Wanita Tangguh Tuan Muda

Wanita Tangguh Tuan Muda
S2. Sepasang kekasih


__ADS_3

Setelah kejadian malam itu hubungan Eren dan Ethan semakin membaik dan semakin dekat, Eren sudah mulai percaya terhadap Ethan dan akan memantapkan hatinya untuk menerima Ethan kembali.


Malam ini Ethan mengajak Eren untuk bertemu kedua orang tuanya kembali.


"Ethan, aku gugup mau bertemu, mama dan papa."


Tangan Ethan yang sebelah kiri langsung menggenggam tangan Eren yang terasa gugup, dengan tangan satunya masih mengendalikan pengemudi mobil.


Ethan tersenyum, senyum yang manis itu mampu sedikit membuat hati Eren lebih tenang.


Kini mobilnya sudah masuk pelataran mansion keluarga Benz. Dan setelah berhenti Ethan keluar lebih dulu lalu membukakan pintu mobil untuk Eren, Kini keduanya berjalan bersama masuk kedalam mansion.


Ethan dan Eren menghentikan langkahnya, Ethan tersenyum menatap ke arah Eren lalu mencium bibir merah yang tiba-tiba terlihat menggoda.


Tanpa keduanya sadari ada seseorang yang melihat tingkah Ethan dan Eren.


Ehem.


Chen jelas sengaja mengeraskan suara dehhemannya, dengan wajah bersungut menatap ke arah keduanya.


Seketika Ethan melepas ciumannya, keduanya baru menyadari bahwa saat ini sedang berada di mansion papanya.


Perlahan Ethan melihat siapa orang yang sudah menggangunya dengan wajah biasa dan datar, namun berbeda dengan Eren wajah malu bersemu merah.


"Apa kalian tidak ada tempat, menjadikan mansion papa sebagai tempat mesum." Chen tersenyum sinis.


Ethan tidak mempedulikan perkataan Chen, Ethan langsung membawa Eren untuk menemui kedua orang tuanya yang sudah menunggu di ruang makan.


Eren masih menyembunyikan wajahnya di belakang Ethan, benar-benar merasa malu karena ketahuan.


Aaaaa, rasanya aku ingin menenggelamkan diri ke dasar bumi, malu aaaaa, Batin Eren.


Ethan yang merasa punggungnya ada yang menggesek-gesek langsung menghentikan langkahnya.


"Jangan menghiraukan." Berbisik di telinga Eren, sebelum ahirnya menyapa kedua orang tuanya.


"Eren sayang." Ibu Lusy berdiri dari duduknya lalu mendekati Eren dan memeluknya.


Eren membalas pelukan Ibu Lusy seraya mengusap punggung Ibu Lusy dengan sayang.

__ADS_1


Setelahnya semua duduk di meja makan dan memulai untuk makan malam.


Makan malam terlewati dengan penuh tawa-tawa, Eren yang bercerita tentang kehidupannya di waktu masih di Australia hingga dirinya menjadi sosok wanita yang mandiri dan sukses bahkan banyak membuat para wanita muda terinspirasi atas keberhasilannya.


Ibu Lusy dan Tuan Erland merasa bangga melihat mantan menantunya itu, mendengar ceritanya bahkan mengetahui faktanya, tanpa sadar air matanya menetes di pelupuk mata Ibu Lusy.


Kini obrolan semua terhenti saat Ethan mulai mengutarakan tujuannya datang ke Mansion membawa Eren.


"Aku akan menikah lagi dengan Eren." Ekspresinya tetap datar seraya menggenggam tangan Eren yang berada duduk di sebelahnya.


Papa Erland tampak mendesah kasar, melihat tingkah putranya yang meminta restu sudah seperti memaksa.


Ibu Lusy hanya tersenyum kecil. "Ethan, Mama bahagia akhirnya kamu bisa ambil keputusan." Ibu Lusy tampak menyeka air matanya kembali yang mulai menetes di pipinya.


Obrolan dalam keluarga itu terus mengalir hingga rencana untuk resepsi pernikahan dan segala persiapan yang lainnya semua mereka bahas.


Keinginan Ethan yang akan menggelar pernikahan semewah mungkin, mengingat pernikahannya dulu yang hanya dihadiri keluarga saja.


"Tapi bukankah itu berlebihan." Eren menatap Ethan yang sedari tadi tetap setia menggenggam Tangannya.


