
Ethan mendekat kearah Leo dan ....
Deg.
Eren dan Ethan sama-sama terkejut, mata keduanya bertemu, keduanya saling membeku, beberapa saat Ethan beralih menatap Leo yang tidak memberitahu dirinya bahwa juga akan ada Eren.
Ethan menatap tajam kearah Leo.
Leo langsung berdiri dari duduknya. "Tuan, ah iya ... maaf ini rencana saya."
"Leo kau menyemburkan api padaku." Suara Ethan sangat dingin dengan tatapan setajam pisau yang mampu mensayat tubuh langsung.
Leo yang ditatap seperti itu oleh tuannya merasa bergidik ngeri, namun ia tetap menjelaskan tujuannya.
"Aku secara resmi memperkenalkan anda pada desainer Eren Cleora." Leo menundukkan kepalanya, tidak berani menatap wajah dua orang di hadapannya yang melempar tatapan tajam padanya.
"Asisten Leo!" Eren berucap tegas, untuk menghentikan apa yang akan di sampaikan lagi oleh asisten Leo, namun Leo tidak memperdulikan.
"Aku pikir kau benar-benar cocok untuk proyek ini." Menatap Eren dan beralih menatap Ethan. "Aku rasa tidak benar anda mengeliminasinya hanya karena anda mengenalnya."
"Proyek." Eren menyahut cepat seraya menatap asisten Leo, seolah meminta penjelasan karena ia sedikit bingung.
Asisten Leo membalas tatapan Eren. "Sebagai bagian dari iklan dan pemasaran, kami akan bekerja dengan wanita."
menjelaskan dengan penuh keyakinan.
"Untuk meningkatkan pelanggan wanita," imbuhnya.
"Hentikan." Ethan menyahut untuk memotong pembicaraan asisten Leo.
Leo tersenyum. "Baiklah, tuan dan desainer Eren, saya pergi sehingga kalian bisa berbicara." Memberikan hormat lalu pergi dari tempat tersebut.
"Asisten Leo!" Eren meneriaki, namun Leo tetap berlari cepat menuju pintu keluar.
Ethan melirik wajah Eren sekilas, lalu ia berjalan kearah kursi dan menariknya lalu duduk di hadapan Eren dengan meja sebagai pembatas.
Eren meletakkan cangkir teh yang baru ia minum. "Aku bertemu dengan kamu lagi." Menatap kerah Ethan.
"Iya." Ethan menjawab singkat tanpa menatap lawan bicara.
hening.
Ethan membuka pembicaraan. "Alasanku ada di sana waktu itu ..." terjeda, Ethan tampak berpikir. "Ku pikir ada kesalahpahaman," imbuhnya.
Eren menatap lurus kearah Ethan, tanpa senyum, namun sorot matanya terlihat menahan rasa berat berhadapan langsung dengan orang yang dulu pernah jadi suaminya.
"Itu bukan kesalahpahaman."
mendengar ucapan Eren, Ethan langsung menatap wajah Eren.
Eren menundukkan kepalanya. "Ethan, kau mabuk dan menggedor-gedor pintu, kau berteriak dan pingsan di depan pintu."
Ethan menghela nafas dan perlahan mengalihkan pandangannya ke arah lain.
Eren mengingat kejadian waktu di bali. "Aku tidak bisa berpura-pura tidak mengenalmu, tapi saat itu ..." Eren menghentikan ucapannya dengan kepalanya masih menunduk.
__ADS_1
"Saat itu." Ethan mengulangi seraya menatap wajah Eren yang tanpa senyum.
membuang nafas. "Iya, saat itu." Ethan tersenyum masam.
"Emm, apa kau sehat?" Ethan mengalihkan topik pembicaraan.
Eren mengangkat kepalanya menatap Ethan. "Aku sehat, seperti yang kau lihat."
Ethan tersenyum. "Gayamu sangat berubah."
Eren tidak menjawab pujian Ethan, memilih menanyakan hal lain. "kau sehatkan?"
"Ya, aku sehat ... ya sehat ...aku sehat." Ethan menjawab penuh menyakinkan.
Eren tersenyum kecil menatap Ethan, "Syukurlah." Eren menundukkan kepala seraya berpikir. "Aku akan pergi duluan."
namun baru mau berdiri gerakannya terhenti saat Ethan tiba-tiba menyebut namanya dengan gerakan tangan menjangkau Eren untuk Jangan pergi.
"Tunggu Nona Eren."
Eren kembali duduk seraya menatap Ethan.
"Aku pikir setidaknya aku akan menjelaskan tentang pekerjaan itu dulu."
Eren langsung menyahut. "Proyek itu ... silahkan mencari desainer lain." Perlahan menurunkan pandangannya, dan tampak berpikir. "Kurasa akan sulit bagiku."
