Wanita Tangguh Tuan Muda

Wanita Tangguh Tuan Muda
bab 25. tiga tahun kemudian.


__ADS_3

"Apa kau bodoh! hem, bahkan kau tahu perusahaan papa saat ini sedang di ambang kebangkrutan!"


Ethan mencekal erat kerah baju Chen, hingga kini wajah mereka begitu dekat, Ethan berbicara dengan suara berat dan tatapan mematikan.


"Dan sekarang kau berikan saham lima persen untuk kekasih kamu yang tidak berguna itu, jawab ...."


bruukk.


Ethan mendorong tubuh Chen hingga menabrak pinggiran ranjang dan tersungkur ke lantai.


"Bangun apa kau tidak punya mulut untuk bicara!" suara Ethan sudah seperti petir seraya menarik Chen untuk berdiri.


"Ok aku salah, aku akan menggantinya." Chen mengangkat kedua tangannya.


"Mengganti kau bilang!." Ethan semakin kuat mencekal kerah baju Chen.


"Dengan apa kau akan membayarnya,huh ... kau bahkan tidak tau dia wanita licik!"


Bug.


Ethan kembali memberi bogem mentah tepat di bibir Chen.


"Ethan cukup ... papa mohon."


tuan Erland dan ibu Lusy menghampiri kedua putranya.


"Pergi dari mansion ini, dan jangan kembali sebelum aku memintamu pulang."


setelah mengucapkan kata tersebut, Ethan langsung melenggang pergi.


flas back on.


Ethan menghela nafas panjang, ia kembali membasuh wajahnya dengan air.


dan setelah selesai membersihkan diri, Ethan langsung beranjak tidur.


pagi hari.


setelah selesai bersiap berpakaian kerja Ethan langsung mau berangkat ke kantor, namun saat ia melewati ruang makan,langkah kakinya terhenti saat ibunya memanggil.


"Ethan, apa kau tidak sarapan pagi dulu?"


ibu Lusy menatap kearah Ethan yang kini sudah lengkap dengan pakaian kerja.


"Tidak perlu, aku bisa sarapan di kantor, Leo sudah menunggu." Ethan kembali berjalan dan meninggalkan mansion.

__ADS_1


setelah kepergian Ethan, sarapan pagi tetap berlangsung, hanya ada tuan Erland, ibu Lusy, Chen, dan Megy.


"Chen kapan kau akan mulai kerja di kantor." papa Erland buka suara di tengah-tengah sarapan pagi.


Chen tampak terlihat berfikir. "emmm, aku kan belum mengerti soal pekerjaan di dunia bisnis, apa tidak ada sekretaris untukku? untuk membantu."


"Ada nanti papa Carikan," ucap papa Erland cepat.


"Tapi aku maunya wanita." Chen menjawab cepat, hingga membuat papa Erland dan ibu Lusy tampak mengerutkan kening.


"Kau tidak ada niatan lain kan?" Ibu Lusy memberi tatapan menyelidik.


"Ah tidak, aku merasa akan lebih cepat bisa, apa bila asisten atau sekertaris aku itu perempuan." Chen menjelaskan alasannya.


[sangat membosankan, bila kerja sudah pusing, lalu ketemunya laki-laki terus] ucapan batin Chen.


"Ok Papa akan turuti kemauan kamu."


"Pa ..." Ibu Lusy memegang tangan papa Erland seolah ia keberatan karena sebagai ibu sangat mengenali sifat putranya. namun papa Erland memberi senyuman dirinya sudah tahu apa yank harus dilakukan.


setelah selesai sarapan semua kembali kesibukan masing.


papa Erland tampak masuk ke ruang kerjanya yang terdapat di dalam mansion.


papa Erland mulai mencari seorang wanita pekerja keras, pintar dan cerdas tentunya yang bisa ilmu bela diri dan tidak lemah harus tegas.


papa Erland terus mencari, hingga ia membaca sebuah nama Scarlett Johansson.


papa Erland tampak manggut-manggut membaca dari kepribadian yang tertulis di penjelasan nama wanita itu.


"Aku akan mencobanya." Papa Erland menyimpan nomor handphone wanita itu dan akan mencoba menghubungi.


...****************...


Tiga tahun kemudian.


"Tuan tuan." Leo yang tiba-tiba masuk ke ruang kerja Ethan, memanggil namanya dengan nafas yang masih tersengal-sengal.


