
Ahir pekan.
Megy sedang bersiap, menggunakan setelan olahraga, menyiapkan air minum serta handuk kecil.
Megy mengikat sepatunya, tepat pukul setengah tujuh Megy ke luar Apartemennya.
Setelah lima belas menit menempuh perjalanan ahirnya Megy sampai di tempat joging.
Megy meninggalkan mobilnya lalu menuju tempat joging, Megy memulai gerakan pemanasan terlebih dahulu, kemudian ia mulai berlari kecil-kecil.
Rerumputan yang bewarna hijau, udara yang terasa segar, serta banyak pepohonan dan bunga-bunga yang terawat indah, dan tempat yang bersih, bahkan jarang sekali menemukan daun yang berserakan.
Megy dengan semangat berlari kecil-kecil menyusuri sebuah taman yang luas, apa bila ahir pekan seperti ini banyak sekali pengunjung datang untuk berjoging, semua orang yang biasa sibuk di hari biasa, bila ahir pekan hampir semua berkumpul di tempat ini untuk membuat tubuh menjadi lebih sehat.
Namun untuk Megy sendiri sebenarnya tidak tiap akhir pekan ia datang, ia datang bila hatinya sedang menginginkan.
Megy mulai menambah kecepatan larinya, keringat mulai membasahi dahi, sembari berlari Megy mengusap keringatnya menggunakan handuk kecil yang ia bawa.
Tidak jauh dari tempat Megy joging, Daniel juga melakukan joging di ahir pekan ini.
Menggunakan singlet dan celana panjang olah raga. Daniel berlari kecil-kecil seraya menggerak-gerakkan tangannya.
Daniel dan Megy tiba di suatu tempat yang sama, keduanya fokus menggerak-gerakkan tubuhnya hingga tiba-tiba saling menyenggol, Megy hampir terjungkal ke belakang saat dirinya susah menyeimbangkan tubuhnya.
"Maaf, maaf aku tidak sengaja." Daniel mendekat, ia merasa bersalah karena keasyikan olahraga sampai tidak melihat ada orang lain di sekitarnya.
"Ah, tidak apa-apa? aku yang salah." Megy tersenyum kikuk.
Ketabrak terus aku juga mau Kak xixixi, asalkan yang nabrak Kak Daniel. Batin Megy.
Rasa bahagia Megy bertemu Daniel semakin bertambah, ketika pria itu menawari untuk joging bersama.
"Apa masih mau lanjut? bila iya mari kita joging bersama," tawar Daniel dengan senyum manis.
Megy tanpa sadar langsung mengangguk cepat, dan hal itu mengundang gelak tawa Daniel, yang terlihat menggemaskan di mata pria itu.
Megy merasa malu, dengan malu-malu ia kembali joging bersama Daniel dengan mengikuti pria itu dari belakangnya.
__ADS_1
Ah, menatap punggungnya saja aku dah bahagia, bagaimana kalo aku bisa memeluknya, batin Megy seraya berlari kecil-kecil dan menatap punggung lebar milik Daniel.
Melihat hal itu otak Megy langsung travelling, membayangkan kehangatan bila di peluk pria pemilik tubuh itu.
Ah! dasar otak mesum. Batin Megy seraya memukul kepalanya supaya kembali kewarasannya.
Bahkan saat ini Megy merasakan jantungnya berdegup kencang, bukan karena ia menambah ritme larinya, tapi yang entah mengapa Megy merasakan ada hal yang beda.
Sembari masih berlari kecil-kecil, tangan Megy yang satunya diletakkan di depan dada untuk merasakan detak jantungnya. "Apa ada masalah dengan jantung aku ya, sebaiknya nanti pulang dari sini aku periksakan."
Setelah bergumam sendiri, Megy kembali fokus joging sambil menikmati pemandangan indah alam serta pria di depannya.
Daniel tiba-tiba menghentikan lari-lari kecilnya, lalu menoleh ke belakang menatap Megy, Megy juga langsung berhenti setelah tadi melihat Daniel berhenti lari-lari kecilnya.
