
Setelah satu Minggu lalu pertemuan keluarga, siang ini Chen menemani Audrey untuk melakukan fitting baju pengantin.
Fitting baju pengantin dilakukan di Boutique milik Eren, meski pemiliknya saat ini sedang tidak ada di tempat, tapi hasil karyanya yang bagus membuat Audrey dan Chen mendatangi tempat ini.
Setelah tiga gaun pengantin yang Audrey coba, kini wanita itu merasa cocok dengan gaun yang terakhir ia coba.
"Sudah?" tanya Chen pada Audrey, saat melihat wanita itu ke luar dari dalam ruang ganti.
Audrey masih diam belum menjawab, ia masih berpikir sesuatu, tiba-tiba mengangkat jari telunjuknya seraya matanya melebar. "Temani aku ke Mall, karena banyak belanjaan yang harus aku beli untuk persiapan pernikahan," ucapnya dengan semangat, seraya menarik tangan Chen, tanpa mau mendengar lebih dulu jawaban Chen.
Chen menepis tangan Audrey saat sudah sampai di dedak mobilnya. "Kau sendiri saja, aku sibuk!"
Malas sekali rasanya menemani Audrey belanja, lebih baik main game di kantor pikirnya.
Audrey berdecak kesal saat Chen menolak menemaninya. "Apa kamu lupa, kita kemari berdua, dan sekarang kau meminta aku pergi sendiri, lalu harus pergi dengan apa, hah!"
"Kau bisa pesan taksi!" Chen menjawab acuh seraya membuka mobilnya dan ingin masuk, namun Audrey menarik jasnya hingga membuat Chen kini berhadapan dengan Audrey lagi.
Audrey menatap Chen dengan tajam, kini ia makin kesal, dan semakin kesal saat ia teringat bisa-bisanya akan menikah dengan pria menyebalkan seperti Chen.
Dengan gerakan cepat Audrey langsung mengambil kunci mobil yang di pegang Chen. Dan dengan langkah cepat Audrey masuk ke dalam mobil melalui pintu depan yang samping lalu duduk di pengemudi.
Audrey tersenyum sinis menatap Chen yang saat ini membuka pintu mobil sampingnya lebar-lebar. "Tidak masuk akan aku tinggal."
Chen mengumpat seraya mengepalkan tangan, tidak mengingat bila yang ia hadapi adalah wanita, pasti sudah ia hajar sejak tadi.
Mobil melaju, Chen akhirnya duduk di kursi belakang dengan wajah yang masih kesal.
Audrey tersenyum dalam hatinya tertawa puas, dan tidak butuh waktu lama mobilnya sudah sampai di pusat perbelanjaan.
Audrey berjalan masuk Mall seraya melingkarkan tangannya di lengan kokoh Chen, tatapan tidak suka langsung tertuju padanya, Chen mau melepaskan tangannya, namun Audrey langsung mencegah.
"Di Mall ini banyak sekali mata-mata dari, Daddy."
Chen berdecak kesal. "Apa perlu kita juga harus pura-pura!" protes Chen dengan kesal.
"Sudah ikuti saja, kau tidak mau, kan. Bila ketahuan." Audrey langsung membawa Chen untuk masuk, tetap ia paksa meski Chen tidak mau.
Chen menemani Audrey berjalan ke sana dan ke kesini, dari toko satu ke toko yang lain. Bahkan kini belanjaan Audrey sudah sangat banyak, dan Chen yang ia suruh untuk membawa, dan saat ini sepuluh jemari Chen sudah penuh belanjaan, mata Chen membola saat Audrey kembali memberikan belanjaan yang entah isinya apa.
__ADS_1
"Belanjaan terakhir." Bibir Audrey tersenyum pada wajah Chen yang terlihat sangat kesal, Audrey menepuk pipi Chen dengan gemas. "Kita makan siang lalu pulang."
Kini keduanya berada di restoran yang terdapat di pusat perbelanjaan tersebut.
Memesan makanan lalu segera menyelesaikan makan siang, Chen memakan dengan emosi, tanpa menikmati rasa enak dari makanan itu, dan wajah kesalnya semakin marah saat melihat Audrey yang memilih pergi bersama teman-temannya.