Ethan menatap Leo dengan malas, pasalnya pagi-pagi sudah berteriak.


"Tuan ada kabar baik tuan." Leo kembali berucap setelah nafasnya kembali normal.


"Satu Minggu lagi nona Eren akan kembali." Leo memberikan berkas sebuah informasi tentang Eren yang akan kembali ke Indonesia satu Minggu lagi.


Ethan langsung menyambar berkas tersebut lalu membacanya dengan mata berkaca-kaca, baru mendengar sang pujaan hati akan kembali saja sudah mampu membuat dirinya bahagia, apa lagi kalau sudah bertemu beneran.

__ADS_1


tiga tahun bukan waktu yang cepat bagi Ethan untuk menahan diri tidak menemui Eren di luar negeri, baginya ini adalah caranya mencintai Eren, dengan sepenuh menghargai keputusan Eren kala itu, dan hanya bertemu bila Eren sudah kembali.


"Leo aku ... aku tidak salah dengarkan ... aku tidak salah baca, iya kan?"


Ethan menatap Leo untuk berbicara, tangannya masih memegang berkas tersebut dengan bergetar, seolah masih belum percaya, kabar ini benar-benar mampu membuat dirinya bahagia.


"Benar tuan." Leo sangat yakin.


Ethan berdiri dari duduknya lalu mengarah ke arah Leo. "Leo apa aku perlu mengubah penampilan, potong rambut ... atau aku perlu beli pakaian baru, jas baru."


Leo yang diajak bicara ingin tertawa terbahak-bahak melihat tingkah tuannya yang membingungkan soal penampilan.


tanpa dirubah kau sudah tampan tuan batin Leo.


"Bila tuan ingin merubah dan membeli pakaian baru itu juga lebih baik tuan, untuk menyambut kepulangan nona." jawab Leo ahirnya untuk menyenangkan hati tuannya.


di tempat lain.


di anak cabang perusahaan Benz company.


seorang wanita cantik mengeluhkan sikap bosnya itu, yang setiap hari kerjanya cuma main game online, tanpa mau mengerjakan pekerjaan kantor, semuanya wanita cantik itu yan handel, sementara bosnya hanya mau tanda tangan saja, itu juga tidak mau membaca lebih dulu, alhasil wanita cantik itu yang harus dan selalu memastikan supaya tidak terjadi kesalahan.


ditambah pekerjaan tambahan seperti mengusir para wanita yang datang ke kantor hanya ingin bertemu bosnya, tetapi bosnya tidak mau menemui para wanita yang katanya tidak kenal dan juga sudah bosan.


Seperti yang terjadi sekarang ini, padahal satu jam lalu dirinya sudah mengusir wanita juga dan ini ada yang datang lagi mengaku kekasih tuanya yang tidak terima di putusin.


"Maaf nona tuan kami sedang sibuk tidak bisa di ganggu."


sibuk main game maksudnya, batin Scarlett.


"Aku tidak mau pergi, aku harus bertemu dengan dia!"


wanita yang mengaku kekasih tuannya itu semakin marah, ketika Scarlett tidak memberi ijin untuk bertemu bosnya.


"Nanti akan saya sampaikan, silahkan nona membuat janji bertemu dulu." Alasan bijak Scarlett.


"Aku tidak mau! aku harus menemui dia sekarang!" Wanita itu tampak berjalan ingin memasuki ruang CEO.


Scarlett membuang nafas panjang, ia sudah tidak heran lagi dengan sikap wanita yang mendatangi bosnya, pasti akan bersikeras untuk tetap menemui.


"Nona jangan salahkan saya." Setelah berkata seperti itu Scarlett langsung mencekal pergelangan tangan wanita itu lalu dengan paksa membawa wanita itu masuk ke dalam lift.


"Hei kurang ajar kau!" teriak wanita itu tidak terima.


"Masuk nona." Scarlett mendorong wanita itu ke dalam lift, lalu ia segera menutup pintu lift tersebut.

__ADS_1


Scarlett menghela nafas panjang, setelah itu ia kembali ke ruang kerja yang menjadi satu ruangan dengan ruang CEO.


ya, Chen meminta ruang kerja Scarlett menjadi satu dengan ruang kerjanya, dengan alasan supaya cepat memanggilnya bila dirinya ada perlu.


__ADS_2