Wanita 500jt

Wanita 500jt
Bab 50


__ADS_3

Widia berjalan menjauh dari Hana, agar bisa memberikan ruang untuk Hana dan juga Aron.


"Apapun keputusanmu Hana, semoga itu yang terbaik untuk Kana dan juga pria itu." Gumam Widia dan terus berjalan sampai tidak memperhatikan kendaraan yang lewat.


Pippp.......


Suara klakso mobil terdengar sangat keras membuat Widia menghentikan langkahnya sambil menutup kupingnya. Widia mengirup nafas lalu membuka matanya secara perlahan dan juga menurunkan tangannya dari kupingnya.


"Syukurlah aku masih hidup." Kata Widia lalu menoleh ke arah mobil, dan lalu Widia menghampiri mobil tersebut


"Buka.." Kata Widia sambil mengetuk pintu kaca mobil.


Pria yang berada di dalam mobil yang saat ini sedang duduk di kursi belakang langsung menurunkan kaca mobilnya.


"Minta maaf. Cepat!" Ucap Widia sambil menatap tajam pada pria yang kini sedang duduk di dalam mobil.


Pria itu tetap asyik menatap layar ponselnya, seakan tidak mendengar sama sekali ucapan Widia.


"Hey. Kau tuli? Sayang sekali. Berpenampilan bagus tapi tuli." Kata Widia sambil tersenyum sinis.


"Apa kau bilang?" Tanya Adit tidak terima dengan perkataan Widia.


Pria yang kini sedang berada di dalam mobil adalah Aditya, sahabar dari Elang dan juga Aron.


"Minta maaf. Karena kau sudah membuat ku hampir mati. Cepat! Selagi aku masih baik, jadi minta maaflah."


"Wahai gadis pemarah. Kau yang salah, karena menyebrang jalan tanpa melihat ke kiri dan ken kanan. Jadi kau yang harus minta maaf, bukan aku."


"Kau!" Widia menunjuk Adit, lalu kemudian tangan Widia menjewer kuping Adit dengan sangat kerasnya.

__ADS_1


"Auuhhh lepaskan."


"Itu pelajaran untukmu karena tidak meminta maaf padaku." Ucap Widia lalu, melepaskan kuping Adit.. Lalu Widia kembali berjalan meninggalkan Adit yang kini masih mengusap kupingnya karena masih terasa nyeri.


"Tunggu, sepertinya aku mengenal pria itu." Gumam Widia sambil mengingat wajah Adit.


Saat mobil Adit sudah melaju, melesat jauh Widia baru tersadar.


"Diakan pria yang..." Widia memutar tubuhnya dan mencari keberadaan mobil Adit namun tidak menemukan sama sekali.


Sedangkan Adit, di dalam mobil, ia terus mengusap kupingnya sambil tersenyum


"Wanita unik" gumam Adit.


••••


Aron langsung berdiri di hadapan Hana, lalu menatap Hana dengan tatapan penuh penyesalan.


"Ya."


"Apa yang ingin kau katakan???" Tanya Hana. Lalu Hana menatap ke arah danau.


Aron terdiam sesaat lalu menghembuskan nafas secara perlahan.


"Maafkan aku." Ucap Aron dengan suara rendah.


"Maaf? Hahahha pria pantai, kenapa harus minta maaf? Perasaan kau tidak punya salah padaku" kata Hana sambil tertawa ringan mendengar perkataan Aron.


"Maaf karena perbuatanku membuat mu menderita." Ucap Aron.

__ADS_1


Hana semakin di buat bingung oleh Aron yang terus meminta maaf padanya. Padahal jelas sekali Hana tidak tahu kesalahan apa yang di buat pria yang saat ini ada di hadapannya. Yang Hana tahu, pria pantai ini adalah saudara kandung dari Elang yang saat ini bertatus menjadi suami kontrak Hana.


"Aku menyesal. Sangat menyesal, karena telah menghancurkan masa depan Kana."


Mendengar ucapan itu, kaki Hana kehilangan keseimbangan, dan hampir membuatnya terjatuh. Untung saja Aron dengan sigap menahan tubuh Hana.


"Lepaskan!" Kata Hana sambil menepis tangan Aron.


"Akulah pria yang telah melukai Kana. Akulah pria yang kejam yang telah berhasil membuat Kana hancur. Akulah pria......."


"Stop..." Teriak Kana


"Maafkan aku. Sungguh aku menyesal. Sangat-sangat menyesal." Ucap Aron dengan sangat lembut.


Hana menghembuskan nafas secara perlahan, lalu maju dua langkah mendekat di hadapan Aron.


Plakkkkkkk. Hana menampar pipi kiri Aron.


"Menyesal kau bilang?"


Plaakkkkk. Dan Hana pun kembali menampar pipi kanan Aron.


Aron tidak melawan ataupun menahan tangan Hana. Karena hal ini pantas Aron dapatkan setelah apa yang ia lakukan pada Kana. Dan akhirnya membawa Hana terjebak dengan adiknya Elang.


"Kau breng*sek. Kau sudah menghancurkan hidup kak Kana. Dan dengan santainya dan tanpa dosanya kau muncul di hadapanku seperti ini." Hana memukul tubuh Aron secara berulang kali. Dan tetap saja Aron hanya berdiri bagaikan patung.


"Aku menyesal."


"Mudah sekali kau bilang menyesal. Kau tidak tahu, apa yang kak Kana lalui hingga bisa sampai ke titik ini. Kau tidak tahu, apa yang harus aku jalanan dan ayahku hingga kami bisa seperti ini. Karena mu, kehidupan harmonis kami berubah seketika. Dan karena mu, aku harus...." Hana tidak dapat lagi meneruskan kata-katanya. Karena merasakan nyeri di perutnya.

__ADS_1


"Maafkan aku. Sungguh aku menyesal. Dan aku akan mempertanggung jawabkan apa yang telah aku lakukan." Kata Aron dan kali ini Hana yang kembali diam dengan air mata yang mulai jatuh.


Sekilas fikiran Hana terputar ke belakang, bagaikam kaset film. Hana mengingat bagaimana hancurnya hidup kakanya semenjak kejadian itu, dan dari situlah kehidupan Hana pun mulai berantakan kala Hana bekerja di kelab malam itu. Dan saat ini, dengan santainya pria yang ada di hadapannya ini berkata 'maaf' setelah semua kehidupan berjalan di luar kendali Hana.


__ADS_2