
Elang menangis terharu. Perasaan bahagia, marah kecewa semua bercampur menjadi satu. Seperti gado-gado yang tercampur di dalam piring.
Monara mencaritakan semuanya pada sang putra tentang apa yang terjadi selama ini. Selama Elang menutup diri dalam kamar meratapi penyesalan yang telah melukai hati Hananya.
Flashback
Setelah mendapat kabar dari Roy, tentang bagaimana kabar Elang saat ini. Ibunda Aron langsung memutuskan untuk berangkat ke kota J, dimana Aron dan juga Elang tinggal menetap di sana. Namun berita tentang datangnya ibunda di rahasiakan oleh Roy dari Elang.
Hampir setiap hari Monara mendatangi kediaman Hana untuk melihat kondisi Hana dan juga cucu tercintanya. Dan Monara sangat bersyukur karena Hana mau menerima dirinya, tanpa menyimpan dendam sama sekali. Padahal mengingat kesalahan Elang sudah sangat tidak masuk di akal.
Tiap hari, Monara memberikan kasih sayang dan perhatian pada Zakira, dan juga pada Hana. Hingga membuat Zakira sudah terbiasa dengan kehadiran omanya. Begitupun juga dengan Hana. Kehadiran ibunda Elang sangat membantu dirinya dalam menjaga dan mengawasi tumbuh kembang sang buah hati.
__ADS_1
Dan tak henti-hentinya, Monara selalu memberikan masukan pada Hana, agar bisa memberi maaf pada Elang. Mau itu, hari ini, minggu ini, bulan ini atau bahkan sepuluh tahun mendatang. Tapi Monara memberikan pesan. Untuk agar Hana memberikan ruang waktu untuk Elang dan juga Zakira agar keduanya bisa saling mengenal satu sama lainya.
"Aku tahu, kau terluka.. Bunda saja yang mendengar cerita dari Aron, sungguh hati bunda terluka. Apalagi kau nak. Bunda tahu tidak muda untuk melupakan apa yang telah terjadi. Tapi bunda berharap suatu saat nanti, kau mau mempertemukan Zakira dan Elang. Agar mereka bisa salinh mengenal."
"Bunda." Ucap Hana.
"Tidak sekarang. Bunda akan sabar menunggu kamu akan siap. Sebagaimana kamu telah sabar selama ini menghadapi sifat anak bunda."
"Kau tahu nak. Saat ini Elang sedang mengurung dirinya di dalam kamar. Setiap detik, dia selalu meratapi penyesalannya. Itulah makanya dia tidak pernah lagi muncul. Namun, kau harus tahu kalau Elang sungguh menyesal dan satu lagi, Elang mencintaimu." Jelas Monara.
"Bunda."
__ADS_1
"Jangan berusaha melupakan masa lalu. Karena itu akan membawamu kembali pada penyesalan. Tapi obatilah masa lalu mu dengan waktu. Karena waktu akan mampu memnghampus semuanya." kata sang Bunda.
FlashOn
Elang bahagia, karena ternyata duganya selama ini, tentang bayi yang sempat ia selidiki di rumah sakit ternyata memang adalah anak kandunganya. Namun, usahanya kala itu gagal karena ternyata ada ikut campur dari ibundanya. Tapi meskipun begitu, Elang juga merasa sedih, karena ternyata salah satu anaknya memang benar telah meninggal dunia.
"Mulai sekarang, kau harus lebih giat bekerja. Anak mu semakin hari semakin menggemaskan. Dia butuh kamu dan juga butuh asupan gizi. Dan yang terpenting buat mereka bahagia." kata sang bunda.
"Iya bun. Elang janji akan membahagiakan Zakira. dan juga Hana." Kata Elang sambil menatap ponsel bundanya yang terdapat foto Hana dan juga Zakira.
Dan dari sinilah awal mula kembali Elang akan memperjuangkan cintanya dan buah hatinya.
__ADS_1