
"Bagaimana keadaan bayiku?" Tanya Hana, saat dirinya sudah rapi.
"Baby Z baik-baik saja." Jawab Kana. Yang kini sedang berada di dalam kamar Hana.
Hana sudah mengetahui sejak sebulan yang lalu, saat dirinya pertama kali menginjakkan kaki di rumah Aron. Aron langsung menjelaskan semuanya, jika ternyata Hana mengandung bayi kembar, namun sayangnya salah satu bayi Hana tidak bisa di selamatkan. Nanum hingga kini Hana belum bisa melihat langsung bayinya yang kini masih berada di rumah sakit. Karena Aron masih melarang Hana, karena Aron takut jika sampai Elang tahu, maka Elang akan merebut dengan paksa bayi yang saat ini berada di bawah penjagaan Aron.
"Aku sudah tidak sabar untuk melihat bayiku, menggendong dan juga mengurusnya." Kata Hana sambil menatap layar ponselnya yang terdapat foto baby Z yang kini menjadi walpaper di ponselnya.
"Kau ingin melihatnya?" Tanya Kana.
"Tentu. Tapi aku tidak ingin, jika dia (Elang) mengetahui kalau ternyata bayiku kembar."
"Aku tidak ingin, dia (Elang) mengambil harta yang paling berharga dalam hidupku."
"Lalu bagaimana? Kapan kau akan bertemu dengannya?"
"Secepat mungkin. Karena aku tidak ingin berlama-lama terlibat dengan dia."
Lalu Hana berjalan menuju jendela kamar, dan melihat ke arah luar. Masih ada mobil Elang yang terparkir di depan pintu gerbang. Dari arah kejahuan, Hana dapat melihat Elang yang kini duduk di dalam mobil, yang sedang menunggu pintu gerbang untuk di buka.
"Apa dia tidak pernah pulang?" Tanya Hana.
__ADS_1
"Hanya mandi, dan makan. Itupun jarang." Jawab Kana.
•••••••••
Widia langsung duduk di taman, dengan perasaan yang tidak menentu, setelah mendengar perkataan Aron.
Lalu ponsel Widia terus berdering. Namun Widia tidak menjawab dan mengabaikan ponselnya. Dan bukan hanya telpon yang masuk, namun ada berapa banyak pesan, namun Widia sama sekali tidak ingin menyentuh ponselnya saat melihat nama yang tertera di layar ponselnya.
"Maafkan aku Kana, maafkan aku Hana." Gumam Widia lalu berjalan, namun langkahnya terhenti kala tiba-tiba Adit datang dan langsung memegang lengannya.
"Apa yang terjadi? Kenapa tidak membaca pesan ku, dan tidak menjawab panggilanku." Tanya Adit saat mereka sudah saling berhadapan.
"Kau kenapa? Katakan apa yang terjadi?"
"Kenapa? Katakan?"
"Mulai sekarang jangan hubungi aku lagi."
Note : Widia dan Adit akan di bahas di novel yang lain.
•••••
__ADS_1
Kana berjalan keluar dari rumah menuju gerbang. Dan saat pengawal Aron membuka pagar, Elang yang berada di atas mobil langsung buru-buru keluar dari mobil.
"Kana." Panggil Elang,
"Pulanglah." kata Kana, saat sudah beridir di hadapan Aron.
"Tidak! Aku tidak ingin pulang."
"Egois." Ucap Kana dengan ketus.
"Harusnya kau sadar diri. Apa yang telah kau perbuat itu adalah kesalahan yang sangat besar, dan kesalahan mu itu kesalahan yang tidak dapat untuk di maafkan. Jadi kau harus pulang, jangan berdiam diri di sini."
"Aku tahu aku salah. Aku menyesal, sangat menyesal. Maka dari itu, aku seperti ini karena ingin menebus rasa bersalahku pada Hana dan juga pada keluargamu."
"Simpan saja permintaan maafmu karena aku yakin Hana tidak akan mau memaafkan dirimu."
Elang langsung memegang tangan Kana.
"Tolong bantu aku. Tolong." Ucap Elang dengan lirih.
"Aku janji, apapun akan aku berikan asal kau mau menolongku." Timpalnya kemudian.
__ADS_1
"Maaf, tapi kami tidak butuh apapun darimu. Apalagi uangmu, kami tidak butuh. Karena yang kami butuh hanya kau pergi dari kehidupan Hana." ketus Kana