Ethan hanya menggelengkan kepalanya kecil bertanda bahwa yang akan dirinya berikan kali ini itu tidak berlebihan.


Pembicaraan dengan keluarga Ethan pun selesai, kini Ethan sedang mengantar Eren untuk pulang ke Apartemennya.


"Sampai jumpa besok." Eren melambaikan tangannya saat telah sampai di depan kamar Apartemennya.


Eren lalu mau mulai memutar handel pintu namun tiba-tiba ada yang membalikan tubuhnya dan ....


Terasa daging lembut berlabuh di keningnya, sesaat matanya terpejam dan saat perlahan membuka matanya ternyata pria yang dulu pernah memporak-porandakan hatinya kini berlaku manis dengan mencium keningnya.


"Aku mencintaimu." Mata keduanya saling bertemu, Ethan mencium bibir Eren sekilas sebelum ahirnya pergi meninggalkan Apartemen Eren.


Di malam berikutnya.


Ethan membawa Eren kesuatu tempat, tempat yang sudah di sulap menjadi istana indah.


"Aduh ini di mana ya." Saat merasakan pijakannya sedikit bergoyang.


"Nanti kamu akan suka." Ethan memegangi Eren yang saat ini matanya di tutup kain.

__ADS_1


Dan setelah sampai tujuan perlahan Ethan membuka penutup mata.


Kedua mata Eren terbelalak melihat keindahan laut serta kapal pesiar yang terhias indah.


"Ethan." Eren memeluk tubuh Ethan.


Dirinya benar-benar merasakan kebahagiaan, kejutan indah yang Ethan berikan malam ini benar-benar suatu hal yang yang tidak pernah terfikir olehnya.


Apa lagi saat Ethan tiba-tiba menyematkan cincin di jari manisnya, bulir bening di matanya lolos begitu saja, Eren tidak bisa menyekanya lagi, merasa terharu dan merasa bahagia.


"Jangan menangis." Ethan menghapus air mata di pipi Eren.


Namun tangis Eren semakin menggugu, Ethan kembali membawa Eren kedalam pelukannya, Ethan memberikan ketenangan untuk wanita yang akan ia jadikan istrinya kembali.


"Aku tidak menyangka kamu akan mencintai aku, bila aku teringat siapa aku, aku hanya wanita pengagummu sejak dahulu, aku tidak berani berhayal tinggi akan kamu cintai, walau aku pernah bahagia menjadi istrimu karena paksaan dariku, jujur aku menyesal telah membawa-bawa dirimu masuk ke dalam masalah keluarga aku." Eren semakin terisak tak sanggup melanjutkan kata-katanya.


Ethan mencium mata Eren yang basah akan air matanya.


"Maafkan aku dahulu ... aku sangat mencintaimu." Keduanya saling berpelukan dengan erat.


Dan setelah selesai makan malam di atas kapal pesiar mewah, keduanya berpose mesra untuk mengabadikan momen awal mula keduanya menjadi sepasang kekasih yang saling mencintai.


Dan setelah selesai semua itu Ethan dan Eren pulang mengingat waktu sudah mulai larut malam.


Ethan mengendarai mobil dengan satu tangan mengemudi dan satu tangannya memegang tangan Eren, seolah takut Eren akan di ambil orang.


Keduanya saling melempar senyum manis terlihat sangat bahagia.


Ethan mengantar Eren masuk ke dalam Apartemennya Eren setelah mobil sampai.


Setelah Eren selesai dari dalam kamar mandi Eren langsung bersiap untuk istirahat dan tidur malam.


Ethan menemani Eren tidur hingga terlelap, Ethan mengusap wajah Eren perlahan, seulas senyum terukir di bibir tipisnya.


Menatap Eren yang tertidur pulas di lengan kokohnya sebagai bantalan, Ethan merasa mengulang waktu yang tidak pernah ia lakukan dulu.


Ada perasaan menyesal di hati kecil Ethan, yang tidak dari dulu menyadari bahwa sebenarnya ia juga mencintai Eren.


"Mulai sekarang aku akan membuatmu bahagia." Mencium dalam kening Eren dalam waktu beberapa saat.

__ADS_1


"I love you." Mencium bibir Eren sekilas lalu Ethan hendak pergi meninggalkan Apartemen Eren setelah memastikan Eren benar-benar tertidur pulas.


__ADS_2