Wanita Tangguh Tuan Muda

Wanita Tangguh Tuan Muda
bab 20. kehilangan calon bayi.


__ADS_3

brukk.


tubuh Ethan ambruk dengan kedua tangan menopang tubuh wanita yang saat ini tengah tidak sadarkan diri dalam dekapannya.


kaki dan tubuhnya seolah lemas seketika, lidahnya Kelu tidak mampu berkata-kata, hanya lewat pancaran sorot matanya menunjukan rasa bersalah yang teramat dalam.


"Eren ... Eren." Bibirnya bergetar menyebut nama Eren dengan salah satu tangannya menepuk pelan pipi eren.


"Eren bangunlah, aku mohon." Ethan sedikit mengguncang tubuh Eren, namun yang ia rasakan darah yang keluar dari tertembak itu semakin banyak terlihat dari balik bajunya.


dengan rasa bercampur kecamuk, Ethan mengangkat tubuh Eren untuk masuk ke dalam mobil bersama yang lain dengan Leo sebagai pengemudi, lalu menuju rumah sakit.


sementara Chen dan ketrin akan membereskan masalah ini supaya tidak tercium oleh polisi.


tidak lama setelah kepergian mobil yang membawa Eren, para orang-orang suruhan Chen tiba.


"Bereskan kekacauan ini dan lakukan sesempurna mungkin!" perintah Chen seraya menatap satu per satu wajah orang-orang suruhannya.


"Baik, "ucap semuanya serempak.


"Dan ingat ... jangan ada satupun jejak yang masih tertinggal, hapus semua!" Chen mengingatkan lagi para orang-orang suruhannya.


setelah memberikan perintah, Chen dan ketrin meninggalkan lokasi tersebut, dan para orang-orang suruhan Chen sudah mulai bertindak untuk membereskan kekacauan ini.


sementara di dalam mobil.


"Leo tolong cepat sedikit membawa mobilnya!"


teriak Ethan tampak gusar dan frustasi, karena melihat wajah Eren yang semakin pucat dan darah yang terus keluar.


"Kak, tolong bertahanlah. "Megy menangis, tangannya sambil menggenggam tangan Eren.


"Sebentar lagi sampai tuan, "ucap Leo, dan benar saja tidak lama dari Leo berucap kini mobilnya sudah sampai di depan rumah sakit.


Leo keluar mobil lebih dulu, lalu memanggil para perawat.


Ethan mengangkat tubuh Eren, lalu meletakkan di atas berankar setelah Leo dan para suster datang.


Ethan terus memegang tangan Eren seolah memberi kekuatan seraya ikut melangkah sejalannya berankar tersebut.


"Eren kau harus bertahan." Ethan berbicara lalu mengecup punggung tangan Eren, sebelum ahirnya para suster membawa Eren masuk ke ruang IGD.


"Dokter dokter, aku mohon tolong selamatkan istri saya dokter." Ethan berucap ketika melihat salah satu dokter mau masuk ke ruangan itu.


"Kami akan melakukan yang terbaik." ucap dokter cantik itu dengan lembut.


di kediaman mansion keluarga Benz.

__ADS_1


"Pa ayo pa cepat!" teriak Bu Lusy gusar, sambil menatap suaminya yang berjalan ke arah mobilnya.


"Iya ma, ini sudah." ucap tuan Erland setelah berada di samping mobil.


"Sudah sekarang, tadi lama banget." gerutu ibu Lusy sangat kesal, disaat ia dilanda kepanikan dan ingin segera sampai rumah sakit, tapi suaminya malah lama banget pake drama bolak-balik ke kamar mandi.


"Eh tunggu dulu, kaca mata saya ketinggalan." Baru mau duduk, tuan Erland bangkit lagi mau mengambil kaca mata.


"Papa!"


ibu Lusy semakin kesal.


"Tidak usah bawa kaca mata!" teriaknya kepada tuan Erland yang sudah berlari mau masuk ke rumah, namun yang diteriakin tetap lanjut berjalan.


ahirnya harus menunggu lagi beberapa menit, hingga tuan Erland ahirnya tiba dan masuk ke dalam mobil.


"Sok ganteng banget, pergi ke rumah sakit saja pake kaca mata." ucapnya sewot seraya membuang muka.


"Ini bukan sok ganteng ma ... tapi tidak kelihatan kalo tidak pake kaca mata." tuan Erland membela diri.


