Wanita Tangguh Tuan Muda

Wanita Tangguh Tuan Muda
S2. Wanita penggoda.


__ADS_3

Di sebuah pinggiran danau yang terawat indah dan nyaman, tampak seorang pria dan wanita duduk di bangku menghadap ke danau dengan pandangan lurus ke depan dan saling diam.


Rambut hitam panjangnya berayun saat wanita itu menoleh kesamping dan semakin terlihat jelas wajah cantik ketika mata itu bertemu dengan seseorang yang tengah mengajaknya bicara saat ini.


"Kamu yakin dengan keputusanmu akan kembali lagi dengan Ethan." Daniel memastikan bahwa apa yang Eren lakukan bukan dari keterpaksaan, dan ia ikhlas bila itu pilihan bisa membuat Eren bahagia. Daniel akan mundur perlahan.


"Aku yakin ... sangat yakin." Eren tersenyum seraya mengangguk mantap menandakan bahwa dirinya benar-benar yakin dengan keputusannya.


"Tapi aku belum yakin." Daniel terkekeh masam.


Eren mengerutkan dahinya.


"Bolehkah aku menguji calon suamimu itu?"


Eren semakin tampak bingung, ia tidak mengerti apa yang dimaksud oleh Daniel.


Daniel tertawa mendapati wajah bingung dari Eren.


"Lupakan, aku hanya becanda," ucap Daniel pada akhirnya dengan senyum manis ke arah Eren.


Eren bernafas lega, tadinya ia pikir Daniel akan berbuat macam-macam.


"Daniel, kau berhak bahagia."


Setelah berkata hal tersebut Eren terus beranjak pergi dari tempat tersebut meninggalkan Daniel seorang diri.


Setelah sepeninggalnya Eren, Daniel membuang nafas kasar berkali-kali seraya tersenyum masam, pandangannya lurus ke depan menatap jernihnya air danau.


Waktu terus berputar dan semakin hari semakin romantis hubungan keduanya, bahkan tanggal pernikahan tinggal menghitung beberapa hari lagi keduanya akan sah menjadi pasangan suami istri.


Eren dan Ethan tampak sedang makan malam di sebuah restoran ternama. Keduanya saling melempar senyum manis dan sesekali saling menyuapi.


Di tempat duduk tidak jauh dari keduanya, ada seorang wanita cantik yang sedari tadi mengawasi interaksi antara Eren dan Ethan.


Ahh, Bos, mengapa wanita yang menjadi sainganku berparas cantik alami tanpa make-up sepeti itu, keluh batin Aurel.


Aurel mendesah kasar saat mengetahui wanita pesaingnya, bila sama-sama wanita bermake-up tebal seperti dirinya masih bisa lah dia kalahin dengan rayuan mautnya itu pikirnya.


Tetapi setelah melihat betapa perhatiannya Ethan terhadap Eren, membuat nyalinya Aurel menciut.


Bahkan Aurel bisa melihat pandangan mata Ethan sedari tadi hanya terkunci menatap wajah cantik alami wanita di depannya.


Ahh, aku nyerah, Bos. Tidak bisa sepertinya aku, dia pria sejati bila aku paksa aku goda yang ada aku di depak ke luar angkasa, batin Aurel.

__ADS_1


Aurel terus ngedumel seraya berpikir cara apa yang harus dirinya lakukan supaya tidak terkesan menggodai tapi berhasil membuat target tergoda terhadapnya.


Ethan mengusap bibir Eren yang terdapat sedikit belepotan dan setelahnya Eren dan Ethan beranjak berdiri mau pergi meninggalkan restoran tersebut, berjalan ke arah ke luar seraya bergandengan tangan mesra.


Aurel yang melihat itu semu langsung bergegas berdiri dan dalam waktu bersamaan ada seorang pelayan yang sedang membawa minuman kearah jalan yang Ethan akan lewati dengan segera Aurel memanfaatkan kesempatan itu dan ....


Bruk.


Aurel menabrak pelayan tersebut, dan saat dirinya tiba-tiba terhuyung dengan reflek Ethan menangkap tubuhnya, posisi keduanya kini sangat intim, wajah keduanya sangat dekat dengan tangan kokoh Ethan yang memegangi pinggang Aurel, serta tangan Aurel yang melingkar di leher Ethan.


Berhasil, batin Aurel.


Aurel tersenyum manis mengeluarkan jurus mautnya.


