Wanita Tangguh Tuan Muda

Wanita Tangguh Tuan Muda
S2. Digigit serangga.


__ADS_3

Setelah seharian hingga malam acara pernikahan berlangsung, kini kedua pengantin sudah diijinkan untuk istirahat.


Audrey berjalan menuju kamar pengantin didampingi dua pelayan, sementara Chen masih asyik berbincang-bincang bersama keluarganya di bawah.


Eren, Megy, dan Scarlett juga sudah beristirahat di kamar penginapan yang disediakan.


Sementara Ethan masih menyambut keluarga Papanya yang baru datang dari luar negeri.


Bila di bawah sana semua orang tertawa bahagia, tidak dengan wanita cantik yang saat ini sedang di bantu dua pelayan untuk melepas gaun pengantinnya.


Gaun pengantin itu terlepas dari tubuh Audrey, wanita itu langsung meraih handuk untuk menutupi tubuh polosnya, dan berlari ke kamar mandi.


Dua pelayan masih menunggu Audrey di luar kamar mandi.


Di dalam kamar mandi, Audrey mengguyur tubuhnya di bawah air shower yang hangat, ini adalah malam pertama kalinya dirinya merasakan gugup bercampur takut.


Di bawah guyuran air shower Audrey berharap bisa sedikit menenangkan hatinya, apa lagi saat pikirannya tiba-tiba terfikir tentang yang akan Chen perbuat pada dirinya, mengingat sudah menjadi suami istri, Audrey kembali cemas, jemarinya menjambak rambutnya pelan seraya menggigit bibir bawahnya.


Bagaiman ini? tapi tidak mungkin ia **a**kan lakukan, iya itu tidak mungkin, karena dia sudah berjanji , tapi ah! Audrey merasa takut bila Chen akan melakukannya dan melanggar surat perjanjian itu.


Lama sekali Audrey berada di dalam kamar mandi, hingga akhirnya ia keluar, matanya masih melihat dua pelayan wanita yang tadi masuk kamar bersamanya.


Deg!


Audrey berdiri mematung saat netra matanya bertemu dengan mata elang milik Chen, yang saat ini duduk di pinggir ranjang.


Chen mengangkat satu tangannya, dua pelayan wanita tadi menunduk lalu pergi dari kamar tersebut.


Hati Audrey semakin bergemuruh, bahkan kakinya terasa berat untuk melangkah, dan bodohnya saat ia kini baru menyadari ke luar hanya menggunakan handuk yang membungkus tubuh polosnya.


Ah! sial benar sial! bagaimana ini, lihatlah matanya sudah seperti hewan yang siap menerkam mangsa, dan dia mau apa? Audrey bertanya dalam hati, saat melihat Chen berjalan ke arahnya.


Deg!


Tubuh Audrey mematung sampai tidak bisa bergerak seperti terikat, hanya hembusan nafas yang bisa ia lakukan saat ini. Saat merasakan tangan Chen memegang bahunya.


Audrey semakin menegang bahkan ia sampai menahan nafasnya saat Chen mendekatkan wajahnya ke telinganya.


"Kau mau menggodaku, hem." Chen menjauhkan wajahnya kini menunjuk handuk yang membungkus tubuh polos Audrey.

__ADS_1


Wajah Audrey bersemu merah seraya menggelengkan kepalanya.


Chen berdecih merasa Audrey hanya membohonginya, kembali menatap Audrey seraya tersenyum masam. "Ganti baju sana, aku mau mandi," ucapnya lalu berjalan seraya menabrak lengan Audrey.


Hiss dia! kesal Audrey dalam hati, saat merasakan lengan pundaknya di tabrak oleh Chen.


Setelah kepergian Chen, Audrey merasa lega, dengan cepat ia langsung menggunakan pakaian, lalu mengeringkan rambutnya yang basah, tidak lupa sedikit menggunakan parfum.


Audrey segera naik ke atas ranjang, sebelum Chen selesai mandi, Audrey langsung menarik selimut hingga batas leher, Audrey pura-pura tidur.


Ternyata Chen mandinya tidak lama, pria itu kini sudah ke luar dari dalam kamar mandi, berjalan menuju pakaian gantinya, memakainya dan setelah itu menyisir rambut.


Chen menoleh kearah Audrey yang sudah terbungkus selimut, hanya kepalanya yang kelihatan.