"Jalan pak Joko!" perintah Bu Lusy kepada sang supir.


di rumah sakit.


seorang pria tampan terlihat tidak tenang, dari tadi ia terus berjalan mondar-mandir lalu duduk lalu berdiri lagi dan sesekali mengusap wajahnya sendiri dengan kasar.


Ethan kembali duduk seraya menatap jam tangan rolex yang melingkar mewah di pergelangan tangannya. Ethan duduk dengan perasaan tidak tenang bahkan kakinya terus ia gerak-gerakkan untuk mengurangi rasa cemas.


di sebelah ia duduk, seorang gadis muda terus menangis walaupun tanpa suara, hanya tubuhnya yang bergetar dan air mata yang terus mengalir di pipi mulusnya.


"Megy maafkan aku yang tidak bisa melindungi kakakmu."


"Semua sudah terjadi kak." Ucapnya lirih seraya tersenyum getir.


kini keduanya saing diam sama-sama menyelami pikiran masing-masing.


sebuah suara mengagetkan keduanya.


"Ethan, Megy!" Ibu Lusy berteriak sambil berlari setelah melihat putranya duduk di depan salah satu ruangan.


tuan Erland juga ikut berlari kecil di belakang istrinya.


"Ethan, bagaiman keadaan Eren bagaimana?"


Ibu Lusy mengguncang bahu Ethan, setelah kini berdiri dihadapan putranya.


namun Ethan hanya diam saja, mau menjawab pertanyaan sang ibu, tetapi ia sendiri juga belum tahu.

__ADS_1


"Ma, duduklah dulu, tenang." Ahirnya tuan Erland yang bersuara dan meminta istrinya untuk duduk tenang.


kreek.


Suara pintu dibuka, dan menampakkan sosok berjas putih yang menyembul keluar dari dalam ruangan.


semua orang berdiri lalu melempar pertanyaan kepadanya.


"Dokter, istri saya baik-baik saja kan dok?"


"Iya dokter, menantu saya bagaimana keadaannya?"


"Dokter kakak saya selamatkan dokter?"


sang dokter menatap wajah semua orang yang ada di hadapannya, wajah-wajah yang tampak jelas khawatir, sebelum ahirnya ia bertanya.


"Bisa berbicara dengan suami pasien?" ucapnya dengan lembut.


"Saya dokter." Ethan menjawab, dengan hati yang sudah ia siapkan penuh untuk mendengarkan apa yang akan dokter sampaikan.


"Pasien mengalami pendarahan yang hebat, kami tenaga medis harus segera melakukan operasi, tembakan yang mengenai tepat pada perut pasien, maka dengan terpaksa ..."


sang dokter nampak menarik nafas panjang, sebelum akhirnya mengatakan hal yang mungkin sangat memukul perasaan keluarga pasien, namun karena ini adalah kewajibannya sebagai dokter, apapun yang terjadi terhadap pasiennya, keluarga pasien harus tau.


"Kami tenaga medis terpaksa harus mengangkat calon bayi demi menyelamatkan sang ibu."


Deg.


tidak hanya Ethan yang kaget semua orang yang berada di depan ruangan tersebut merasa syok, seorang bayi kecil yang kini sudah dinantikan terpaksa harus dilepaskan demi menyelamatkan satu nyawa yang juga sangat berarti.


dan bila bisa meminta tidak ingin kehilangan salah satu darinya.


"Lakukan yang terbaik dokter ..." perintah Ethan akhirnya, kini tubuhnya terasa lemas, satu tangannya berpegangan dinding, perlahan Ethan membawa tubuhnya untuk duduk.


para medis langsung bergerak cepat, mempersiapkan ruang untuk operasi.


para perawat membawa keluar Eren dari ruang IGD, untuk menuju ruang operasi.


Ethan yang melihat Eren, dirinya langsung berdiri.


"Eren kau harus kuat, kau harus bisa melewati semua ini, dan maafkan aku." Ethan berbicara sambil menggenggam tangan Eren yang sedang terlelap.


Ethan melepas genggaman tangannya saat Eren harus memasuki ruang operasi.


pintu ruang operasi ditutup, dan operasi telah dimulai.


__ADS_1


di luar ruang operasi, Ethan menyandarkan punggungnya di pintu seraya berkata, "maafkan aku."


__ADS_2