Wanita Tangguh Tuan Muda

Wanita Tangguh Tuan Muda
S2. Malam pertama


__ADS_3

Tampak terpancar kebahagian di wajah keduanya, Eren dan Ethan sebagai pasangan pengantin yang sangat serasi.


Sebuah perjalanan cinta yang tidak mudah keduanya tempuh, adalah suatu hal yang sangat mengharukan kini akhirnya keduanya bersatu dalam ikatan pernikahan.


Setelah selesai menyalami tamu undangan yang baru hadir, sesi selanjutnya adalah pelemparan bunga.


Semua orang para gadis dan lajang bahkan yang duda dan janda, juga ikut serta untuk menangkap bunga yang dilempar oleh pengantin.


Di bagian tengah ada Daniel, sedikit agak kebelakang ada Megy, di sebelah pinggir ada Chen dan Scarlett.


Eren dan Ethan sudah memegang bunga, saling pandang dan tersenyum, keduanya berdiri lalu membelakangi semua orang dan mulai menghitung mundur.


"Satu ... dua ... tiga."


Bunga dilempar ke belakang dan ....


Semua orang berebutan ingin mendapatkan bunga tersebut bahkan ada yang terjungkil-jungkil dan alhasil yang meraih bunga tersebut adalah pria yang saat ini menatapnya dengan tatapan yang entah.


"Bila, Tuan tidak mau buat saya." Scarlett langsung mengambil bunga itu dari genggaman Chen.


"Terserah!" Chen pergi, ia menganggap bunga itu tidak penting.


"His dia ... kalo tidak mau mengapa tadi dia tangkap, dasar aneh," Scarlett mengumpati perlakuan Chen.


Acara itu terus berlanjut hingga malam hari, bahkan sampai malam tamu undangan juga masih banyak yang datang.


Dan saat ini waktu sudah menunjukkan pukul sebelas malam, tapi masih ada saudara yang datang, hingga membuat Eren mau tidak mau harus menyambut meski tubuhnya sudah lelah.


"Maaf ya ini cuma sebentar." Ethan berbisik di telinga Eren.


Kini keduanya sedang berjalan beriringan untuk menemui Paman dan Bibi dari keluarga Benz yang baru datang.


"Ethan, sayang selamat ya." Bibi Ela mencium dan memeluk Ethan, begitupula dengan Eren.


"Eren, Ethan, selamat ya." Paman Danu memeluk Ethan.


Eren diantar ke kamar lebih dahulu oleh ibu Lusi karena kasihan kelelahan.


Sedangkan Ethan masih tertinggal, berbincang-bincang dengan Paman Danu.


Sedikit banyak Paman Danu memberi petuah untuk Ethan, supaya menjadi suami yang sejati, untuk tidak menyakiti istri. Yang diterima anggukan oleh Ethan .


Dan keduanya tidak hanya bicara hal tersebut namun membahas pekerjaan pula, pekerjaan yang dulu sempat gagal melakukan kerja sama karena proyek yang mau di bangun tidak jadi di dirikan.


Tepat pukul dua belas malam obrolan keduanya selesai, kini Ethan berjalan menuju kamar hotel yang sudah di sediakan untuk pengantin.

__ADS_1


Kreekk.


Pintu kamar terbuka, Ethan berjalan masuk, kini ia bisa melihat wanita yang baru beberapa jam lalu telah menjadi Istrinya.


Eren ternyata sudah tertidur di bawah selimut.


Ethan mendekati Eren, lalu mengusap wajah Eren dan berhenti mencium kening Eren begitu dalam.


"Terimakasih sudah memilih aku," ucapnya setelah melepas ciumannya.


Ethan berjalan menuju kamar mandi, setelah kepergian Ethan, Eren membuka mata, sebenarnya ia belum tidur hanya pura-pura tidur.


Eren tersenyum menatap punggung Ethan yang kini menghilang di balik pintu kamar mandi.


"Justru aku yang berterimakasih kepadamu, karena kau telah membalas perasaanku yang sudah terkubur lama."


"Semoga tidak ada duri yang akan melukai rumah tangga kita, Amin."


Eren kembali pura-pura tidur karena ia takut kepergok belum tidur.


Aaaaaa Eren menjerit dalam hati, membayangkan apa yang akan terjadi malam ini, mengingat keduanya sudah menikah.


