Wanita Tangguh Tuan Muda

Wanita Tangguh Tuan Muda
season 2. menyamar sebagai orang lain.


__ADS_3

asisten Leo berdiri di tempat, masih menunggu perintah yang akan diberikan oleh tuannya.


Ethan menatap Leo. "Pergilah ke ruangan kamu, dan kembali setelah aku pinta." Ethan meraih map yang berada di atas meja sebelah tangannya, lalu membuka dan mulai bekerja.


"Baik tuan." Asisten Leo menundukkan kepalanya lalu melangkah keluar dari ruang tersebut.


malam harinya.


Eren sedang duduk di depan meja rias, tangannya menghapus make up di wajahnya, namun tiba-tiba terdengar suara pesan masuk di handphone miliknya.


Eren menghentikan aktivitasnya lalu menengok ke arah handphonenya. "Siapa ya?" Eren meraih handphonenya. "Hay aku nur." Eren tersenyum membaca pesan masuk dari seseorang yang baru ia kenal beberapa hari ini.


Eren lalu membalas pesan. "Gimana kabar anda hari ini Nona nur?"


"Kabar saya baik Nona." Ethan membalas chat cepat.


Eren tampak berpikir sesuatu. "Emm, apa kah jerawat anda sudah sembuh?"


Ethan terpaksa berbohong. "Belum Nona, masih ada, huhu saya pusing Nona memikirkan jerawat supaya cepat sembuh."


Eren terkekeh seraya membalas chat. "Ya sudah, ditunggu saja nanti pasti segera sembuh." Eren berjalan menuju ranjang tidurnya.


Ethan mengetik. "Baik Nona." terkirim, Ethan menyibak selimut lalu berbaring di ranjang tidurnya.


Eren berbaring di tempat tidurnya. "Nona nur, apakah gaun bayi itu tidak bisa bernegosiasi, bila mau saya akan membuatkan rancangan gaun bayi yang baru." Auranya memelas seolah yang sedang di chat mampu melihat.


"Maaf Nona, saya sudah terlanjur menyukai gaun bayi yang itu nona." Ethan terpaksa beralasan karena ia ingin memiliki bagian dari Eren yang saat ini tidak mungkin untuknya.


Eren menghela nafas. "Baiklah jika anda tatap bersikeras ingin memilikinya, tapi boleh ijinkan saya mengantarkan sendiri di rumah anda Nona Nur." Pesan terkirim.


"Bukan tidak boleh, maaf sakit jerawat saya rumayan sensitif jadi belum bisa bertemu orang, sekali lagi maaf." Ethan berharap Eren percaya.


Eren merasa sedih. "Nona nur, apa anda memiliki seorang anak."


Ethan membalas pesan cepat. "Anak." Ia mengulang kata.


"Ya, apa mungkin anda memiliki anak, melihat Anda yang sebegitu bersikeras menginginkan gaun bayi itu?"


wajah Ethan tiba-tiba berubah sedih. "Ya ... aku memiliki seorang anak, dia seorang putri cantik."


membaca chat penjelasan Nona Nur, Eren juga tiba-tiba merasakan sedih."Bila aku bisa bertemu dengannya, itu sesuatu yang menyenangkan."


Ethan memiringkan tubuhnya, kedua bola matanya tampak berkaca-kaca mengingat bayinya yang telah tiada. "Iya ... pasti sangat menyenangkan." Pesan terkirim.


Eren yang tidak ingin terus terbawa rasa sedih, karena tiba-tiba ia juga mengingat anaknya yang telah tiada, Eren beralih pembicaraan hal lain. "Nona nur, mari tidurlah supaya anda cepat sehat."


"Oh iya, mari tidur."

__ADS_1


Eren menarik selimut hingga ke leher, perlahan menutup matanya.


"Good night." Ethan mengucapkan selamat malam melalui pesan.


malam panjang pun ahirnya dilewati oleh keduanya, sama-sama tidur namun di tempat yang berbeda, sama-sama merasa sedih,rindu,dan menahan diri untuk mengungkap perasaan masing-masing.


pagi hari.


pukul sepuluh pagi.


gedung perusahaan Benz company.


Ethan duduk dengan mengarahkan ke layar monitor, untuk menyaksikan asisten Leo yang sedang persentase mengenai Collaboration.


meeting pribadi hanya berdua.


