Wanita 500jt

Wanita 500jt
Bab 38


__ADS_3

Semua mata memandang ke arah Hana kala Hana berjalan dengan di kawal dua pria yang berada masing-masing di sebelah kiri dan kanan Hana. Hana merasa risih dengan pandangan semua orang yang menatap ke arah dirinya. Hingga Hana menghentikan langkah dan menoleh ke arah salah satu pengawal.


"Apa ada yang salah dengan ku?" Tanya Hana, sambil melihat sendiri tampilannya, yang Hana rasa cukup sopan dan juga rapi.


"Tidak nyonya." Ucap pengawal tersebut.


Hana kembali melangkahkan kakinya menuju resepsionis.


"Dimana ruangan Elang?" Tanya Hana.


"Maaf, kalau boleh tahu anda siapa? Dan ada keperluan apa? Apakah sudah ada janji dengan tuan Elang?" Tanya perempuan cantik yang kini berhadapan dengan Hana.


"Ini.." Hana menunjukkan kotak bekal yang ja bawa. "Aku ingin memberikan kotak bekal ini untuk Elang."


"Tapi nona. Apa anda sudah mempunyai janji untuk bertemu?"


"Janji?" Ulang Hana terdiam sesaat. "Tapi aku ini ist...." Belum sempat Hana berkata, Roy langsung datang menghampiri.


"Nona Hana.." Panggil Roy


"Tuan Roy. Untunglah kau di sini."

__ADS_1


"Nona, apa yang anda lakukan di sini?" Tanya Roy.


"Tuan Roy, aku ingin memberikan ini pada Elang. Karena tadi dia tidak sempat sarapan pagi di rumah"


"Baiklah ikut denganku." Ucap Roy dan langsung melangkahkan kakinya.


"Kau dengar sendiri apa kata wanita tadi?" Ucap salah satu wanita yang mendengar percakapan Hana dan juga Roy.


"Apa dia istri tuan Elang?" Tanya salah satu wanita itu.


"Tidak mungkin! Tidak mungkin tuan Elang mempuyai istri seperti itu."


"Iya betul, dia pasti hanya pembantu di rumah tuan Elang."


"Silahkan masuk nona." Roy mempersilahkan Hana masuk saat pintu ruangan Elang sudah terbuka.


"Makasih pak Roy" Ucap Hana lalu berjalan masuk ke dalam.


Elang duduk di kursi kebesarannya sambil menatap berkas yang ada di hadapannya, hingga tidak menyadari jika saat ini Hana sudah berdiri di hadapannya dengan kotak bekal yang masih Hana pengang.


Hana diam, ia tidak tahu harus berkata apa karena melihat Elang yang terlalu fokus menatap berkas.

__ADS_1


"Sudah sepuluh menit." Batin Hana,


Ya, Hana sudah sepuluh menit Hana menunggu namun Elang tetap saja tidak menyadari keberadaan Hana. Hana pun, juga tidak ingin mengganggu maka dari itu ia hanya berdiri mematung.


"Sabar sekali anda nona. Semoga anda bisa meluluhkan hati tuan Elang." Gumam Roy, saat dirinya mengintip di balik pintu yang ia buka.


"Bayi raksasa." Gumam Hana, yang masih dapat di dengar oleh Elang, sehingga membuat Elang tersadar jika ternyata dirinya tidak sendiri di ruangannya.


"Kau! Apa yang kau lakukan di sini?" Tanya Elang, sesaat setelah melihat Hana berdiri di hadapannya.


"Aku.. Makanlah." Ucap Hana sambil meletakkan kotak bekal di meja kerja Elang.


Elang menaikkan satu alisnya, menatap pada kotak bekal yang di letakkan Hana di meja kerjanya. Melihat Elang yang hanya diam memandang kota bekal, Hana pun langsung dengan sigap membuka kotak bekal itu.


"Aku membuatkan ayam goreng kesukaanmu. Kata Atira, jika kau sangat suka dengan ayam goreng" Ucap Hana.


"Hentikan!" Ucap Elang dengan ketus.


"Apa ini? Apa kau sedang berusaha merayuku?" tanya Elang sambil berdiri dari duduknya.


"Tidak. Aku sedang tidak merayumu." Jawab Hana dengan sangat jujurnya, karena memang tidak ada sama sekali niat bagi Hana untuk merayu Elang.

__ADS_1


"Hahahahahahah.." Elang tertawa mendengar penuturan Hana. "Wanita seperti mu hanya memikirkan uang, dan uang saja. Jadi sudah hal yang lumrah jika kau melakukan ini, pasti ada maunya." Ucap Elang sambil berdiri tepat di hadapan Hana, dan menatap tajam Hana.


__ADS_2