
Eren dan Ethan masih berada dalam satu selimut di atas ranjang, Eren mengeratkan pelukannya untuk mencari kenyamanan, wajahnya ia tenggelamkan di dada Ethan yang polos tanpa baju.
Pagi ini belum mau bangun keduanya, meski waktu sudah menunjuk pukul setengah tujuh pagi, padahal biasanya jam segini sudah mandi karena jam tujuh tepat harus berangkat kerja.
Tapi beda untuk hari ini seolah malas sekali untuk beraktivitas, sejak semalam Ethan juga sudah berencana akan berangkat kerja sedikit siang, jadi pagi ini alarm tidak bunyi.
Berbeda dengan Eren, alarm handphonenya sudah bunyi sejak tadi, namun dimatikan terus oleh Eren.
Khusus untuk hari ini, ingin rasanya lebih lama berada di bawah selimut yang sama dengan Ethan.
Dan hal itu terwujud, tepat pukul delapan pagi Eren bangun lalu mandi. Setelah Eren selesai mandi, gantian Ethan yang mandi.
Eren sudah selesai berpakaian, dan kini duduk di pinggir ranjang untuk menunggu Ethan.
Tidak berselang lama, Ethan ke luar dari dalam kamar mandi, tersenyum ke arah Eren yang sudah tampil cantik.
Eren mendekat, membantu mengeringkan badan lalu membantu memasang kancing kemeja untuk Ethan.
"Istriku yang cantik." Ethan menoel hidung Eren, yang langsung membuat Eren tersenyum.
Ethan menggunakan celana panjangnya sendiri, Eren memasangkan dasi untuk Ethan. Lalu memakaikan jas warna silver yang pas di badan Ethan, membuat pria itu semakin terlihat tampan.
Eren menjinjit lalu mencium pipi Ethan. Setelah mencium pipi Ethan, Eren segera menutup mulutnya dan beranjak pergi dari hadapan Ethan.
Namun tinggallah keinginan, karena Ethan dengan gerakan cepat menangkap tubuh Eren.
"Hayo mau kemana, tanggung jawab, aku belum memciummu, hem."
"Hahaha, Sayang lepaskan?"
Eren tertawa seraya memberontak, namun Ethan tetap memeluknya dengan erat. Ahirnya Eren menyerah lalu balik badan menatap wajah Ethan.
Ethan melabuhkan ciuman di bibir Eren, cukup lama keduanya berciuman, dan baru terlepas saat merasakan kehabisan oksigen.
"Sayang."
Hemm.
"Aku mau bercerita." Eren menatap Ethan, tangan Ethan menyentuh pipi Eren, yang terasa hangat Eren rasakan.
"Kemarin ada yang mencoba memalsukan barang-barang dagangan aku, hingga aku rugi banyak." Eren berkata dengan wajahnya terlihat sedih, Ethan langsung menarik Eren membawa ke dalam pelukannya.
__ADS_1
"Tenanglah, aku akan segera mengurus semua ini." Ethan mengecup kepala Eren, Eren sudah mulai terlihat sedikit tenang, dan ia sendiri juga akan berusaha untuk segera mengungkap masalah ini.
"Sudah dong sedihnya, cantiknya hilang nanti."
"Hiss."
Eren mencubit pinggang Ethan, keduanya jadi tertawa bersama.
Eren dan Ethan berjalan bersama menuju ruang makan, pelayan sudah memasak sejak pagi jadi sekarang sudah dingin.
Namun Ethan tidak mau di panaskan, karena harus segera berangkat ke kantor.
Selesai sarapan, Eren mengantar Ethan hingga depan, melihat mobil yang membawa Ethan pergi hingga menghilang di balik pintu gerbang.
Sampai di kantor, Ethan langsung menemui Sekertaris Leo dan membicarakan masalah yang menimpa Eren.
"Kerahkan semua orang-orangmu, dan cari orang yang sudah berani berbuat masalah dengan keluarga aku."
Sekertaris Leo menurut lalu dengan segera menghubungi orang-orang kepercayaannya.
Ethan kembali menyibukkan diri dengan bekerja.
Eren ke luar Mansion, dan langsung menuju Mansion Ibu Lusy, namun sebelum sampai di sana, Eren mampir ke toko buah.
Setelah membayar tagihannya, Eren langsung melajukan kembali mobilnya langsung menuju Mansion Benz.
