Wanita Tangguh Tuan Muda

Wanita Tangguh Tuan Muda
S2. Membayar waktu yang pernah hilang.


__ADS_3

Setelah selesai mandi dan berpakaian kemeja malam Eren lalu duduk di tepi ranjang, tangannya meraih sebuah hadiah yang Ethan berikan saat di boutique tadi.


Bibir Eren mengulas senyum saat hadiah itu berada di genggaman tangannya. "Sebuah gelang yang terdapat huruf E." Eren lalu mencoba memakai gelang itu dipergelangan tangannya.


Eren beberapa kali membolak-balikkan pergelangan tangannya dengan senyum yang terus mengembang.


Pagi hari.


Ethan mengerutkan keningnya ketika ia telah sampai di boutique milik Eren, namun sang pemilik belum sampai di tempat kerja jelas dari salah satu karyawan Eren.


"Hah, kenapa telfon dari aku tidak diangkat-angkat." Ethan sudah mencoba menghubungi Eren Beberapa kali.


Dan tanpa pikir panjang, Ethan langsung mengendarai mobilnya menuju Apartemen Eren.


"Kamu di mana, Eren." Ethan pikirannya kalut merasa cemas dengan keadaan Eren.


Dan setelah mobilnya sampai di Apartemen Eren. Ethan langsung berjalan cepat bahkan ia sedikit berlari untuk segera sampai kamar apartemen Eren.


Di dalam kamar Eren merasakan tubuhnya lemas dan kepalanya sangat pusing.Bahkan untuk beranjak dari tempat tidur ia merasa kesulitan. Tetapi bel kamarnya terus berbunyi.


Dengan susah payah Eren memaksa diri untuk bangun dengan perlahan Eren melangkahkan kakinya seraya berpegangan dengan dinding di setiap langkahnya.


Eren beberapa kali membuka dan memejamkan matanya untuk menahan rasa pusing dan setelah sampai di pintu Eren lalu memutar handel pintu dengan tangan lemahnya.


Kreekk.


Bruk.


Tubuh Eren ambruk dengan mata terpejam lalu tidak sadarkan diri.


Ethan yang menangkap tubuh Eren langsung mencoba menyadarkan Eren, setelah sesaat ia sadar dari rasa keterkejutannya.


"Eren ... Eren." Ethan memangil nama Eren Berulang kali namun Eren tak sadarkan juga.


Ahirnya Ethan langsung membawa Eren ke rumah sakit.


Dan setelah sampai rumah sakit, Ethan langsung menggendong tubuh Eren membawanya masuk ke dalam rumah sakit.


"Dokter ... Dokter!" teriaknya dengan keras.


Ethan tubuhnya gugup mendapati Eren dalam keadaan seperti itu.

__ADS_1


Tidak lama kemudian, suster menghampiri Ethan dengan membawa berankar pasien lalu membawa Eren masuk ke ruang rawat.


Ethan terlihat gelisah dengan terus berjalan ke sana dan ke sini di depan ruang rawat itu.


Tampak beberapa kali membuang nafas kasar, hatinya sangat takut bila terjadi sesuatu pada Eren.


Dan setelah menunggu beberapa saat di depan pintu ruang rawat, ahirnya muncullah sosok tampan berbalut jas putih yang tersenyum kearahnya dengan kaca mata bening sebagai ciri khasnya.


"Dokter."


Ethan menghampiri lalu menanyakan keadaan Eren.


Dokter itu menjelaskan bahwa Eren baik-baik saja tanpa ada yang perlu dikhawatirkan, berbicara dengan senyum manis.


Ethan masuk ke dalam untuk menemui Eren setelah mendapatkan ijin dari dokter.


"Eren ..." panggilnya dengan suara lembut ketika Ethan berdiri di samping Eren yang lagi sedang berbaring dengan menutup mata.


Ethan lalu duduk di kursi yang tersedia di ruangan itu, lalu tangannya meraih tangan Eren, kemudian menggenggamnya.


Dalam ucapan kalimatnya, Ethan terus berdoa untuk kesembuhan Eren. Melihat orang yang dicintainya berbaring sakit, seolah sebagian jiwanya juga ikut terasa sakit.


Ada rasa bersalah pada dalam hatinya ketika mendengar penjelasan dari dokter penyebab Eren sakit lalu pingsan dikarenakan kelelahan dalam pekerjaannya.


