
Setelah keadaan Megy cukup membaik, Eren akan membawa Megy kembali ke Indonesia.
dan untuk urusannya di Indonesia, Eren sudah meminta bantuan kepada sahabatnya yaitu ketrin.
"Aku sudah menyelidikinya beberapa hari ini, dan aku sudah menempatkan orang-orang ku untuk terus mengawasinya."
penjelasan ketrin melalui sambungan telepon.
"Dan untuk informasi Tante Talita, itu masih ada yang janggal, tapi aku akan berusaha segera dapet informasinya."
lanjut penjelasan ketrin melalui sambungan telepon tersebut.
"Terimakasih atas bantuannya, kabari aku segera bila ada hal penting."
"Yap," ucap ketrin sebelum sambungan telepon terputus.
setelah sambungan telepon terputus, ketrin kembali fokus dengan tugasnya.
saat ini ia sedang berada di salah satu hotel eklusif, ketrin sedang mengikuti seorang laki-laki yang bernama Antoni.
ketrin menggunakan penampilan penyamaran, menggunakan topi, kaca mata bulat dan wig.
ketrin terus mengikuti langkah laki-laki tersebut hingga berhenti disalah satu kamar.
saat tuan Antoni sudah masuk ke kamarnya, ketrin nampak menghubungi seseorang melalui chip.
"Aku sudah mengetahui keberadaan target, kau di mana?"
"Aku ada di kamar 2009."
"2009." Ketrin mengulangi ucapan pria di balik sambungan chip seraya melangkahkan kakinya.
damn.
umpat ketrin setelah menemukan nomor kamar 2009 adalah kamar yang dimasuki tuan Antoni.
hahahaha.
terdengar tawa dari sambungan chip.
"Awas kau, Chen."
"Kau yang awas, makanya fokus, bersiaplah sekarang, ambil kunci cadangan di bawah pojokan."
tanpa menunggu lama, ketrin langsung mengambil kunci cadangan tersebut, lalu menyusup masuk ke dalam.
"Aman," gumamnya seraya memastikan tuan Antoni.
Abel wanita suruhan ketrin untuk menggoda tuan Antoni kini sudah bereaksi.
Dan seperti yang terlihat tuan Antoni sangat menikmati permainan dari Abel.
dan di saat tuan Antoni sudah merasa terbang ke nirwana, antara sadar dan kenikmatan.
ketrin dan Chen mendekati dua manusia yang sedang melakukan gumulan panas itu.
dengan gerakan cepat, Chen langsung meraih tangan tuan Antoni lalu membrogol nya.
ketrin mengkode Abel untuk pergi dari ruangan.
"Ah lepaskan!" tuan Antoni memberontak, ia baru sadar kalau dirinya sedang di tipu.
__ADS_1
"Siapa kalian, kenapa kalian menangkap aku!"
"Diam ..." ucap Chen dan ketrin bersamaan.
lalu setelahnya membawa tuan Antoni pergi dari ruangan tersebut. setelah Chen menyuntikan obat bius ke tubuh tuan Antoni.
setelah berada di dalam mobil, Chen melajukan mobilnya dengan cepat.
Chen membawa tuan Antoni ke sebuah tempat yang di mana jauh dari jangkauan orang-orang.
sebuah ruangan di mana di dalamnya banyak senjata-senjata api.
bruk.
Chen melempar tubuh tuan Antoni, suara benturan keras itu tidak sedikit pun membuat sang pemilik tubuh bangun.
"Enaknya kita apakah orang ini." Chen berbicara seraya tangannya memilih-milih senjata api yang ada di ruangan tersebut.
"Kita tinggal menunggu Eren, setelah orang ini memberikan informasi yang jelas, baru kita bebas melakukan apapun pada orang ini."
setelah berucap, ketrin pergi meninggalkan ruang tersebut.
di tempat lain.
di mansion milik kediaman keluarga Benz.
ibu Lusi tampak sibuk menyiapkan kamar untuk adik menantunya yaitu Megy.
karena dari info yang ia dapat bahwa malam ini Megy dan Eren telah sampai di Indonesia.
kali ini ibu Lusi tampak semangat menyambut kedatangan Eren karena ia telah mengetahui Eren mengandung cucunya.
"Ah gemas sekali." Ibu Lusi memegang kaos kaki bayi seraya membayangkan bayi lucu di pikirannya.
