Wanita Tangguh Tuan Muda

Wanita Tangguh Tuan Muda
season 2. Daniel melamar Eren.


__ADS_3

"Jadi kakak besok mau kembali ke Australia lagi?" Wajahnya berubah sendu.


"Ya." Eren tersenyum, seraya mengusap rambut Megy. kini keduanya telah duduk di kursi sofa yan panjang.


"Kenapa cepat sekali kak?" Menatap kearah Eren.


"Kakak lebih nyaman di sana."


Menghela nafas. "Dan kau berliburlah di sana bila ada waktu." Tersenyum dan menggenggam tangan Megy.


"Baiklah kak, yang terbaik buat kakak." tersenyum tulus lalu kembali memeluk Eren.


"Baik-baik ya di sini." Eren membalas pelukan Megi.


keduanya terus berbincang hingga tiba sore hari, Eren harus pulang ke apartemen miliknya.


sementara Megy malam ini masih ada lembur di kantornya.


malam hari.


Eren sudah tiba di apartemennya.


saat ini dirinya sedang duduk di depan meja rias, ia habis selesai menggunakan body lotion di tangannya.


Namun Eren tampak melamun ia sedang memikirkan perkataan Daniel. "Aku ingin bertemu denganmu sebelum pergi ke Australia, kita bertemu di teater." Lamunan Eren terbuyarkan ketika terdengar suara bunyi pesan masuk.


Eren membuka pesan masuk. "Nona Eren wajah aku sekarang sudah sembuh." Eren tersenyum membaca pesan yang ia kenal adalah nona nur.


Eren mengetik. "Oh benarkah, syukurlah." Pesan terkirim.


Ethan tersenyum. "Minyak pohon teh sangat efektif, semua jerawat hilang seketika, kurasa Eren memiliki masalah jerawat juga pada dirinya." Eren reflek menyentuh wajahnya.


"Tapi kenapa kau belum tidur?"


"Sejujurnya aku khawatir." Wajah Eren berubah sendu.


Ethan membalas. "Khawatir? khawatir kenapa? katakan padaku, aku akan mendengarkan semua sebagai penggemarmu nomer satu." Pesan terkirim.


Eren tampak ragu. "Ini tentang seseorang yang tidak kau kenal, jadi itu agak ...."


"Pastinya lebih nyaman karena aku tidak tahu banyak." Ethan tampak berpikir. "Dan kita berdua wanita." Alasannya seraya tersenyum geli.


Eren tampak berpikir sejenak, setelah menyadari bahwa sesama wanita ia mulai terbuka. "Sejujurnya ada seseorang ... yang mengatakan padaku ia ingin membangun sebuah keluarga." Pesan terkirim.


"Sebuah keluarga? apa artinya?" Ethan mulai cemas.


Eren menghela nafas. "Orang itu sebenarnya melamar aku." terkirim.


Ethan terkejut. "Melamar? dia melamar ... melamar." Langsung pencet tombol kirim.


Eren membalas. "Ya."


Ethan langsung syok, seakan tidak bisa bernafas, bagaikan nyawanya di ujung tanduk. "Eren, emm ... bagaimana perasaanmu saat pertama kali mendengar kata-kata itu? bagaimana perasaanya? ... rasanya." jemari Ethan gugup saat mengetik.


"Tiga tahun terakhir, jika aku harus membangun keluarga lain dengan seseorang, pastinya dengan orang itu, itulah yang aku pikirkan."


Ethan tubuhnya langsung lemas membaca pesan penjelasan dari Eren.


Ethan bertanya serasa panik. "Kau pikir? kau pikir?"

__ADS_1


"Tapi ketika aku mendengarnya, kepala aku dipenuhi dengan banyk pikiran, pada apa yang harus aku lakukan." Eren auranya sangat bingung.