Leo berdiri di samping layar monitor. "Tuan, beberapa bulan belakangan ini, para petinggi perusahan benz company sedang menargetkan untuk bisa Collaboration dengan wanita muda berkarya atau menginspirasi."


Ethan masih diam menyimak.


Leo kembali menjelaskan. "Dan untuk wanita muda menginspirasi, yang ditargetkan oleh perusahaan Benz company itu ada tiga orang."


"Dan ini lah dia." Leo mulai menampilkan slideshow photo di layar monitor.


Ethan menajamkan matanya untuk fokus menatap foto di layar monitor.


"Kedua, Marisa Miller, wanita muda menginspirasi yang sukses di bidang karirnya sebagai desainer khusus gaun pengantin, tinggal di new York."


Leo tersenyum penuh arti sebelum melanjutkan persentasenya. "Dan ketiga ...."


slideshow photo Eren perlahan muncul di layar monitor.


Ethan langsung berdiri dari duduknya untuk lebih menajamkan matanya melihat foto tersebut.


"Eren Cleora ... wanita muda menginspirasi, yang saat ini namanya sedang banyak di sebut-sebut oleh kaum wanita, karena terkenal dengan karirnya sebagai desainer terbaik, yang memulai karirnya di Australia."


mulut Ethan masih menggangga, namun kemudian ia membuang nafas kasar dan perlahan kembali duduk seraya menyandarkan tubuhnya.


Namun sesaat kemudian Ethan memarahi asisten Leo. "Apa kau gila! ... merekomendasikan Eren!" Ethan berdiri berkacak pinggang dengan mata melotot kearah asisten Leo.


Ethan membuang nafas kasar. "Tidak, aku tidak setuju." mengibaskan tangannya lalu duduk kembali.


"Hah, tuan Jangan marah-marah dulu." Leo menghampiri Ethan.


"Baca-bacalah ini dulu tuan." Leo memberikan sebuah berkas tentang desainer Eren Cleora.


"Saya pamit." Menundukkan kepalanya lalu langsung pergi keluar ruangan.

__ADS_1


"Hah, dasar asisten tidak bertanggung jawab." Ethan kesal namun masih mau meraih berkas tersebut, lalu ia mulai membacanya.


malam harinya.


di tempat kerja yang berada di dalam ruang kamarnya, Ethan membuka sebuah bingkisan yang isinya gaun bayi. "Wah cantik sekali." Ethan mengangkat gaun bayi tersebut dan memandangnya dengan rasa penuh bahagia, bahkan ia tersenyum penuh.


"Putriku jika kau lahir kala itu, pasti akan cantik memakai gaun ini." bola matanya tanpa terasa kini sudah berkaca-kaca, di balik senyum manisnya.


Ting.


Ethan melirik handphonenya yang terdengar suara bunyi pesan masuk.


Membuka isi pesan masuk. "Nona nur besok saya akan kembali ke Australia."


deg.


Ethan membuang nafas kasar, ia terkekeh masam. "Apa apaan dia, setelah pergi tiga tahun dan baru pulang ke Indonesia selama tiga hari, dan besok sudah mau kembali lagi ke Australia." Ethan mengomel sendiri.


"Kalo cuma tiga hari lebih baik tidak usah pulang ke Indonesia." Membanting handphone ke sofa.


keesokan harinya.


disebuah kafe.


"Nona sudah lama saya tidak bertemu anda." Leo tersenyum.


Eren membalas senyum. "Sama asisten Leo, emm, apa kabar anda baik."


"Saya baik Nona."


pelayan datang memberikan minuman.


"Ah, silakan di nikmati minumannya nona." Leo menawarkan ke Eren setelah pelayan kafe pergi.


"Terimakasih asisten Leo." Eren meraih minuman tersebut lalu meneguknya sedikit."


Leo melihat Ethan datang, Leo melambaikan tangannya kearah Ethan.


Ethan mendekat kearah Leo dan ....


Deg.


Eren dan Ethan, mata keduanya bertemu, Ethan juga sama terkejutnya seperti Eren, karena Leo tidak memberitahu dirinya bahwa juga akan ada Eren.


Ethan menatap tajam kearah Leo.


Leo langsung berdiri dari duduknya. "Tuan, ah iya ... maaf ini rencana saya."

__ADS_1


__ADS_2