Wanita Tangguh Tuan Muda

Wanita Tangguh Tuan Muda
S2. Hari pernikahan.


__ADS_3

Perusahaan Benz Company.


Wanita cantik berbalut jas hitam dengan setelan rok panjang selutut berwarna hitam.


Langkahnya yang anggun tampak memasuki ruang Presdir.


"Kak, saya datang sebagai adikmu," ucap wanita itu setelah di persilahkan masuk.


Pria yang dipanggil sebagai Kakak langsung berdiri menyambut kedatangannya, lalu mengajaknya duduk di kursi sofa panjang yang ada di ruangan tersebut.


Wanita itu tampak menarik nafas panjang sebelum ahirnya ia mengatakan pertanyaan yang tengah membawanya hingga datang ke mari.


"Kak Ethan, apa benar, Kakak. Serius akan menikah lagi dengan kak Eren." Megy menatap wajah pria yang duduk di sebelahnya dengan tatapan penuh selidik.


"Maaf bila saya berlebihan ... saya hanya ingin memastikan, Kak."


Ethan menoleh ke arah Megy, kini keduanya saling menatap dan kini Megy bisa melihat sebuah sorot mata yang memancarkan ketulusan bukan sebuah kebohongan.


"Mungkin semua orang bisa saja tidak percaya dengan ucapan aku ... tetapi apa yang bisa aku lakukan untuk membuat mereka percaya ... aku cuma memiliki satu jawaban yaitu ... cinta. Aku tidak mungkin akan menikahinya lagi bila aku tidak cinta ... kali ini aku menikahinya benar-benar karena cinta."


Sebuah kalimat yang sangat mantap keluar dari bibir Ethan benar-benar membuat wanita yang duduk di sebelahnya itu menjadi yakin yang tadi sempat meragu.


"Maaf." Megy menundukkan kepalanya, ia menangis. "Aku hanya ingin melihat kak Eren bahagia, Kak." Megy menatap Ethan dengan penuh deraian air mata. " Aku mohon tolong bahagiakan kak Eren, Kak."


Ethan memberikan tisu ke arah Megy. "Pasti tanpa kau minta."


Setelah perbincangan itu selesai, dan Megy sudah mendapat jawaban yang ia inginkan, kini dirinya sudah rela bila harus melepas kakanya untuk menikah lagi, tadinya ia hanya takut kakaknya akan terluka lagi, itulah alasan ia memastikan sendiri jawabannya kepada calon kakak iparnya.


Megy berjalan meninggalkan perusahaan Benz Company, berjalan menuju mobilnya yang terparkir, rambutnya yang lurus panjang berwarna hitam semakin berkilau di bawah sinar matahari, rambutnya jatuh di pundak terlihat lembut saat Megy melangkah masuk ke dalam mobil.


Di tempat lain.


Daniel mengajak pertemuan dengan Eren, kini pria itu sudah duduk di Kafe dan menunggu kedatangan Eren.


Daniel menoleh kesamping saat merasa ada yang menepuk pundaknya.


"Eren, duduklah."


Ternyata orang tersebut adalah Eren, yang sudah tiba namun kehadirannya belum di ketahui oleh Daniel.


Eren menangkap Daniel sedang melamun.


Eren meraih kursi, lalu ia duduk di depan Daniel.


Pelayan datang memberikan minuman.


Daniel bersuara lebih dulu dan mengatakan tujuannya mengajak Eren bertemu, namun sebelum itu ia menanyakan kabar Eren lebih dulu.


"Apa kau baik-baik saja hari ini?" Daniel menatap Eren.

__ADS_1


Eren tersenyum. " Kabarku baik."


Pembicaraan terhenti saat pelayan Kafe datang membawa cake coklat.


"Makanlah, kau suka ini kan?" Daniel menggeser cake coklat itu ke hadapan Eren.


"Aku akan menunjukan sesuatu untukmu, sebelum kau menikah." Daniel lalu berjalan menuju tempat musik yang berada di Kafe tersebut.


Eren menatap Daniel yang berjalan menuju tempat musik tersebut.


Sebuah suara musik mulai terdengar, kini Daniel sudah mulai bernyanyi. Menyanyikan sebuah lagu yang menyentuh hati.


Mungkin ini memang jalan takdirku


Mengagumi tanpa di cintai


Tak mengapa bagiku asal kau pun bahagia


Dalam hidupmu, dalam hidupmu


telah lama kupendam perasaan itu


Menunggu hatimu menyambut diriku


Tak mengapa bagiku cintaimu pun adalah


Bahagia untukku, bahagia untukku


Meski ku tunggu hingga ujung waktuku


Dan berharap rasa ini kan abadi untuk selamanya


Dan ijinkan aku memeluk dirimu kali ini saja


Tuk ucapkan selamat tinggal untuk selamanya


Dan biarkan rasa ini bahagia untuk sekejab saja.


