
dan setelah berbicara tersebut, Ethan langsung melangkahkan kakinya untuk pergi ke minimarket seperti tujuan awalnya yang tertunda.
ya, pada akhirnya Ethan memilih untuk membiarkan Eren pergi, ia akan membebaskan supaya Eren bisa merasakan hidup bebas tanpa merasa terkekang, Seperti burung terbang bebas mengelilingi angkasa.
dirinya pikir, ini adalah awal ia membuktikan cintanya, ia akan melakukan apa pun asalkan Eren bahagia, meski kebahagiaannya sekarang adalah pergi darinya, Ethan akan tetap lakukan.
tetapi bukan Ethan namanya bila ia membiarkan Eren pergi begitu saja, ia akan menaruh orang-orang nya untuk terus mengawasi Eren. menjaga dan melindungi.
di tempat lain.
disalah satu restoran ternama di kota tersebut.
Chen berjalan memasuki ruang VIP yang telah ia pesan sebelumnya, untuk bertemu seseorang yang sangat penting baginya.
Chen menghentikan langkahnya saat ia menatap punggung seseorang yang akan ia temui.
Chen membuang nafas panjang sebelum ahirnya ia kembali melangkah mendekati orang tersebut.
Deg.
pria itu kaget melihat sosok yang berdiri di hadapannya saat ini, lima tahun tidak bertemu putra keduanya, kini membuat ia sedikit tidak mengenali. penampilannya yang jauh dari kata rapih tidak seperti putra pertamanya yang selalu berpakaian rapih.
kini putra keduanya berpenampilan seperti anak jaman new, lebih apa adanya benar-benar tidak menggambarkan bahwa dia putra konglomerat.
lamunan pria tua itu terbuyarkan saat mendengar sebuah kata "papa."
__ADS_1
"Papa." Chen mengulangi ucapannya lagi.
"Putraku." Pria tua itu berdiri dari tempat duduknya lalu berjalan mendekati putranya dan memeluk putranya itu.
"Papa baik-baik saja?" Chen mengusap punggung papanya yang ia rasakan tampak bergetar, yang sudah dapat dipastikan bahwa papanya kini tengah menangis.
"Papa sangat merindukanmu. "Pria tua itu melerai pelukannya lalu menangkup wajah sang putra dengan kedua tangannya.
"Papa mohon jangan pergi lagi, cukup ... cukup kau menghukum papa dan mama lima tahun ini tanpa kehadiranmu." Pria tua itu kembali memeluk putranya, dan kini tangisnya semakin pilu.
Chen yang mendapat pelukan dari sang papa yang sambil menangis, kini sudut matanya juga ikut meneteskan kristal bening, Chen merasakan punggungnya basah karena tangis papanya.
dan setelah keduanya saling melepas rindu dengan memeluk, kini sekarang keduanya menikmati makan siangnya.
dan akhirnya kini Chen mencoba mengikuti kemauan sang papa yang memintanya untuk tetap tinggal di Indonesia, hingga tepat waktunya sang papa akan membicarakan mengenai hal tentang Chen harus kembali tinggal serumah kepada keluarganya.
di bandara Soekarno-Hatta.
seorang wanita cantik tampak duduk sebelum pesawat yang akan membawanya lepas landas.
sesekali tampak mengusap sudut matanya, tampak terlihat sebuah kesedihan kini menyeruak dalam hatinya.
satu hal yang menjadi harapannya saat ini, ia ingin berdamai dengan masa lalunya, mampu menyembuhkan luka hatinya dan ketika nanti kembali di negeri ini ia sudah menjadi sosok yang jauh lebih baik.
Eren mulai berjalan mau memasuki pesawat yang sebentar lagi akan lepas landas, sesekali ia menengok ke kanan dan ke kiri bahkan ke belakang seraya menarik kopernya terus berjalan.
__ADS_1
"Apa harapanku yang terlalu tinggi ketika aku ingin tiba-tiba kau berada di sini mengantar kepergianku atau melarangku pergi."
Eren berhenti, tangannya berpegangan besi pembatas, pandangannya sambil mencari seseorang yang ia harapkan akan hadir secara tiba-tiba.
terdengar suara pemberitahuan untuk segera masuk ke dalam pesawat.
Eren menghela nafas panjang.
"Aku pergi dengan membawa cinta untukmu yang sangat berarti, semoga kau yang ada di sini bisa menjalani hari-hari dengan baik," batin Eren, ia lalu melangkahkan kakinya untuk masuk ke dalam pesawat.
dan disaat Eren telah masuk ke dalam pesawat, Ethan baru sampai di bandara dengan nafas yang memburu karena ia terus berlari ingin menemui Eren.
"Eren, Eren ... Eren!" Ethan berteriak terus menerus menyebut nama Eren.
kini ia berhenti dan tangannya memegang besi pembatas yang tadi Eren pegang.
"Eren ...." teriaknya lagi seraya memandang kesemua arah. kini Ethan tampak lesu setelah menyadari Eren mungkin sudah masuk ke dalam pesawat.
"Eren." Panggilnya pelan dengan nafasnya yang masih belum teratur.
tadinya ia datang kesini ingin mencegah Eren pergi, karena setelah ia pikir-pikir ia merasa tidak sanggup berjauhan dengan Eren apa lagi dalam waktu yang tidak tertentu, namun seolah takdir berkata lain, sepertinya memang harus ditakdirkan terpisah dulu.
"Aku menunggumu Eren ..." teriaknya dengan lantang, membuat beberapa orang langsung menatapnya dengan perasaan aneh.
sementara Eren yang sudah berada dalam pesawat yang kini sudah mengudara terbang tinggi menaungi awan.
__ADS_1
tiba-tiba hatinya terenyuh tatkala mengingat orang-orang tersayang.
"Wait for me to come back."