Wanita Tangguh Tuan Muda

Wanita Tangguh Tuan Muda
season 2. perasaan yang entah.


__ADS_3

kreekk.


bruukk.


Aaaaaaaa. "Kau." Eren terkejut.


kini posisi keduanya jatuh di lantai, karena tadi saat Eren membuka pintu lalu memukul orang yang menggedor pintu kamarnya, tetapi orang tersebut malah menarik pinggang Eren hingga membuat keduanya malah jatuh di lantai bersama.


wajah keduanya kini sangat dekat hingga hidung mancung keduanya kini menempel, Eren membeku menatap pria yang berada di bawah tubuhnya dengan tangan pria itu yang masih melingkar di pinggangnya.


"Ethan, kau ada di sini?" Eren menelisik wajah Ethan, dan posisinya yang sangat intim kini Eren mampu mencium aroma sesuatu.


"Kau mabuk?"


Eren yang saat ini sedikit syok karena tidak menyangka setelah tiga tahun tidak bertemu, namun kini dipertemukan lagi oleh takdir, dengan pria yang pernah dicintainya dulu bahkan sekarang pun ia masih juga sangat mencintai mantan suaminya itu, nama mantan suaminya masih terukir jelas di hatinya, dan tetap terus menjadi ingatan-ingatan di pikirannya.


tetapi berbeda dengan pria yang kini berada di bawah tubuhnya. ia merasa ini mimpi karena pengaruh alkohol membuat otaknya sedikit tidak waras.


hahaha.


"Aku tidak mabuk ... hanya terlalu banyk minum."


"Itu sama saja," ucap Eren ketus seraya bangkit dari tubuh Ethan, namun Ethan malah menarik pinggangnya lagi hingga membuat Eren jatuh di dada bidang Ethan dengan bibir mereka saling menempel.


perlahan Ethan ******* bibir merah alami milik Eren, dalam hati Ethan merasa tidak asing dengan sentuhan ini, namun karena kesadarannya sedang lagi tidak waras, ia menganggap ini hanyalah mimpi.


setelah beberapa saat Ethan melepas tautan bibirnya, lalu memandangi wajah Eren yang terlihat begitu syok karena mendapat serangan tiba-tiba dari Ethan.


Ethan menyelipkan rambut Eren ke belakang telinga Eren, matanya menatap wajah wanita cantik dan membuat dirinya seolah mengingat sesuatu.


"Kenapa kau ingin pergi? bukankah ini di dalam mimpi? apa kah kau juga ingin pergi? seperti dalam kenyataannya ini? apakah kau belum puas menghukum ku tiga tahun ini? hingga dalam mimpi pun kau juga ingin pergi."


Deg.


"Menghukum." Deketika Eren membeku, beberapa kepingan-kepingan di masa lalu ia mengingat kembali, namun saat ingin bertanya kepada Ethan, setalah berucap hal tersebut Ethan terus tertidur.


keesokan paginya.


Eren mengusap rambut pria yang saat ini masih sedang tertidur di sofa yang berada di ruang kamar hotelnya.


ya, semalam setelah Ethan pingsan, Eren membawa masuk ke kamarnya karena ia tidak tahu kamar hotel Ethan di nomor berapa.

__ADS_1


dan pagi ini sebelum Eren pergi keluar kamar, ia menghampiri Ethan yang masih terlelap dengan tidur tengkurap.


Mengusap perlahan rambut Ethan, seperti enggan untuk membangunkan. "Tidurlah aku akan pergi." Tersenyum lalu berlenggang pergi meninggalkan kamar.


tiga puluh menit kemudian.


"Huahh." Ethan menguap seraya mengerjap-ngerjapkan matanya, dan setelah benar-benar sadar ia langsung bangkit dari atas sofa yang tadi masih posisi tiduran.


"Dimana aku?" kepalanya terasa pusing , hingga membuat ia tidak mampu mengingat kejadian tadi malam selain saat melihat Eren dan Daniel lalu berujung ia meminum banyk alkohol.


Ethan memandang keseluruhan ruangan tersebut. "Ini benar bukan kamarku." Dan saat pandangannya mengarah ke meja di depannya, ia menemukan sebuah memo.


Ethan mengambil memo tersebut. "Segera keluarlah, sebentar lagi aku kembali ke kamar. by Eren."