Ethan menarik nafas panjang, ia sangat lega mengetahui jawaban Eren, seraya membuat gerakan tangan yes. "Jadi masalahnya tentang membuat keputusan ... kau harus benar-benar memikirkannya, jika tidak orang akan memandang rendah dirimu ... apa pernikahan main-main? Tidak, tidak. jadi kau harus berpikir lebih dari pikiranmu dan khawatir melebihi kekhawatiran-mu, kau harus memikirkan kekhawatiran-mu berulang-ulang, jadi kau putuskan apa?, apa yang kau simpulkan?"


Eren terkekeh masam. "Aku tidak tahu kenapa aku membicarakan hal ini dengan-mu, aku minta maaf karena telah membebani-mu."


Ethan membalas cepat. "Oh tidak, kau tidak perlu minta maaf, ini yang harus dilakukan orang yang hidup lebih lama."


Eren sedikit terkejut. "Apa kau lebih tua dariku?"


"Ya benar, beda jauh." Ethan terkekeh. "aku penggemarmu nomer satu, aku tahu segala sesuatu tentang kehidupan pribadimu."


Eren tersenyum. "Lalu ... boleh aku memanggilmu ibu."


"Ibu ... ibu haha ... ibu, di mana ya aku pernah mendengar ini sebelumnya, bagaimana aku harus menjawabnya."


"Kau ngapain di sini," suara Chen mengagetkan hingga membuat handphone milik Ethan jatuh.


"Kau benar-benar ya," menatap Chen seraya tangannya meninju ke udara, Ethan berjongkok mengambil handphonenya.


Chen membuang nafas kasar. "Kenapa harus marah-marah."


"Bukan urusanmu." jawabnya ketus, lalu pergi meninggalkan Chen.


"Hah, punya saudara laki-laki satu sifatnya rada-rada aneh." seraya membuat gerakan jari telunjuk menyilang di jidat.


pagi hari."


"Masak nasi gorengnya sudah siap." Ibu Lusy berjalan ke meja makan seraya membawa dua piring berisi nasi goreng di atas telapak tangannya.


"Ma awas jatuh." Chen meraih satu piring berisi nasi goreng.


"Hemmm ini lezat banget." Chen mengangkat dua jempol untuk ibunya.


"Ibu siapa ...?" Ibu Lusy seraya menggerakkan dua alisnya.


"Ibu aku dong." Chen menyahut cepat. namun terdengar ada dua suara, membuat ibu Lusy menoleh kebelakang.


"Ibu aku." Ethan berdiri di samping ibunya lalu menarik kursi di sebelah ibunya.


"His, kau itu terlahir dari batu." Chen tersenyum sinis seraya menyuap nasi goreng.


"Yang lahir duluan jelas aku." Ethan tidak mau kalah, menunjuk Chen dengan sendok.


"Hei sudah ... sudah." Ibu Lusy bersuara terdengar gemas melihat tingkah dua putranya yang sudah dewasa.


"Ayo makan lagi, dan habiskan nasi gorengnya." Ibu Lusy memegang tangan Ethan lalu mambantu menurunkannya perlahan.


"Di meja makan pamali ribut-ribut, ayo habiskan!" ucap papa Erland dengan tegas, yang masih menikmati nasi gorengnya.


bibir ibu Lusy mengukir senyum, melihat satu per satu prianya yang sedang berkumpul di meja makan, benar-benar momen yang jarang sekali ditemui, karena Chen lebih milih tinggal di apartemen dan Ethan kadang juga lebih milih tinggal di apartemen setelah pisah dengan Eren.


meski kedua putranya bila sedang berkumpul tingkahnya masih seperti anak kecil, berantem tidak ada yang mau mengalah seperti yang terjadi barusan, tetapi hati seorang ibu akan tetap bahagia melihat kedua putranya dalam keadaan apapun.


"Mama tidak makan?" suara Ethan menyadarkan lamunan ibu Lusy.


"Ah makan, ini mama makan." Namun gerakan ibu Lusy terhenti saat tiba-tiba tangan Ethan menahannya.