Di lirik lagu terakhir tatapan mata Daniel mengunci menatap Eren.


Eren terharu mendengar sebuah lagu yang maknanya begitu dalam, Eren mengusap sudut matanya yang basah.


Setelah selesai bernyanyi Daniel kembali duduk seraya tersenyum. "Huh, maaf ya suaranya sedikit kurang pas." Daniel terkekeh.


"Bagus kok." Eren tersenyum sambil meminum jus.


Keduanya berlanjut obrolan santai, dan setelah pertemuan hari itu keduanya sudah tidak bertemu lagi hingga tiba hari pernikahan Eren dan Ethan, Daniel bingung mau hadir atau tidak.


"Hah, hadir tidak ya." Daniel menatap pantulan dirinya sendiri di cermin, ia sudah siap dengan setelan jas namun entah mengapa rasanya bimbang mau hadir atau tidak.

__ADS_1


Dan setelah lama memutuskan ahirnya Daniel lebih memilih hadir.


Ya, Daniel pikir mungkin ini pertemuan terakhir karena setelah ini ia akan pergi ke London.


Pukul delapan pagi itu Daniel keluar dari Apartemennya lalu mengendarai mobil sendiri menuju tempat resepsi pernikahan Eren dan Ethan.


Saat Daniel sedang fokus menyetir tiba-tiba dari arah samping ada yang menyalip mobilnya, sebuah mobil yang atapnya terbuka hingga bisa terlihat bahwa yang mengendarai seorang wanita, namun sampai depan mobil itu berhenti karena ada lampu merah.


Mobil Daniel berhenti tepat di samping mobil yang tadi menyalipnya. Kini Daniel bisa melihat meski tidak begitu jelas wajahnya karena wanita itu memakai kaca mata hitam.


Dan saat wanita itu sedikit menoleh kesamping karena mengambil sesuatu di dalam mobilnya, seketika Daniel mengerutkan keningnya saat sedikit teringat gadis dengan dagu terbelah.


Ya, Daniel hanya teringat gadis dengan dagu terbelah, tetapi lupa siapa namanya dan di mana bertemunya.


Lampu berganti warna hijau, wanita itu dengan gerakan cepat langsung melajukan kembali mobilnya.


Daniel terkekeh melihat wanita itu membawa mobilnya dengan kencang.


"Rumayan juga dia," gumam Daniel seraya melajukan kembali mobilnya.


Di sebuah ruangan, Eren udah siap dengan riasannya, Megy membawa Eren turun dari ruangan tersebut lalu mengantar sang kakak bertemu pengantin pria.


Langkahnya yang anggun kini menghantarkan diri hingga depan pria yang sangat dirinya cintai.


Di ujung sana Eren melihat Ethan yang tersenyum sudah siap menyambutnya.


Suara tepuk tangan meriah terdengar ketika tangan Eren menerima uluran tangan Ethan.


Di pintu masuk Daniel berdiri menatap Eren dan Ethan berjalan bersama menuju tempat penghulu yang disaksikan langsung oleh banyak orang.


Ikhlas, Daniel, ikhlas.


Daniel mengelus dadanya, dan tampak menarik nafas panjang lalu setelahnya ia berjalan masuk berkumpul bersama tamu-tamu yank lainnya juga.


Acara demi acara berjalan lancar hingga sebuah suara para saksi terdengar lantang.


Sah ....


Nyut, jantung Daniel.


Tepuk tangan kembali meriah, kini pengantin berjalan ke tempat duduk yang sudah di dekorasi, semua para tamu undangan mulai mendatangi satu persatu untuk mengucapkan selamat.


Daniel juga mengucapkan selamat kepada Eren dan Ethan.


"Jangan sakiti, Eren, atau aku akan mengambilnya darimu." Daniel memeluk Ethan seraya berbisik dan berucap penuh penekanan disetiap katanya.


Daniel tersenyum melerai pelukannya seraya berlalu dari tempat tersebut menuju tempat hidangan.


Dan saat di tengah perjalanan menuju tempat hidangan Daniel kebetulan bertemu pelayan membawa nampan berisi minuman, lalu Daniel mengambil minuman jus jeruk dan dalam waktu bersamaan ada tangan seorang wanita yang juga meraih jus jeruk itu.

__ADS_1


Tangan keduanya saling menyentuh saling memegang gelas berisi jus jeruk tersebut.


Kini Daniel dan wanita tersebut saling pandang dengan kening berkerut.


__ADS_2