
Di hari selanjutnya, Eren mendatangi perusahaan peninggalan ayahnya yang saat ini di kelola oleh Megy.
Ada perasaan bangga di hati Eren terhadap keberhasilan adiknya yang sukses membuat perusahaan peninggalan ayahnya semakin berkembang.
Eren berhenti sejenak di pintu masuk, seorang wanita cantik mendekati Eren lalu mengantar Eren hingga di depan pintu ruang presdir.
Wanita cantik itu pergi sebelum itu ia menunduk hormat karena tahu wanita yang bersamanya itu adalah Kakak dari pemimpin perusahaan.
Eren mau mengetuk pintu tapi niatnya di urungkan saat mendengar suara memanggilnya.
"Kakak Ipar?"
Eren menoleh dan membalikkan badan untuk melihat siapa yang tengah memanggilnya.
Netra matanya menangkap satu sosok tampan dan dua wanita cantik yang berdiri di samping pria itu, yang sepertinya baru keluar dari dalam ruangan.
Eren tersenyum saat mengenal siapa dia. "Chen, kau di sini?"
Namun yang menjawab bukanlah Chen, melainkan adiknya Megy.
"Perusahaan kami sedang ada kolaborasi, Kak. Jadi barusan kami habis selesai meeting bersama."
Satu wanita cantik di samping Chen, melangkah ke depan memperkenalkan diri.
"Nyonya, nama saya Scarlett, saya sekertarisnya, Tuan Chen." Scarlett menjabat tangannya Eren.
Eren tersenyum menatap semuanya, tiba-tiba senyumnya berubah tawa saat mendengar suara protes.
"Kakak Ipar, apa aku kurang tampan, mengapa aku di cuekin." Chen membuang muka kesal.
Hahaha.
"Kau sangat tampan, sangat tampan."
Chen tersenyum lalu mendekati Eren.
Cekrek.
Satu foto berhasil Chen ambil di kamera handphonenya, dengan gaya memeluk Eren.
"Buat laporan untuk, Kakak," bisik, Chen di telinga Eren, kemudian pergi di ikuti seketarisnya Scarlett meninggalkan Eren yang masih diam membeku.
Eren menggelengkan kepala menangkap tingkah konyol yang dilakukan Chen.
Chen yang berjalan masuk ke dalam lift, langsung mengirim foto tersebut ke handphone Ethan, seraya tertawa puas, meski setelah ini ia tahu pasti akan mendapat amukan dari Ethan.
Scarlett menghela nafas panjang melihat tingkah tuannya yang jahil.
Di tempat lain.
Brakk.
Suara gebrakan meja membuat Asisten pribadinya yang sedang mengerjakan kerjaannya langsung terlonjak kaget.
__ADS_1
Bahkan semua orang di ruang meeting langsung menatap pemimpin perusahaan yang wajahnya saat ini berubah marah.
Ethan mengepalkan tangannya saat melihat foto yang di kirim Chen yang memperlihatkan kemesraan.
"Beraninya bocah tengik ini menyentuh calon istriku!"
Semua orang di ruang tersebut tampak saling pandang melihat perubahan sikap Bosnya.
Sementara di perusahaan Give Corporation.
Eren dan Megy tampak duduk di kursi panjang yang berada di ruang kerja tersebut.
Eren menceritakan niatnya datang menemui Megy, yang ingin akan melangsungkan pernikahan lagi dengan Ethan.
Namun saat mendengar pernyataan dari Eren, raut wajah Megy yang tadinya bahagia berubah sendu, bukan karena ia tidak suka dengan pernikahan kakaknya tetapi lebih khawatir, apa lagi ini pernikahan kedua kakaknya dengan pria yang sama.
Namun demi menghargai sang Kakak, Megy paksakan untuk tersenyum dan lebih mengurungkan niatnya, ia pikir lebih baik untuk langsung bertanya dengan calon Kakak iparnya itu.
Obrolan keduanya terus mengalir hingga tiba waktu sore hari.
Di tempat lain tepatnya di jalan raya.
Tampak seorang pria tampan yang sedang berada di dalam mobil yang sedang melaju dengan sekertaris wanita sebagai pengemudinya.
Scarlett sesekali menatap tuannya yang duduk di kursi belakang yang sibuk dengan handphonenya.
Scarlett mengendarai mobilnya dengan tenang membelah padatnya jalanan di sore hari, sesekali menyalip mobil yang berada di depannya.
Dan saat sedang fokus menyalip beberapa mobil di depan tiba-tiba fokusnya teralihkan saat mendengar sebuah suara pertanyaan.