Ethan menyahut cepat. "Mengapa?" Sedikit terkejut.
Eren mengangkat kepalanya dan menatap ethan, Eren terkekeh masam. "Aku lebih mahal dari pada yang aku pikirkan."
mendengar penuturan Eren, Ethan langsung tertawa. "Haha, itu bukan masalah sama sekali, aku punya banyak uang, itu bukan masalah sama sekali ..." ucapan Ethan terhenti saat Eren langsung memotong.
deg.
Ethan terkejut, namun menyembunyikan dalam senyuman.
Pandangan mata Eren lurus menatap dalam bola mata Ethan. "Sekarang aku bukan Eren yang kau kenal sebelumnya ... Ethan ... kau juga tidak seperti Ethan yang aku kenal sebelumnya."
Ethan masih diam dan tersenyum menutupi rasa bergejolak dalam hati.
Eren membuang nafas panjang. "Bahkan jika kita tidak bisa apa-apa di masa lalu kita, mulai sekarang ... aku rasa kita tidak perlu membuat situasi yang tidak nyaman." Eren tersenyum.
Ethan terkekeh. "Kurasa kau salah paham Nona eren." Ethan menampakkan wajah tersenyum. "Aku sama sekali tidak tertarik padamu." Ethan menggelengkan kepalanya.
"Ya, cuma sekali saja ... aku berharap kau menjalani kehidupan yang lebih baik mulai sekarang, kita bertemu dan memulainya lagi jangan khawatir, sama sekali jangan khawatir." Ethan tersenyum seraya menggelengkan kepalanya.
"Iya, jangan khawatir." Ethan membuang nafas perlahan.
Eren tersenyum. "Itu melegakan ... tolong jangan pernah merubah pikiranmu."
Ethan tersenyum seraya menganggukkan kepalanya.
setelah melihat Ethan setuju, Eren langsung pergi meninggalkan kafe tersebut.
Ethan menatap kepergian Eren hingga menghilang dari pandangannya.
__ADS_1
Menghela nafas. "Eren kau telah banyak berubah.
di dalam mobil taksi.
Eren menyandarkan punggungnya. "Kau sudah melakukannya Eren, kau bagus." mensuport diri sendiri seraya menatap jalanan melalui kaca mobil.
di gedung perusahaan Give corp.
siang ini Megy baru keluar dari ruang meeting yang di adakan di perusahaannya.
"Setelah makan siang agenda saya apa Jon?" bertanya kepada seketaris nya yang berjalan di belakangnya.
"Tidak ada nona, setelah makan siang free." Jon menjawab cepat seraya mengikuti langkah Nonanya yang berjalan di depannya.
"Jika begitu, kau boleh kembali ke ruanganmu Jon." Berhenti sejenak di depan ruang Presdir, lalu menatap Jon.
"Baik Nona." Jon membungkukkan badannya.
Megy memutar handel pintu lalu masuk ke ruang kerjanya.
satu jam kemudian.
semua pasang mata mengarah pada langkah kaki yang berjalan sangat anggun, semua tampak terkagum-kagum melihat cara orang tersebut berjalan, menggunakan rok berwarna hitam dengan panjang di atas lutut membuat kaki cantiknya terekspos terlihat putih bersih dan mulus, tubuhnya terbalut jas warna hitam dengan rambut panjang warna hitam berkilau yang jatuh di pundaknya.
[siapa dia?] ucap si A.
[cantik banget, seperti putri iklan] ucap si B.
[gue kayaknya pernah kenal] ucap si C sambil mengingat-ingat.
[hiss, kau kayak pernah kenalan aja, bilang pernah kenal.] ucap si D sambil memukul lengan si C.
[cantik gak bagi-bagi] celetuk si E.
dan masih banyak lagi bisik-bisik para staf kantor.
kreekk.
Megy melihat pintunya ada yang membuka.
"Siapa dia beraninya masuk ke ruangan aku tidak ketuk pintu dulu." Pandangan Megy melihat sebuah kaki yang berdiri di depan pintu.
Kening Megy berkerut. "Sepertinya aku tidak ada janji temu dengan klien wanita," gumamnya, perlahan pandangan Megy mengarah keseluruhan pemilik tubuh dan ...
deg.
Megy terkejut saat pandangannya kini menatap wajah cantik yang tersenyum kearah padanya.
"Apakah aku tidak dipersiapkan masuk?" Eren tersenyum seraya menaikan satu alisnya.
"Ka ... kakak."Megy langsung berdiri dari duduknya lalu berlari langsung memeluk sang kakak.
"l Miss you." Megy terus mengulangi ucapannya masih dalam posisi memeluk.
...****************...
__ADS_1
hai hai, hari ini adalah hari Senin, jangan lupa klik vote rekomendasinya ya untuk novel ini ♥️♥️