Ibu Lusy menyambut Eren saat tiba di halaman, Ibu Lusy sedikit bingung saat melihat Eren bersama pengawal, Eren kemudian menjelaskan bila dia saat ini akan terus di kawal.
Ibu Lusy langsung membawa Eren masuk ke dalam.
Kini keduanya duduk di sofa ruang TV. Pelayan mengambil buah yang Eren bawa.
Pelayan datang kembali membawakan teh hangat untuk Eren dan Nyonya nya.
"Ibu sangat rindu dengan kalian, kenapa tidak pernah berkunjung." Ibu Lusy mengusap lengan Eren.
"Maaf, Ibu. Kami begitu sibuk hingga tidak sempat untuk berkunjung." Eren merasa tidak enak hati.
Ibu Lusy menghela nafas panjang seraya mengangguk.
"Lain kali tolong sempatkan waktu untuk main."
__ADS_1
"Baik, Bu." Eren memeluk Ibu Lusy.
Eren terus pamit karena harus berangkat kerja, namun sebelum itu Eren memeluk Ibu Lusy.
Eren melajukan mobilnya perlahan, kini tujuannya langsung ke Boutique. Sampai di sana Eren mendapat laporan dari karyawannya bahwa saat ini pelanggan sudah mulai berkurang, boutique jadi sepi.
Eren membuang nafas berat, seraya meminta karyawannya untuk kembali bekerja. Eren berjalan ke ruang kerjanya, meletakkan tas di sofa yang ia bawa, kemudian Eren menyibukkan dengan pekerjaannya.
Siang hari, Eren keluar dari boutique mau mencari makan siang. Sekalian membelikan cemilan untuk para karyawannya, Eren mampir dulu ke minimarket.
Eren masuk ke dalam minimarket, ia mulai memasukkan cemilan ke dalam keranjang namun tiba-tiba matanya menangkap sosok wanita yang sangat Eren kenal.
"Dia seperti." Mata Eren menajam memastikan yang ia lihat itu tidak salah.
Wanita itu berjalan ke arah kasir, dan langsung pergi setelah membayar tagihannya. Eren segera menuju kasir dan menyelesaikan pembayaran barang-barangnya.
Dan langsung berlari ke luar untuk segera menyusul wanita itu.
"Huh, huh, dimana dia." Eren mengedarkan pandangannya melihat di seluruh parkiran, namun juga tidak menemukan, tiba-tiba Eren melihat wanita itu baru saja mobilnya ke luar parkiran, karena jendela mobil wanita itu dibuka.
Eren segera masuk ke dalam mobilnya lalu mengikuti mobil wanita tersebut.
Aku yakin dia, tadi aku tidak salah melihat, tapi kenapa dia terlihat buru-buru, lalu mau ke mana dia. Aku harus bisa bicara dengan dia, gumam Eren dalam hati.
Eren terus mengikuti mobil wanita itu, wanita itu tiba-tiba menambah kecepatan mobilnya, dan Eren juga menambah kecepatan mobilnya untuk tidak kehilangan mobil tersebut, namun dalam waktu bersamaan tiba-tiba ada mobil truk yang melintas depan hingga membuat Eren segera mengerem mobilnya.
Ciiiiittttttt!
Nafas Eren naik turun dengan cepat, Eren memegangi dadanya yang sudah begitu takut bila dirinya akan terjadi kecelakaan.
Setelah merasa tenang, Eren kembali melajukan mobilnya, namun Eren sudah tertinggal jauh, kini ia tidak melihat lagi mobil wanita itu, Eren memukul setir mobil karena sudah kehilangan jejak.
Eren ahirnya lebih memilih mencari restoran karena ia belum makan siang, meski hatinya masih penasaran, namun Eren juga tidak tahu lagi harus mencari wanita itu di mana.
Eren tanpa sadar melajukan mobilnya di jalan yang wanita itu tadi melajukan mobil, saat sudah menemukan restoran dan Eren mau ke luar tiba-tiba kembali melihat wanita itu ke luar restoran dengan membawa bungkusan menuju mobilnya.
"Susi," gumam Eren.
...****************...
Wanita tangguh Tuan Muda, di season 2 sampai di sini ya 💖💖💖. Tunggu kelanjutannya di season 3.
__ADS_1