Chen membuang nafas kasar seraya menatap wajahnya di cermin, ia sedikit membungkuk dan meletakkan kedua telapak tangannya di meja rias.


Melihat wajahnya sendiri dalam-dalam seraya membuang nafas kasar, hatinya tidak menyangka bahwa secepat ini melepas masa lajang, ibarat baru kemarin bertemu Audrey yang menurutnya wanita aneh, tapi tepat pada hari ini wanita itu adalah Istrinya.


Chen kembali membuang nafas kasar seraya menjauh dari cermin kini menoleh ke arah Audrey. "Bahkan dia sudah tidur, meninggalkan aku sendiri!" gumamnya kesal, merasa karena kantuk sudah memenuhi matanya, Chen menyusul naik ke atas ranjang.


Menyibak selimut dan ikut membungkus tubuhnya di bawah selimut yang sama dengan Audrey.


Sebagai pria normal, bukan ia tidak tahu yang terjadi saat ini padanya.


Sialan, umpatnya dalam hati saat merasakan miliknya bangun.


Pagi hari.


Audrey bangun lebih dulu, ia bernafas lega saat reflek menyibak selimut bajunya masih melekat di tubuhnya.


Audrey melihat Chen yang masih tertidur di sampingnya dengan membelakanginya.


Buru-buru Audrey bangun dan mandi, sebelum Chen bangun.


Audrey bersenandung di dalam kamar mandi seraya membuka baju yang melekat di tubuhnya, tangannya mengambil sikat gigi dan pasta gigi, seketika tercengang saat mau menggosok gigi seraya melihat pantulan dirinya di cermin.


Aaaaaaa!


Audrey syok saat melihat leher dan dadanya banyk tanda merah, tangganya menggosok-gosok di bagian yang merah, namun warnanya tetap tidak mau hilang.

__ADS_1


Audrey frustasi, ia menyerah, dan melanjutkan menggosok gigi terus mandi.


Audrey berendam selama kurang lebih tiga puluh menit, pikirnya akan membuat warna merah di tubuhnya hilang bila berendam selama itu.


Namun Audrey harus menelan kecewa saat menatap tubuhnya di cermin ternyata tanda merah itu masih ada.


Audrey membuang nafas kasar. "Sudahlah, lebih baik aku bertanya sama, Chen."


Meraih handuk baju, lalu berjalan ke luar, saat berjalan ke meja rias, ternyata Chen sudah bangun, pria itu sedang bersandar seraya bermain hp.


Audrey berganti pakaian, setelah mengeringkan rambut ia mendekati Chen, belum menyisir rambutnya.


"Chen, kenapa leher dan tubuhku banyak tanda merah."


Chen menghentikan kegiatannya dan langsung menoleh ke arah Audrey yang saat ini sedang menunjukan lehernya yang ada banyk tanda merah.


Itukan ulahku tadi malam, gumam Chen dalam hati. Chen menunjukan ekspresi cool, seolah tidak tahu, dan hanya mengangkat kedua bahunya.


Audrey menghela nafas panjang seraya berpikir, namun yang melintas di pikirannya malah sesuatu yang langsung membuat Chen ingin tertawa.


"Chen, tadi malam pasti serangga yang menggigit aku," ucapnya dengan antusias.


Iya, pasti serangga, imbuhnya dalam hati dengan mengangguk-anggukkan kepalanya.


Hahahaha!


Audrey bingung, keningnya berkerut saat mendapati Chen malah tertawa keras.


"Chen! mengapa kau tertawa ..." teriaknya tidak terima, Audrey mendengus kesal.


Chen masih tertawa. "Sudahlah, aku mau mandi," ucapnya seraya melempar bantal ke wajah Audrey.


Hiss!


Wajah Audrey kesal seraya menangkap bantal yang di lepar ke wajahnya.


Di dalam kamar mandi, Chen kembali tertawa kencang, saat teringat tadi malam ia menjahili Audrey, dan berhasil wanita itu syok saat pagi hari.


Namun sedetik kemudian tawa kerasnya berubah dingin. "Benarkah? dia tidak mengerti ."

__ADS_1


"Sudahlah, urusan dia." Chen kembali acuh, tidak peduli mau Audrey mengerti atau tidak, saat ini ia hanya ingin menyelesaikan hajatnya.


__ADS_2