.


"Atira." Sapa Hana, sambil tersenyum.


Atira langsung memeluk tubuh Hana, melepaskan rindu.


"Bagaimana kabarmu??"


"Aku baik-baik saja. Dan lihatlah." Kata Hana sambil melirik ke arah Elang yang saat ini menggendong Zakira.


"Nyonya muda." Sapa Atira mendekat pada Zakira.


"Tuan, boleh kah saya menggendong nyonya muda."


"Tentu."

__ADS_1


Hari, hari berlalu. Elang benar-benar menunjukkan perubahan besar pada sifatnya. Elang yang dulu penuh dengan emosi kini melembut dan menjadi hangat. Membuktikan perkataannya dengan selalu ada untuk Hana dan juga Zakira.


Tiap hari, selalu ada saja hal yang Elang lakukan agar bisa membuat Hana terpukau, dan bisa membuat Hana menjadi jatuh cinta padanya. Hana, hanya terus saja tersenyum mendapatkan perlakuan khusus dari Elang.


"Hanaya, terima kasih karena sudah memberikan ku kesempatan." Ucap Elang saat kini dirinya sedang berada di ruang keluarga.


Hana yang saat ini sedang duduk sambil menonton tv, langsung menoleh ke arah Elang.


"Ya."


"Bagaimana? Apa kau sudah mencintaiku?" Tanya Elang.


"Cinta?" Ulang Hana.


"Bagaimana kalau aku bilang cinta? Apa perbuatanmu padaku akan berubah? Karena kau sudah mendapatkan apa yang kau mau? Dan bagaimana jika aku bilang tidak? Apa kau akan menyerah? Atau terus berjuang? Sedangkan di luar sana banyak wanita yang rela mengantri untuk menjadi isrtimu."


"Hananya!" Ucap Elang.


"Mau kau cinta atau tidak, tetap perlakuan ku padamu akan seperti ini. Dan biar seluruh wanita antri di laur sana, tetap ibu dari anakku adalah kamu. Dan satu-satunya istriku adalah kau. Dan jangan pernah berkata yang tidak-tidak. Karena posisimu sebagai ibu dari Zakira tidak akan pernah goyah, begitu pun dengan posisimu menjadi nyonya Elang." Jelas Elang


"Maaf karena nada suara ku meninggi." Ucap Elang lalu berdiri.


"Aku mau melihat Zakira dulu." Elang langsung pergi, meninggalkan Hana yang saat ini masih duduk seorang diri.

__ADS_1


"Sayang. Apa yang harus papa lakukan agar hati ibumu mau luluh dan menerima papa kembali." Ucap Elang sambil berbaring di samping Zakira.


"Kau tahu sayang. Ibumu satu-satunya wanita yang berhasil mengukir nama di hati papa. Tapi papa begitu bod*oh karena lambat menyadari perasaan papa ini."


"Zakira sayang. Papa harus bagaimana lagi?" Lirih Elang.


Karena sudah banyan hal yang Elang lakukan namun tetap saja Hana masih berlaku dingin pada Elang.


Tok.. tok.. tok..


Suara ketukan dari luar.


"Masuklah." Ucap Elang lalu bangun dari tidurnya.


"Aku ingin memindahkan Zakira ke kamarku." Ucap Hana saat masuk ke dalam kamar Elang.


"Biarlah Zakira tidur bersama ku malam ini. Aku janji akan menjaga Zakira."


"Tapi..."


"Tolong izinkan aku."


"Baiklah, tapi jika Zakira rewel, tolong bawa ke kamarku."

__ADS_1


"Iya."


__ADS_2