Sebuah suara dehheman yang cukup keras berhasil membuat Ethan mengalihkan pandangannya dan seketika Ethan melepas pegangannya di pinggang Aurel.


Ethan meraih tangan Eren lalu minta maaf, bersamaan itu terdengar rintihan suara wanita yang terjerembab di lantai.


Ahhww.


Seketika Eren dan Ethan menatap ke arah sumber suara.


Eren tersenyum sinis ke arah Aurel, lalu berjalan melangkah di depan Aurel dengan bergelayut mesra di lengan kokoh Ethan.


Aurel perlahan berdiri dan menatap iba pada tubuhnya sendiri yang merasa sakit.


Di dalam sebuah mobil yang sedang melaju, Ethan mencoba menjelaskan insiden yang terjadi pada beberapa menit lalu.


"Maaf, aku tidak ada maksud yang lebih." Ethan sungguh-sungguh minta maaf takut Eren akan salah paham.


Eren hanya menanggapi dengan tersenyum, karena ia tahu wanita tadi sengaja menggoda Ethan.


"Kamu jangan marah." Sekali lagi Ethan memohon.


Eren mengusap punggung tangan Ethan.


Ethan berpikir bahwa dirinya akan lebih berhati-hati mulai sekarang, terutama pada wanita asing yang tiba-tiba membuat insiden seperti tadi.


Di tempat lain, Daniel mendapat laporan bahwa wanita yang ia kirim untuk menggoda Ethan telah gagal dalam melakukan rencananya.


Daniel menarik sudut bibirnya sedikit. "Ujian pertama dia berhasil lolos," gumamnya dengan senyum mautnya.


Waktu terus berganti hingga setiap harinya Ethan terus berjumpa dengan wanita-wanita asing yang datang tiba-tiba karena Daniel mengirim Aurel Aurel lainya.

__ADS_1


Ethan membuang nafas kasar saat menyadari ada yang aneh dengan wanita-wanita yang silih berganti mendatangi dirinya.


Kreekk.


Ethan menoleh ketika mendengar suara pintu ruang kerjanya terbuka.


"Tuan, ini informasi yang anda inginkan." Asisten Leo menyerahkan map coklat ke tangan Ethan.


Tidak butuh waktu lama Ethan langsung membuka map coklat tersebut dan langsung membacanya.


Tangan Ethan terkepal erat saat mengetahui dalang yang mengirim wanita-wanita kepadanya.


Di tempat lain di sebuah ruang kerja, seorang wanita cantik melapor kepada Tuannya bahwa ada tamu ingin bertemu, namun belum sempat mengucapkan siapa namanya pintu ruangan sudah di buka lebih dulu menampakkan sosok pria tampan yang terlihat menahan amarah.


Daniel hanya tersenyum kecil menatap pria yang baru masuk ke ruangannya.


"Apa maksudmu mengirim wanita-wanita itu, huh!"


Brakk.


Daniel hanya terkekeh mendapati amarah Ethan, benar-benar tidak ada niat untuk melawan.


"Hanya sekedar iseng." Daniel menjawab santai seraya berdiri dari duduknya lalu berjalan mendekati Ethan dengan memasukan satu tangannya ke saku celana.


"Iseng!" Ethan mengulang ucapan Daniel dengan sengit.


Keduanya saling berkata sengit hanya demi merebutkan Eren.


Daniel yang lebih khawatir terhadap Eren sedangkan Ethan lebih mempertahankan Eren untuk tidak diambil oleh Daniel.


Ethan merasa Daniel sudah melewati batas hingga sampai harus mengirim wanita-wanita penggoda hanya demi menguji ketulusan hatinya.


"Tidak ada hak untukmu mencampuri urusan kami!" Ethan menatap tajam.


"Tentu ada hak ... karena aku tidak ingin kau menyakitinya lagi." Daniel bersuara dingin.


Obrolan keduanya terus berlanjut hingga terhenti saat Daniel tetap akan menguji Ethan terus, Ethan yang sudah tidak mau menanggapi yang menurutnya adalah pria gila, ia hanya pergi meninggalkan ruang tersebut dan membiarkan Daniel bertindak semaunya.


Brakk.


Ethan menutup pintu mobilnya dengan keras lalu membanting setir.


"Aku harus segera menikahi Eren ... sebelum si gila itu merebutnya."

__ADS_1


__ADS_2