Wanita Tangguh Tuan Muda

Wanita Tangguh Tuan Muda
S2. Memberi perhatian.


__ADS_3

Setelah Eren benar-benar menghilang dari pandangan matanya, Ethan tersenyum. "Sikapmu yang sekarang semakin membuat aku tidak ingin melepaskan kamu lagi Eren."


keesokan harinya.


gedung perusahaan Benz Company.


Saat Ethan sedang di lantai ruang staf kantor, tiba-tiba ia berpapasan dengan Asisten Leo yang sedang membawa sesuatu di dalam kardus.


Ethan menghentikan langkah Asisten Leo. "Apa ini?" Menunjuk barang yang di bawa Asisten Leo.


"Ini dokumen yang di butuhkan nona Eren Tuan, katanya nona Eren membutuhkan ini untuk mempelajarinya lebih dalam, dan saya akan mengantarkan ini ke tempatnya."


"Oh, Ok." Ethan merasa tidak peduli dan membiarkan Asisten Leo pergi, namun baru beberapa langkah, Asisten Leo di panggil lagi olehnya.


"Tunggu."


Asisten Leo menghentikan langkahnya lalu membalikkan badan mengarah kepada Tuannya.


"Itu dokumen penting milik perusahaan, apa kau mau membocorkannya ke luar!" ucapannya tegas.


"Tidak-tidak bila dia yang membutuhkannya, maka dia yang harus datang ke perusahann dan mengerjakannya di kantor."


Ethan langsung melenggang pergi meninggalkan Asisten Leo yang masih berdiri mematung.


Dua jam kemudian.


Ethan dan Eren nampak berada di dalam sebuah ruangan yang berada disalah satu perusahaan Benz Company.


Keduanya berdiri dengan meja sebagai pembatas. Ethan menghadap kearah lain. "Ini semua dokumen rahasia." Ethan mengarah ke Eren dengan wajahnya yang dingin.


"Mungkin kau menganggapnya biasa, tapi sebenarnya ... rahasia perusahaan dan segala macam ... rahasia tersembunyi di sana." Ethan menghela nafas.


"Jadi, sudah pasti aku ... harus mencegah kau membocorkannya."


Mendengar hal itu Eren sangat kesal, apa Ethan pikir dirinya mau mencuri, itu lah pikirnya.


"Kau tidak perlu mengurusiku atau merasa terganggu karena aku. kau cukup berkontribusi pada pekerjaanmu." Jelasnya lagi dengan mengingatkan.


Sementara Eren memberi tatapan sangat kesal.


"Aku akan dengan tenang ... tetap di sini bersamamu." Ethan tersenyum.


Sementara Eren memberi tatapan malas.


"Tunggu sebentar," ucapnya seraya berlalu keluar ruangan.


Sementara Eren mulai duduk lalu mau memulai pekerjaannya. Namun tiba-tiba Ethan kembali masuk ke ruang tersebut dengan membawa beberapa obat.


"Dan juga jika kau lelah, terlalu keras bekerja ... atau sakit kepala ... kau bisa meminum ini." Ethan menunjuk obat yang ia bawa.


"Jika ada masalah kesehatan maka akan menjadi kerugian perusahaan."


Eren menghela nafas panjang mendengar penuturan Ethan.


Eren memulai melakukan pekerjaannya, namun ia merasa Ethan sedang memandanginya, tetapi saat Eren hendak menatap kearah Ethan, Ethan menatap kearah lain.


Eren menghela nafas. " Maaf."

__ADS_1


"Iya," ucap Ethan.


"Aku tidak akan membocorkan informasi rahasia ... jadi bisakah kau meninggalkan ruangan?" pintanya.


"Kehadiranmu mengganggu pekerjaanku, jika kau mau, aku akan menandatangani perjanjian kerahasiaan." Jelas Eren lagi.


Ethan terkekeh. "Jika aku mengganggu pekerjaanmu ... maka aku akan pergi."


Eren tersenyum membenarkan perkataan Ethan.


Ethan lalu berdiri dan keluar dari dalam ruangan tersebut.


Di tempat lain.


Mansion Benz.


Ibu Lusy nampak sedang duduk bersama papa Erland di ruang tengah.


"Pa, Eren hari ini mulai kontrak kerja di perusahaan ya?" Ibu Lusy menoel tangan papa Erland.


"Iya, ma."


Ibu Lusy nampak berpikir sesuatu. "Pa, aku lihat Ethan masih mencintai Eren ... mama ingin menyatukan mereka kembali."


"Biar itu menjadi urusan mereka ma ... kita tidak usah ikut campur."


"Papa!" teriaknya.


Ibu Lusy mendengus kesal, karena keinginannya tidak disetujui oleh suaminya.