"Ha, kenapa aku bisa berada di dalam kamarnya?" Ethan kembali berusaha mengingat kejadian tadi malam, dan ia sedikit mengingat kepingan kejadian di depan kamar saat semalam. "Really ... tadi malam itu bukan mimpi."


Ethan tidak menyangka efek mabuknya tadi malam membawa dirinya saat ini tidur di sofa ruang kamar yang ditempati wanita yang ia cintai, ada senyum bahagia yang tampak di wajahnya, dan setelah itu ia pergi menuju kamar hotelnya sendiri yang berada di depan kamar Eren, dengan nomor kamar 2006.


ditempat yang berbeda.


Eren tampak sedang berlari joging menyusuri jalan yang dirawat indah di pulau Dewata Bali, udara sejuk di pagi hari menerpa wajah cantiknya, banyak orang yang juga melakukan aktifitas yang sama seperti dirinya di pagi hari ini.


"Kau disini juga?" Sambil berlari mensejajarkan langkah Eren.


Eren mengusap keringatnya. "Iya. haha." Eren tergelak tawa.


Daniel melihat kearah Eren sambil berlari. "Bagaiman kalo kita lomba lari cepat."


"Ide yang menarik."


"Kau yakin bisa mengalahkan aku?"


"Tidak yakin, haha."


"Tapi aku akan berusaha ..." Eren langsung berlari cepat membuat Daniel tertinggal jauh.


"Hah, dia ternyata melabuhi aku." Daniel segera berlari untuk menyusul Eren.


siang harinya.


"Terimakasih," ucap Eren kepada seorang wanita receptionist. dan setelahnya Eren segera meraih kopernya lalu ingin pergi dari tempat itu.

__ADS_1


Ethan menghela nafas panjang saat melihat punggung wanitanya yang terus berjalan hingga menghilang dari pandangannya.


"Tuan, tuan ah, maaf." Receptionist sedikit meninggikan suaranya karena sudah beberapa kali di panggil Ethan tidak merespon.


dan setelah selesai urusannya dengan receptionist itu Ethan langsung pergi menuju bandara Ngurah Rai internasional Bali, untuk kembali ke Jakarta.


Receptionist itu melirik kearah Ethan yang sudah berjalan kearah pintu keluar. "Dingin sekali dia."


di Jakarta.


disebuah gedung tinggi pencakar langit.


yang berada di lantai tertinggi milik Presdir di perusahaan Give corp, pemandangan pandatnya kota Jakarta mampu di lihat dari jendela yang terdapat di ruang tersebut.


wanita cantik yang menggunakan setelan kerja lengkap, tampak duduk di kursi kebesarannya. wajahnya yang cantik tapi terlihat murung karena sudah satu Minggu ini calon tunangannya tidak ada kabar.


Megy menghela nafas panjang. "Sebenarnya kau dimana?" Menatap foto calon tunangannya yang berada di ponsel handphonenya.


ya, setelah sembuh dari sakitnya kala itu, kini Megy memegang perusahaan peninggalan ayahnya, yang berhasil kakaknya rebut kembali setelah paman Bram meninggal.


di usianya yang masih terbilang muda, Megy menjabat sebagai Presdir utama di Perusahaan Give corp. tentu tanggung jawab yang ia pikul sangat berat, namun keberhasilannya saat ini tidak terlepas dari bantuan Ethan, yang bisa dibilang adalah gurunya dalam dunia bisnis.


di hari berikutnya.


"Tuan!"


suara Leo menghentikan gerakan tangan Ethan yang kini mau membuka pintu ruang kerjanya.


Ethan menengok kearah sumber suara.


"Tuan, kenapa anda pergi berlibur tidak memberi tahu saya."


Ethan membuang nafas serasa malas untuk membahas.


"Selama anda pergi, para petinggi perusahaan menanyakan anda kepada saya, dan saya tidak tahu kemana anda pergi?" protes Leo panjang lebar.


"Yang penting sekarang saya sudah kembali." Ethan membuka pintu ruang kerjanya lalu masuk, yang di ikuti Leo di belakangnya.


"Dan saya punya tugas penting untuk kau kerjakan."


Ethan melepas kancing jas miliknya lalu ia duduk di kursi kebesarannya dan langsung menatap kearah asisten Leo.

__ADS_1


__ADS_2