Ethan mencium punggung tangan Eren dengan begitu dalam dan lama.


Tidak lama dari itu, Eren tampak menggerak-gerakkan jemarinya lalu sadarkan diri.


Setelah itu dokter datang lalu memeriksa Eren.


Ethan terus berada di samping Eren, menjaga dan merawatnya benar-benar memastikan untuk kesembuhan Eren. Bahkan Eren belum diijinkan untuk bekerja lagi setelah empat hari ia merasa sudah baikan.


Beberapa hari ini setelah Eren keluar dari rumah sakit, Ethan menginap di apartemen Eren dan tidak pernah meninggalkan Eren, bahkan soal urusan kantor ia meminta Leo untuk membereskannya.


"Aku bosan di rumah." Eren mencoba membujuk Ethan dengan memasang wajah imutnya.


"Baiklah kita akan keluar tapi bukan untuk bekerja." Ethan berbicara tanpa mau dibantah.


Dengan penuh semangat Eren mengiyakan, meski ia inginkan bekerja tapi boleh keluar asal bukan bekerja tidak masalah bagi Eren.


Keduanya kini sudah berada di pusat perbelanjaan. Ethan yang terus menggenggam tangan Eren sedari tadi tanpa mau melepas.

__ADS_1


Sesekali tangan Ethan mengusap lembut rambut Eren dan menatap terus wajah Eren seolah tidak ada bosan.


Mengikuti kemauan Eren yang terus berjalan ke sana ke mari pindah dari toko satu ke toko yang lain, seolah tidak kenal lelah dan seperti baru bebas dari sangkar.


Ethan mengulas senyum ketika melihat Eren begitu sangat bahagia.


"Ada lagi yang mau dibeli?" Ethan menatap Eren dengan senyum yang manis dan suara yang begitu lembut. Meski belanjaan Eren sudah banyak bahkan kedua tangan Ethan sudah menenteng kantong besar dengan penuh isian belanjaan Eren.


Eren malu-malu mau menjawab, sebenarnya dalam hatinya ia masih ingin belanja jam mewah yang saat ini menarik perhatian matanya.


"Sudah cukup tidak ada." Namun matanya menatap jam tangan mewah yang berada di toko tidak jauh dari keduanya.


Ethan mengikuti arah pandangan mata Eren. Seketika Ethan mengulas senyum. "Aku mau beli sesuatu, temani aku."


Ethan mengalihkan kantong yang sebelah kiri ke tangan kanannya, lalu tangan kirinya menggenggam tangan Eren seraya mengajak ke arah toko yang sedari tadi Eren lirik.


"Saya mau jam tangan yang ini." Ethan menunjuk jam itu saat berbicara dengan karyawan toko.


Eren yang mendengar perkataan Ethan, ia merasa tidak percaya dan lebih tidak percayanya lagi Ethan memasangkan jam tangan itu langsung ke pergelangan tangan Eren.


Kini keduanya sedang berlanjut nonton bioskop dengan film pilihan drama romantis.


Tanpa sadar Eren meneteskan air matanya ketika melihat adegan sangat pilu, adegan si peran utama laki-laki berusaha keras menunjukkan cintanya kepada keluarga kekasihnya. Hingga berakhir keduanya mendapat restu dan hidup bersama.


"Aku juga sangat mencintaimu."


Eren langsung tersadar bahwa dirinya saat ini tidak sendirian, Karena terbawa hanyut dalam menonton film hingga lupa dengan orang yang berada di sampingnya.


Di apartemen Eren.


Ethan menyelimuti Eren hingga batas leher. Sekarang keduanya sudah berada di dalam kamar Eren.


"Tidurlah, aku akan menjagamu di luar." Mencium kening Eren sekilas lalu Ethan hendak mau melangkah.


Namun Eren meraih pergelangan tangannya. Eren memandang dalam bola mata Ethan.


"Terimakasih sudah memberikan waktu untuk aku."


"Aku akan membayar segala waktu yang pernah hilang." Ethan melepas tangan Eren lalu berganti dirinya yang menggenggam tangan Eren.


Aku percaya bahwa kamu mencintai aku, maaf atas keegoisan aku hingga membuatmu harus berbagi waktu, aku tau kamu lelah, batin Eren.

__ADS_1


__ADS_2