Scarlett terlihat mengingat sesuatu. "Sayur jengkol mungkin, Tuan." Scarlett menyalip lagi mobil di depan kini menambah laju cepat.
Di belakang pengemudi Chen tampak mengangguk lalu jemarinya mulai mengetik di pencarian Google.
Setelah menemukan dan membaca beberapa artikel tentang sayur jengkol, Chen tersenyum penuh misteri.
"Scarlett, cari restoran yang menyediakan masakan sayur jengkol."
Ciiiiittttttt.
Scarlett refleks mengerem dadakan saat mendengar permintaan Bosnya yang kedengarannya sangat aneh.
"Scarlett ...."
"Maaf, Tuan. Maaf." Scarlett mendapat tatapan tajam dari Chen. Scarlett tersenyum kaku ke arah Chen, dan mulai melajukan mobilnya kembali.
Setelah beberapa saat mencari restoran penyedia sayur jengkol, kini tempat tersebut tengah ditemukan.
Scarlett masuk ke dalam restoran tersebut lalu melakukan pesanan.
Setelah mendapatkan yang diinginkan, Scarlett melajukan kembali mobilnya.
Dan setelah sampai Apartemen Scarlett, ia menghentikan mobilnya, lalu Chen mengendarai mobilnya sendiri menuju mansion keluarga Benz.
__ADS_1
Di tempat lain.
Ethan baru selesai melakukan meeting bersama klien, Ethan dan Asisten Leo mulai tampak memasuki mobil untuk menuju pulang.
Waktu menunjukan pukul sembilan malam.
Chen yang sudah selesai mandi dan berpakaian santai kini sudah siap duduk di meja makan bersama kedua orang tuanya.
Ibu Lusy tampak mengerutkan keningnya saat melihat sayur yang dimakan oleh Chen.
Chen sendiri awalnya merasa aneh dengan sayur yang baru ia coba seumur-umur, namun saat ia cicipi yang ternyata rasanya enak ia berlanjut memakan terus sesuai rencananya.
"Chen, kamu suka?" Ibu Lusy menunjuk sayur jengkol yang berada di piring di depan Chen.
Chen hanya mengangguk masih sibuk mengunyah.
Saat semua orang yang makan hampir selesai, tiba-tiba terdengar suara seseorang yang berteriak-teriak.
Ibu Lusy langsung berdiri dari duduknya dan mengomeli orang tersebut.
"Ethan, bisa pelan tidak manggilnya!" Ibu Lusy tampak kesal.
Ethan tidak memperdulikan perkataan ibunya, ia malah terus berjalan mendekati Chen yang sedang asyik makan malam.
Ethan meraih kerah kaos milik Chen. "Beraninya kau ...."
Namun baru berucap beberapa kata Ethan langsung menutup hidungnya saat mencium bau tidak sedap yang keluar dari mulut Chen saat pria itu tertawa.
Hahahaha.
"Ih, bau apa ini!" Ethan merasa benar-benar tidak tahan dengan baunya, Ethan melangkah mundur menjauh dari Chen, tetapi pria itu malah mendekat seolah sengaja mau mengerjai Ethan.
Hahahaha.
Chen tertawa lagi, ia meraih tangan Ethan lalu menarik pria itu lebih dekat dengannya, dan Chen tertawa lagi tepat di depan wajah Ethan.
Hahahaha.
"Hoek ..." Perut Ethan langsung merasa mual, Ethan menatap tajam ke arah Chen dengan menunjuk wajah Chen, tangannya sambil memegang perutnya yang berasa diaduk-aduk di dalam sana.
Ethan langsung berlari ke kamar mandi saat sesuatu di dalam sana berasa ingin dimuntahkan.
"Chen, kau keterlaluan!" Ibu Lusy memukul Chen dengan sendok makan yang dirinya buat makan barusan.
"Seberapa kuat, Bu. Sendok buat mukul," celetuk Papa Erland menimpali.
"Ih, Papa." Chen langsung berlari cepat meninggalkan ruang makan.
"Ampuh juga sayur jengkol untuk mengalahkan pria dingin itu," ucap, Chen. Saat di kamar mandi yang sedang mau menggosok gigi.
Hahaha.
Chen tertawa lagi saat mengingat wajah kesal Ethan.
__ADS_1
Di ruang makan Ibu Lusy masih tidak habis pikir, bahwa tujuan putra keduanya memakan sayur jengkol yang banyak karena ingin mengerjai Ethan.
Kedua orang tua tersebut menggelengkan kepala mengingat tingkah para putra-putranya .