"Chen, aku pergi dulu ya, dan tolong bawakan barang-barang belanjaan aku pulang, ok?"
Audrey melambaikan tangan pada Chen, lalu berjalan bersama keempat teman-temannya yang baru datang menghampirinya.
"Beraninya dia mengerjaiku, lihat saja akan aku balas." Bibir Chen menyeringai.
Chen kemudian berdiri lalu membawa semua belanjaan Audrey ke mobil, berjalan dengan hatinya yang terus mengumpat wanita itu.
Chen langsung membawa mobilnya melesat pergi, kini tujuannya ke Mansion Audrey.
Sekitar menempuh perjalanan empat puluh menit, mobil Chen sampai di depan gerbang Mansion Audrey, satpam ke luar membukakan pintu gerbang, Chen membawa mobilnya masuk.
Chen ke luar mobil, lalu memanggil beberapa pelayan untuk mengambil barang belanjaan Audrey.
Setelah semua beres, ia kembali menutup bagasi mobil, lalu berjalan menuju pintu depan dan ingin masuk, namun gerakannya terhenti saat baru membuka handel pintu.
Chen hanya tersenyum seraya mengangguk, lalu langsung masuk mobil sebelum banyak ditanya-tanya orang pria calon mertuanya itu.
Chen membunyikan klakson mobil untuk menyapa Tuan Remon sebelum ahirnya meninggalkan tempat tersebut.
Di tengah perjalanan handphonenya berdering, ternyata Scarlett yang menelpon.
"Baik aku akan segera ke sana," ucap Chen pada Sekertarisnya, lalu mematikan sambungan telepon.
...****************...
Di Dubai.
Eren dan Ethan hari ini bersiap untuk kembali ke Indonesia.
Eren mengemasi barang-barangnya yang akan ia bawa pulang, sementara Ethan dan Sekertaris Leo saat ini sedang ada pertemuan bisnis.
Barang-barang yang kemarin baru Eren beli juga ia kemasi, serta hadiah untuk Megy.
__ADS_1
Sudah satu jam lamanya Eren mengemasi barang-barangnya serta pakaian Ethan juga, kini sudah selesai.
Sambil menunggu Entah pulang, Eren saat ini akan memasak, karena setelah Ethan pulang akan langsung terbang ke Indonesia.
Beberapa bahan masakan sudah Eren siapkan, memasak masakan kesukaan Ethan, tidak butuh waktu lama masakan sudah matang, dan sudah ia sajikan di meja makan.
Setelah itu Eren mandi, tidak lama dari Eren selesai mandi, Entah pulang.
"Sayang?"
Heem.
Eren ke luar dari dalam kamar, menghampiri Ethan yang wajahnya terlihat lelah, memeluk prianya supaya lelahnya berkurang.
"Ayo makan, aku sudah memasak kesukaanmu." Eren mencium pipi Ethan.
Ethan tersenyum lalu mengikuti langkah Eren yang membawanya menuju meja makan.
Selesai makan, Entah langsung mandi, Sekertaris Leo datang ia sudah bersiap dengan semua barang-barangnya untuk dibawa pulang.
Selesai Ethan mandi, langsung menuju bandara, mengendarai pesawat pribadi milik keluarga Benz.
Pesawat langsung lepas landas. Di dalam pesawat Eren mengabari Ibu Lusy.
"Bu, kami pulang."
Isi pesan masuk yang Ibu Lusy terima, kini Ibu Lusy yang saat ini sedang tiduran malam langsung semangat membaca pesan masuk dari Eren.
Ia yang tadi sudah mau bersiap untuk tidur kini kembali bangun lalu menuju dapur, tiba-tiba merasa haus, setelah minum saat ia mau kembali berjalan ke kamar, melihat Chen yang baru pulang.
"Chen?"
Hemm.
Tanpa mau membalik badan melihat Ibunya.
"Jam berapa ini, Chen kamu baru pulang."
Chen mendesah kasar mendapat Ibunya yang cerewet.
__ADS_1
Dengan balik badan, Chen berucap kesal, "Ibu lihat saja jam dinding." Chen kembali berjalan menuju kamarnya, rasa kesalnya hasil ulah Audrey belum ilang, ditambah tadi ada masalah sedikit di perusahaan.