Ethan menjemput kepulangan Eren di bandara, Eren yang tengah sampai di pintu keluar begitu terkejut kedua matanya bertemu dengan bola mata Ethan.
"Ah apa dia menjemput aku," batin Eren kegirangan rasanya ingin melompat-lompat tapi malu kalo diliat banyak orang.
Megy dan yang lainnya sudah masuk ke dalam mobil. Ethan membukakan pintu mobil untuk Eren, tapi wajahnya tetap datar.
"Ah bahkan dia membuka pintu mobil untuk aku." Wajah Eren bersemu merah.
"Hunakan seatbeltnya."
sebuah suara menyadarkan Eren, karena terlalu bahagia diperlukan manis, dirinya sampai lupa belum menggunakan seatbelt.
setelah itu mobil yang di kendarai Ethan melesat cepat menuju mansion.
keesokan harinya.
setelah selesai sarapan pagi, Eren mengantar Ethan berangkat kerja hingga ke pintu ruang.
dan setelah kepergian Ethan, seperti yang sudah Eren rencanakan bahwa hari ini ia akan menemui tuan Antoni.
bug bug.
suara pukulan mengenai tubuh tuan Antoni, bahkan wajahnya saja Sudah tidak berbentuk, namun tuan Antoni tetap bersuara minta di lepaskan.
"Lepaskan aku! lepaskan aku ... aku tidak kenal kalian, aku tidak ada urusan dengan kalian!"
"Bila dengan aku apakah masih belum mengenal?"
__ADS_1
sebuah suara lembut yang tidak asing tuan Antoni mendengar, ia baru melihat siluet bayangan pemilik suara tersebut, hingga akhirnya menampakkan sosok wanita cantik yang seketika membuat tubuh tuan Antoni membeku.
namun itu hanya sesaat karena di detik berikutnya tuan Antoni tertawa terbahak-bahak.
hahahaha.
Eren tersenyum sinis, benar-benar iblis, yang dulunya adalah orang kepercayaan keluarganya ternyata malah menjadi penyebab akhir hidup kedua orangtuanya.
"Katakan apa alasanmu menghancurkan keluargaku, kalo kau masih sayang nyawamu!"
Eren menatap tajam tuan Antoni, kilatan bara api di bola matanya mampu membakar siapapun yang menatapnya.
"Nyawa harus di bayar dengan nyawa."
nampak terlihat rasa dendam di bola mata tuan Antoni.
"Baik." Eren langsung mengambil salah satu senjata api di ruang tersebut, pilihannya jatuh pada senjata api yang apa bila sekali tembak musuh langsung tewas.
"Apa kau menginginkannya sekarang." Eren mengarahkan senjata api tepat ke jantung tuan Antoni.
Antoni yang melihat itu semua tubuhnya gemetar, ia belum siap bila harus mati sekarang.
"Kau tahu Antoni, bahkan wanita yang lemah lembut bisa menjadi penjahat dan menghabisi musuh dalam seketika."
Eren mulai menarik pelatuknya, lalu mulai menghitung mundur.
3
2
dan saat Eren mau mengucap angka satu, Antoni bersuara.
"Eli, ayah mu yang telah mendorong putriku dari atas gedung, karena tidak ingin rahasianya terbongkar."
dan seketika Eren langsung menurunkan senjatanya, namun sorot matanya yang tajam mampu menguliti tubuh Antoni.
"Rahasia kau bilang." Eren melangkah mendekati Antoni
"Eli bunuh diri karena kekasihnya tidak mau tanggung jawab."
seketika Antoni syok, bahkan ia bingung ucapan siapa yang harus dipercaya.
"Dan yang membawa Eli ke rumah sakit adalah ayahku!" suara Eren semakin terdengar meninggi.
"Lalu kau masih mau menuduh ayahku ... akan aku tunjukan kebenarannya hari ini."
Eren mengambil sesuatu dari dalam tasnya, sebuah rekaman suara Eli sebelum menghembuskan nafas terakhir.
dan seketika Antoni menyesal atas perbuatannya yang telah membunuh mantan bosnya.
ya, Antoni dulunya adalah seketaris ayahnya Eren.
"Ada seseorang yang menginginkan keluargamu hancur." tutur Antoni, setelah ia sadar bahwa ia hanya diadu domba oleh seseorang.
.
.
.
.
__ADS_1
yuk komen supaya author update lagi...
beri like, komen, vote, hadiah. dan masukan di vavorit kamu