Ah pria itu semakin terlihat mempesona dengan kostum seperti ini serta keringat yang menetes di dahinya, Megy bergumam dalam hatinya.
Ternyata Daniel mengajak Megy untuk istirahat duduk di bangku didekat air mancur, di taman tersebut ada sebuah air mancur yang sangat besar, pinggirannya terdapat pohon-pohon serta beberapa bangku hingga pengunjung bisa menikmati pagi hari dengan duduk santai di situ.
Megy duduk lebih dulu, namun Daniel berjalan pergi, tapi sebelum itu sudah mengatakan tujuannya.
Tiba-tiba Daniel datang dengan membawa dua botol minum, Megy menoleh dan tersenyum, Daniel memberikan satu botol minum untuk Megy, kemudian Daniel duduk di samping Megy.
Awalnya masih saling diam, hingga Megy mencoba bersuara untuk menghilangkan kecanggungan.
"Kak Daniel sudah biasa joging di sini?" Megy kunyah-kunyah cemilan yang Daniel beli tadi.
"Sering, setiap akhir pekan." Daniel meneguk minumnya lagi.
Megy mengangguk mengerti, ia kembali bingung mau bicara apa lagi, hingga Megy menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.
"Bagaimana kabar kakakmu?"
Megy langsung lesu tidak semangat lagi setelah mendengar Daniel yang malah menanyakan kabar kakaknya yang seharusnya bertanya kabarnya.
Ah Kak Daniel mengapa yang ditanya malah orang yang tidak ada di sini, nasib nasib aku. Mengeluh dalam hati.
"Kabar kak Eren, baik Kak."
__ADS_1
Megy melirik Daniel, pria itu terlihat tersenyum sedikit, Megy kembali menatap air mancur yang tiba-tiba hatinya merasa sesak saat tahu pria yang disukai kemungkinan masih menyukai wanita lain.
Sabar Megy. Ucapnya dalam hati seraya mengusap dadanya. Daniel yang pada saat itu menoleh ke arah Megy, ia jadi khawatir yang terfikir bila Megy memiliki sakit di organ tubuh.
"Kamu sakit?"
Megy yang ditanya jadi bingung, karena ia tidak merasa sakit.
"A-aku." Menunjuk diri sendiri, tapi jari telunjuknya salah menunjuk muka Daniel, yang seharusnya menunjuk wajahnya sendiri.
Hahaha.
Daniel tertawa merasa lucu seraya menggelengkan kepalanya, sementara Megy merasa malu bisa-bisanya berbuat hal konyol seperti itu pikirnya.
"Maksud aku apa kamu saki? mengapa mengusap dada kamu?"
Deg.
Ah jadi dia memperhatikan aku tadi, hahaha aku semakin malu, ucapnya dalam hati.
Megy membenahi anak rambut yang sedikit mengganggu di wajahnya dan mengambil nafas sebelum ahirnya ia menjawab pertanyaan Daniel.
"Aku tidak sakit, Kak. Biasa hanya-."
Aku mau cari alasan apa ya? pikiran Megy jadi bingung.
Sementara Daniel menunggu kelanjutan yang akan Megy ucapkan. Megy masih berfikir keras untuk mencari jawaban yang masuk di akal, karena ia tidak ingin ketahuan menyukai Daniel.
Sangking fokusnya anak rambut yang tadi Megy selipkan di telinga kini kembali berantakan karena pengaruh angin yang berhembus kencang juga.
Daniel mengulurkan tangannya lalu merapihkan anak rambut Megy, hembusan nafas hangat mengenai lengan kokoh Daniel, Megy diam membeku, seolah tidak bisa hanya sekedar bergerak, karena terlalu terkejut dengan sikap Daniel.
Megy merasakan jantungnya semakin berdegup kencang, hanya bola matanya yang bergerak-gerak, hingga ia merasakan tangan Daniel menjauh.
"Maaf tadi aku merapihkan rambutmu karena berantakan terkena hembusan angin." Daniel tersenyum.
Megy yang masih terkejut belum bisa mencerna apa yang Daniel katakan barusan, ditambah senyum manis dibibir Daniel seketika membuat otaknya blank seperti terhipnotis.
__ADS_1