Malam hari.


Perusahaan Benz Company.


Eren baru selesai melakukan pekerjaannya. Di gedung itu semua ruangan tampak gelap, menandakan bahwa para karyawan yang lain sudah pulang.


Eren keluar ruangan seraya menguap. Namun tiba-tiba lampu menyala. Eren tampak mencari seraya memandang kearah lampu.


"Kenapa menyala sendiri." Pikirnya.


Lalu Eren melanjutkan langkahnya, dan terjadi lagi lampu menyala di ruang ini. "Halo, apa ada orang?" Namun tidak ada yang menyahut.


Eren melangkah lagi, lampu menyala lagi, hingga Eren tiba di depan pintu lift, lampu tiba-tiba menyala lagi."


Eren tampak mengagumi seraya memandang kearah lampu. "Luar biasa." Eren tersenyum.


Lalu Eren memencet tombol lift, namun sebelum masuk Eren tersenyum mengingat lampu menyala sendiri menerangi langkahnya.


Kemudian Eren melangkah masuk kedalam lift. Dan lift mulai berjalan ke bawah.


Di tempat lain, di sebuah ruangan ada seorang laki laki-laki yang sedang fokus menatap komputer berisikan gambar ruang CCTV.


"Jangan biarkan lift berhenti di lantai lain," ucap Ethan seraya memandang gambar CCTV di komputer.


"Dan juga, jangan lupa nyalakan lampu lobi saat dia tiba."


"Ya," ucap pria itu, lalu pria itu tampak berbicara melalu sebuah sambungan, "Lift dua melewati semua lantai." Pria itu fokus menatap layar komputer.

__ADS_1


"Bersiap-siap untuk menyalakan lampu lobi." Lanjut ucapannya.


Ethan sangat serius melihat kearah komputer tanpa berkedip.


Pria itu kembali bicara, "Dia akan segera tiba ... bersiap-siap lampunya. siap ... satu, dua, tiga, nyalakan."


Bersamaan dengan pintu lift terbuka, lampu di luar lift menyala.


Eren tersenyum melihat lampu lagi-lagi menyala sendiri.


Dan setelah sampai di pintu keluar, seorang sekuriti menghampiri Eren.


"Nona, sudah saya pesankan mobil." Seraya menunjuk mobil yang udah ada di luar.


Eren tersenyum. "Tidak usah." Menatap pria itu.


"Tidak apa-apa Nona ini sudah larut malam."


Eren berfikir sejenak, lalu ia mengiyakan.


"Terimakasih." Eren mengucapkan seraya masuk ke dalam mobil.


Dari arah dalam lobi Ethan melihat kearah Eren yang sedang memasuki mobil, hingga mobil melaju.


"Kau sudah bekerja keras seharian ini, Eren." Ethan tersenyum.


"Semoga selamat sampai tujuan." Ethan mengangkat tangannya lalu menggerakkan telapak tangannya, menatap mobil yang membawa Eren terus melaju.


Keesokan harinya.


Di mansion Benz.


"Jadi, Ethan pulang larut malam kemarin dan kemarinnya lagi ... karena Eren?" Wajah ibu Lusy sangat bahagia mendengar kabar ini dari Asisten Leo.


"Ya, tuan Ethan dan mantan istrinya memiliki waktu yang menyenangkan bersama ... untuk beberapa hari terakhir ini." Jelas Asisten Leo.


Aaaaaaa.


Ibu Lusy berteriak sangat bahagia mendengar penjelasan lagi dari Asisten Leo.


"Aku sangat menanti mereka untuk berkencan seperti ini," ucapnya disertai tawa.


Ibu Lusy menatap Leo. "Jadi mereka terlalu sibuk untuk ... memiliki waktu yang menyenangkan bersama akhir-akhir ini, kan?"


"Tapi aku rasa mereka berdua masih saling memiliki perasaan." Ibu Lusy sangat yakin.


"Aku yakin 100% ... tidak, 200% yakin tentang perasaan tuan ... tetapi aku tidak tahu bagaimana perasaan nyonya kepada tuan." Asisten Leo menghela nafas mengingat hubungan tuannya dan mantan istrinya.


Malam hari.


Perusahaan Benz Company.


Ethan yang dari luar membawa makanan untuk diberikan kepada Eren.


Kemudian Ethan masuk ke ruang tempat Eren menyelesaikan proyek kerja sama, namun Ethan mendapati Eren kini sedang tertidur di kursi panjang yang ada di ruangan tersebut.


Ethan melangkah mendekati Eren, lalu duduk di samping Eren tidur.

__ADS_1


Ethan menatap Eren, seraya menyingkirkan rambut yang menutup wajah Eren.


__ADS_2