Saat Eren sedang berkubang dalam pikirannya yang macam-macam, tiba-tiba ia mendengar pintu kamar mandi terbuka.


Eren langsung diam tak bergerak.


Ethan mengambil celana pendek, lalu berjalan menuju ranjang tetap membiarkan tubuhnya bertelanjang dada.


Ethan ikut masuk ke dalam selimut tersebut.


Eren merasakan kamar tersebut bergerak, kini ia merasakan ada yang melingkar di pinggangnya.


"Kamu udah tidur." Ethan menatap wajah Eren yang terpejam.


"Gak seru banget sih, mengapa aku di tinggal tidur," gerutu kesal Ethan seraya menenggelamkan wajahnya di leher Eren.


Ethan menggigit leher Eren hingga membuat tanda merah.


Satu kecupan dua kecupan, Eren melenguh. Ethan tersenyum saat caranya berhasil membuat Eren terusik dari tidurnya.


"Aku ngantuk." Eren beralasan dan seraya memejamkan matanya kembali, namun baru mau memejamkan mata, Eren sudah merasakan sebuah daging tidak bertulang menempel di bibirnya lebih dulu.


Ciuman itu cukup lama hingga keduanya merasa kehabisan oksigen, ciuman itu baru terlepas.


Eren dan Ethan saling pandang, dengan kini posisi wajah Ethan berada di atas wajahnya, nafas hangat itu kini menyapu wajah Eren.

__ADS_1


Sesaat keduanya terdiam membeku, Ethan mengusap wajah Eren dengan jemarinya. "Tidurlah, untuk malam ini kau bebas tapi siapkan untuk besok." Ethan berbisik di telinga Eren seraya menggigit gemas telinga itu.


Deg.


Eren merasa malu saat mendengar kalimat terakhir yang diucapkan oleh Ethan.


Kini Ethan menjatuhkan tubuhnya ke samping. Sekarang posisinya telentang.


Eren mengubah posisi tidurnya kini ia miring ke arah Ethan.


"Ka ..." ucapan Eren terhenti saat tiba-tiba pintu kamar di ketuk dari luar.


Eren dan Ethan saling pandang, kini Eren yang beranjak dari tempat tidur lalu berjalan untuk membukakan pintu.


dan setelah pintu terbuka, kini Eren tersenyum pada seseorang yang menyembul dari luar seraya tersenyum lebar.


"Maaf mengganggu, di mana, Ethan."


Ethan yang mendengar suara ibunya ia langsung mendudukkan tubuhnya. "Mama."


"Maaf banget mengganggu istirahat kalian." Ibu Lusy menoleh ke arah Eren dan Ethan yang saat ini berjalan ke arahnya.


"Begini, Ethan, di bawah ada Om Dimas, dia baru datang, tadi pagi tidak sempat datang karena ada pekerjaan yang harus di selesaikan," jelas Ibu Lusy panjang lebar mengenai cerita Omnya.


"Apa aku juga ikut turun, Bu." Eren menanyakan dirinya.


"Tidak usah." Tapi yang menjawab Ethan.


Eren ahirnya di minta untuk istirahat saja, Ibu Lusy dan Ethan ke luar kamar, Ethan melambaikan tangan sebelum menghilang di balik pintu.


Sambil menunggu Ethan kembali, Eren membuka handphonenya, ia tertawa saat membaca chat grup temannya yang mencandai dirinya saat malam pertama.


Eren membalas pesan chat Susi. " Gak nglakuin ya." Disertai emoji tertawa.


Eren keasikan balas chat dengan teman-temannya hingga tidak menyadari ethan sudah kembali.


Ethan langsung melingkarkan tangannya di pinggang Eren dan mencium bibir yang begitu menggodanya.


Dan benar saja perlakuan Ethan mampu menghentikan kegiatan Eren, handphone itu jatuh di kasur bersamaan tangan Ethan meremas bongkahan daging yang kenyal.


Ethan mengisap sebelahnya hingga membuat satu suara ******* dari bibir wanita tercinta itu lolos.


Ah ....


Ethan mengisap di area pinggirnya hingga membuat warna merah, sedangkan tangan satunya meremas bongkahan daging sebelah kiri seraya memainkan putingnya.

__ADS_1


Ah ....


__ADS_2