
"Hana." Kata Elang sambil merentangkan kedua tangannya dan berjalan menghampiri Hana.
Namun Hana yang melihat Elang berdiri di hadapannya dan mendekat padanya, langung berjalan mundur.,
"Hana, maaf." Kata Elang menghentikan langkahnya. Karena menyadari jika Hana tidak ingin ia mendekat.
Hana lalu mengambil kertas yang berada di dalam tasnya. Lalu merobeknya di hadapan Elang. Kertas perjanjian kontra yang memang di pegang oleh Hana.
"Ini sudah berakhir." Kata Hana sambil menatap tajam Elang.
"Tidak! Tidak Hana." Kata Elang sambil maju selangkah mendekati Hana.
"Ini. Kau hitung saja." Ucap Hana sambil meletakkan uang di atas meja.
"Uang itu lebih jauh banyak dari nominal yang aku minta dulu padamu dulu." Kata Hana.
"Dan aku minta padamu. Jangan pernah ganggu hidupku lagi, dan jangan pernah muncul di hadapanku lagi. Karna mulai saat ini, perjanjian kontrak kita telah berakhir." Kata Hana dengan tegas.
"Tidak Hana, tidak. Aku tidak ingin mengakhiri ini."
Hana tersenyum mengejek. Pria macam apa yang ada di hadapannya ini? Pria yang sudah mengambil untung atas dirinya, dan tidak mau mengakhiri hubungan yang sudah ia bangun. Sungguh pria yang ada di hadapannya ini sangat egois. Setelah apa yang ia lakukan dengan Hana, tapi masih mau mempertahankan hubungan yang hanya di landasi dengan hitam di atas putih.
__ADS_1
"Apa pun yang kau katakan aku tidak peduli lagi." Ucap Hana lalu membalikkan badannya dan melangkah.
"Aku mencintaimu Hana." Tiga kata yang keluar dari bibir Elang mampu membuat Hana menghentikan langkahnya.
"Maafkan aku. Maaf karena aku baru menyadari ini semua. Hana, please maafkan aku. Sungguh aku mencintaimu Hana."
"Apa? Apa aku tidak salah dengar?" Tanya Hana saat membalikkan tubuhnya. Hana tersenyum sinis menatap wajah Elang.
"Cinta? Kau bilang cinta? Hahahhaahahahha. Bulshit dengan kata cinta mu itu." Ucap Hana dengan nada yang seakan menyindir Elang dengan halus.
"Maafkan aku Hana. Aku akui aku salah. Please maafkan aku." Kata Elang
"Maaf. Maaf, maaf." Lirih Elang saat memeluk tubuh Hana.
Hana menarik nafas dalam-dalam dan menghembuskan secara perlahan. Hana menutup matanya, saat mendengarkan kata maaf yang keluar dari bibir Elang.
Beberapa saat kemudian, Hana melepaskan pelukan Elang dari tubuhnya dan langsung memutar tubuhnya hingga berhadapan dengan Elang.
Plakkkkkk
Satu tamparan berhasil mendarat di pipi kiri Elang.
__ADS_1
"Gampang sekali kau bilang maaf setelah apa yang kau lakukan padaku."
Bukkkhhhh. Hana memukul da*da bidang Elang.
"Dan semudah itu kau bilang cinta saat kau sudah menghancurkan hidupku."
Bukkkhhhhh, buuukkkkhhhhh
Hana terus memukul da*da bidang Elang, dan Elang hanya bisa diam, tanpa berani melawan, membiarkan Hana meluapkan perasaan emosi kepadanya.
"Kau sudah menghancurkan ku Elang, kau sudah sangat kejam kepadaku."
"Maaf." Hanya kata itu yang terus saja keluar dari bibir Elang.
"Kau menyiksaku. Kau hancurkan mentalku, kau hancurkan perasaanku dan kau! Kau merebut harta yang selama ini aku jaga. Kau jahat! Sungguh kau sagat jahat Elang." Ucap Hana,
Air mata yang sejak tadi Hana tahan, kini sudah jatuh membasahi pipinya. Kenangan silam kini kembali terbesit dalam pikirannya. Sakit, kecewa, hancur. Semua perasaan menyatu menyeruak di dalam diri Hana. Sungguh Hana tidak tahu harus berkata apa lagi kepada pria yang saat ini berdiri di hadapannya. Pria yang berhasil memporak porandakkan kehidupannya. Kehidupan yang bak seperti roller coster. Hingga Hana sampai pada titik terendahnya, ia harus rela kehilangan salah satu buah hatinya karena perilaku yang ia dapatkan dari pria yang berdiri di hadapannya saat ini.
"Pukul aku. Pukul hingga kau puas. Pukul! Tapi tolong maafkan aku Hana. Maaf." Kata Elang dengan sangat lirih.
Sungguh hati Elang juga sangat teriris melihat wanita yang entah sejak kapan telah berhasil mengisi hatinya, kini telah menangis di hadapannya. Dan yang membuat Elang merasakan sakit, karena wanita yang ia cintai menangis karena ulah dari perbuatannya.
__ADS_1