"Biar aku menyuapi mama." Ethan membuat gerakan buka mulut.

__ADS_1


ibu Lusy menerima suapan dari Ethan dengan mata berkaca-kaca, ia sedikit hafal biasanya bila putra pertamanya itu menyuapi dirinya, tandanya sedang tidak baik-baik saja hatinya.


setelah beberapa menit, nasi goreng di piring ibu Lusy telah habis.


"Aku pergi dulu ma." Ethan mencium tangan ibu Lusy dan mengecup kening ibunya sekilas.


"Hati-hati." ibu Lusy menggenggam tangan Ethan.


Ethan tersenyum, lalu pergi berangkat ke kantor.


sedangkan papa Erland sudah kembali ke kamarnya, dan Chen sudah berangkat kerja lebih dulu.


dua jam kemudian, di kota B.


gedung cabang perusahaan Benz company.


Ethan melangkah masuk ke ruang rapat, diikuti sekertaris Scarlett di belakangnya. hari ini ada rapat peluncuran produk baru.


semua orang di dalam ruang tersebut diam melihat CEO telah masuk ruangan.


minuman soda sudah tertera rapi di atas meja di depan setiap orang yang mengikuti rapat ini.


setelah pemimpin perusahaan duduk di kursinya, Scarlett menatap salah satu manager seolah untuk mempersilahkan bahwa rapat dimulai.


"Baik produk yang akan saya sampaikan kali ini adalah produk shampo," ucap manager seraya menatap semua orang.


Ethan mulai membuka map di hadapannya, lalu melihat produk shampo di mejanya. "Apa kelebihannya." Membolak-balikkan produk shampo tersebut.


"Semua serba ada tuan, all in one, bisa untuk rambut rontok, rambut berketombe, rambut kering dan rusak, melembapkan rambut."


"Kenapa seperti deterjen yang pernah aku baca, all in one," celetuk Ethan mengomentari.


Scarlett menghela nafas. "Tuan mari serius."


dan akhirnya rapat pun dilanjut kembali hingga selama satu jam rapat pun ahirnya selesai.


malam hari.


Ethan sedang berada di kamarnya, ia memandangi foto Eren yang berada di tangannya. "Ayah putriku kenapa kau khawatir dengan ini? kau tidak berhak mendekati wanita ini lagi, jadi jangan SMS atau menelponnya lagi, jangan lakukan apa-apa, hanya bertepuk tangan untuk kebahagiaannya." Tersenyum sendu sambil menatap dalam foto Eren.


Ting.


Ethan bergegas mencari handphonenya, lalu membuka pesan masuk. "Aku meninggalkan Indonesia besok, aku percayakan gaun bayi itu dan meninggalkannya dalam perawatan-mu, maaf aku pergi tidak bisa menemui-mu, jagalah kesehatan."


Ethan langsung syok membaca pesan masuk dari Eren. "Apa kau benar-benar pergi seperti ini?" Dadanya langsung terasa sesak, beberapa saat Ethan terdiam sebelum ahirnya ia membalas chat. "Di mana kau sekarang." pesan terkirim.


"Aku di depan teater doori sekarang." Pesan masuk dari Eren.


"Aku ingin mengembalikan gaun bayimu, tolong ijinkan aku menemui-mu sekarang."


setelah mengirim pesan Ethan langsung bergegas pergi menemui Eren di tempat Eren berada, dengan membawa gaun bayi di dalam mobilnya.


Ethan melajukan mobilnya dengan kecepatan tinggi hingga tidak butuh waktu lama mobilnya pun kini telah sampai di depan gedung teater doori.


Ethan langsung bergegas masuk dan ...


Deg.


di dalam sana Ethan melihat Daniel menyatakan cinta kepada Eren dengan satu kakinya di tekuk di hadapan Eren.

__ADS_1


"Will you marry me."


__ADS_2