
Setelah berunding cukup lama di dalam kamar tadi. Kini Kana dan juga Hana telah berada di dapur, mereka berdua kini telah sibuk memasak untuk persiapan makan malam. Yang biasanya hanya untuk mereka berempat, tapi kini porsi harus di tambahkan dua lagi. Karena kedatangan tamu yang tidak di duga dan tamu yang lupa untuk pulang.
Dari arah ruang tengah, terdengar jelas suara tawa Zakira. Dan juga dua suara pria yang Hana dan Kana hafal betul. Siapa lagi jika bukan Aron dan juga Elang. Adik kakak yang telah berhasil membuat hidup Hana dan Kana menjadi porak-porandakan. Tapi itu dulu, sekarang pria itu kini telah berjuang maaf.
"Zakira hari ini terlihat sangat bahagia." Ucap Ayah Hana melihat cucunya yang terlihat begitu bersemangat dengan kedua pria yang kini ada di hadapannya.
Kedua pria itu bahkan rela menjadi kuda-kuda agar Zakira bahagia. Elang sampai menjadi kuda dan menaikkan Zakira di punggung belakangnya dengan Aron yang setia memengang tubuh Zakira agar tidak terjatuh.
"Rumahku sepertinya kembali hidup dengan kehadiran Zakira. " Batinnya.
Beberapa saat kemudian.
"Ayah. Sudah waktunya makan." Ajak Kana, setelah berunding dengan Hana, untuk siapa yang akan keluar memanggil ayahnya.
"Zakira ayo sayang. Ibumu sudah menunggu" Ucap Kana kembali.
"Biar aku yang jaga Zakira. Ayah silahkan makanlah." Ucap Elang, dan sejak keakraban mereka tadi, panggilan yang tadinya pak, kini telah berubah menjadi ayah.
__ADS_1
"Tidak. Kalian berdua harus ikut makan dengan ku." Ajak sang ayah. Hingga membuat Kana menghembuskan nafasnya secara kasar.
Lagi dan lagi. Hana harus di buat canggung di rumahnya sendiri karena kehadiran Aron. Bagaimana tidak! Karena setiap Aron datang, dia sangat pandai merebut hati ayahnya.
"Kana, gendong Zakira. Karena papanya juga akan ikut makan dengan kita."
"Tapi ayah." Ucap Elang merasa tidak enak hati
"Jangan banyak tapi. Ayo kita makan."
••••
Setelah beberapa saat kemudian.
"Ayah, aku harus membawa Zakira ke dalam kamar dulu." kata Hana.
"Iya, tapi setelah itu kembali lah. Ayah beri waktu lima menit saja."
__ADS_1
"Ha?" gumam Hana. Situasi yang ingin Hana hindari dengan membawa Zakira menjadi alasan. Namun sang ayah, justru tidak memberikannya izin.
"Lebih nikmat jika makan bersama."
"Baiklah ayah."
Hana menurut apa kata ayahnya.
"Ayah, makan malam ini benar-benar nikmat" puji Aron sambil tersenyum dan melirik Kana sesaat.
Kana yang merasa dirinya di lirik oleh Aron, langsung menoleh ke arah Aron dan menatap wajah Aron dengan tatapan mata yang di buat bulat, menatap Aron seakan ingin siap memberikan pelajaran pada Aron. Dan bukannya takut, Aron justru tersenyum melihat wajah Kana.
Dan hingga makan malam selesai. Hana tak kunjung juga keluar dari dalam kamar..
Hingga beberapa saat kemudian, sang ayah masuk ke dalam kamar dan memberitahukan Hana jika Aron dan juga Elang pulang. Dan dengan bernafas lega, Hana keluar dari dalam kamar.
"Hana, kau tega meninggalkan aku sendiri." omel Kana.
__ADS_1
"Kak. Tadi Zakira rewel minta di temani tidur. Makanya aku tidak keluar."
"Alasan." Ucap Kana, dengan wajah yang di buat cemberut.