Wanita Tangguh Tuan Muda

Wanita Tangguh Tuan Muda
S2. Pernikahan Chen dan Audrey.


__ADS_3

Hari pernikahan Audrey dan Chen telah tiba, di gelar mewah di salah satu hotel ternama. Keduanya baru saja selesai melakukan ijab kabul yang disaksikan oleh ratusan orang tamu undangan, dari teman kolega bisnis Tuan Remon dan teman kolega bisnis Tuan Erland, semua hadir menjadi satu, belum juga keluarga dan teman serta sahabat Audrey dan Chen yang pasti ikutan hadir.


Semua orang mulai mendatangi pengantin untuk bersalaman, senyum yang manis keduanya berikan, benar-benar adu akting yang luar biasa, siapapun yang melihat mereka pasti menikah karena cinta.


Saat ini giliran Eren dan Ethan yang akan menyalami dan mengucapkan selamat pada keduanya.


"Adik Ipar, selamat ya, semoga bahagia selalu." Eren memeluk Audrey yang di balas pelukan juga oleh Audrey.


Kini Eren beralih menyalami Chen. "Adik Ipar, selamat ya, jaga istrimu baik-baik!" Eren bicara sedikit tegas, karena Eren tahu betul bahwa Chen pria playboy.


"Pastilah, pasti ... pasti," ucapnya sambil melirik Ethan yang berdiri di belakang Eren, seolah menunjukan bahwa Kakak Iparnya itu sangat perhatian padanya.


Eren yang melihat arah mata Chen, langsung menghela nafas panjang saat melihat pria bersaudara itu malah ingin mengibarkan bendera perang.


Eren sedikit menyingkir, memberikan ruang untuk Ethan mengucapkan selamat untuk adiknya.


Ethan memeluk Chen dengan kasar, lalu mendekatkan wajahnya di dekat telinga Chen. "Aku tahu pernikahan kalian hanya sandiwara, awas jika kau berbuat ulah dan membuat, Papa dan Mama sakit, kau pasti tahu akibatnya." Perlahan Ethan menjauhkan wajahnya seraya melepas pelukannya, tatapannya tetap tajam.


Chen terdiam hanya menatap remeh, setiap kata penuh penekanan yang ia dengar dari perkataan Ethan, namun sedetik kemudian ia merasa gelisah, hatinya khawatir juga bila kedua orang tuanya akan jatuh sakit bila lima bulan lagi ia dan Audrey harus bercerai, otaknya langsung berpikir keras mencari jalan ke luar dari masalah ini.


Chen mendesah kasar, baru saja menikah sudah merasa memikul beban berat pikirnya. Terlalu keras berpikir hingga tidak fokus dengan tamu undangan yang datang menyalami dirinya.


Audrey menyenggol lengan Chen, yang langsung membuat laki-laki itu reflek terlonjak kaget, dan membuat orang yang mau menyalaminya jadi menahan tawa, sementara Chen sendiri merasa malu atas tingkah konyolnya.


Di tempat duduk bagian paling sudut, di samping bunga hiasan pernikahan yang besar, Eren, Megy, dan Scarlett. Ketiganya sedang berbincang-bincang yang kadang di selangi tawa yang ringan.


"Ayo sehabis ini siapa yang akan menikah." Eren menaikan satu alisnya menggodai keduanya.


"Megy duluan, Kak." Scarlett menyahut cepat.


"Hiss, kalo aku duluan, lalu aku akan menikah dengan siapa, Kak?"

__ADS_1


Hahaha!


Eren dan Scarlett tertawa bersama merasa lucu dengan wajah Megy yang terlihat memelas.


"Mau Kakak kenalkan dengan seseorang?"


"Mau, Kak," jawab Megy cepat, namun di detik kemudian Megy menggaruk tengkuknya yang tidak gatal.


Hati dan cintaku kan sudah buat Kak Daniel, bila aku mau sama yang lain itu namanya selingkuh, ah! tidak tidak! aku tidak boleh menerima yang lain, batin Megy.


Padahal jadian juga belum, tapi pikiran warasnya sudah mengatakan selingkuh, selingkuh dari mana Megy.


Eren memberi tatapan menyelidik saat melihat Megy seperti orang kebingungan. "Megy?" suara lembut Eren seketika menyadarkan Megy dari lamunannya.


"Ah, Kak. Tidak aku tidak jadi, aku mau setia."


Mendengar ucapan Megy barusan, Eren dan Scarlett langsung saling pandang dengan tatapan bingung, bagaimana tidak bingung, yang tadi bilang tidak punya kekasih, tapi sekarang bilang mau setia.


"Kakak! apa-apaan sih, aku tidak sakit tahu!" Megy bersungut kesal.


"Soalnya kamu aneh," ucap Scarlett menimpali.


"Padahal yang mau Kakak kenalkan sama kamu orangnya tampan." Eren menunjukan foto pria tersebut yang ada di handphonenya ke arah Megy.


Deg!


Megy langsung menutup mulutnya, matanya membola melihat foto pria tersebut. "Kak Daniel," gumamnya.


"Kak, kamu seriu-."


"Tidak jadi karna kamu mau setia dengan yang lain." Eren memotong cepat pembicaraan Megy, dan langsung memasukkan handphonenya kembali ke dalam tas.

__ADS_1


Scarlett tertawa melihat perubahan wajah Megy yang menahan kesal atas perbuatan Eren.


Obrolan keduanya terhenti saat Ethan menghampiri Eren, terlihat membisikan sesuatu ke telinga Eren, kemudian keduanya pergi bersama.


Megy dan Scarlett memandang iri pada pasangan yang baru saja pergi itu, berkubang pada pikiran masing-masing, yang berpikir kapan akan mendapat pria baik seperti Kak Eren yang sudah menikah.


Megy dan Scarlett bersamaan menghela nafas berat dan saling memandang.


"Kamu kenapa?"


"Kamu juga kenapa?"


Scarlett menjawab sama dengan yang Megy tanyakan, kini keduanya saling membuang muka, sama kepergok saling mengagumi pasangan lain, dan menangisi keadaan diri sendiri.


Ternyata Ethan mengajak Eren untuk bertemu keluarga besarnya, di ruangan tersebut terdapat banyak orang, dari keluarga pengantin wanita juga ada, Eren menyalami semua keluarganya, lalu Ethan mengantar Eren untuk duduk di sebelah Ibu Lusy.


Perbincangan ringan antara keluarga besar itu yang dilakukan jarang sekali bila tidak sedang dalam acara besar seperti ini, mengingat semua pembisnis sibuk dengan urusannya masing-masing, bahkan saat ini masih ada beberapa keluarga yang belum hadir karena pekerjaan di luar negeri yang benar-benar tidak bisa ditinggalkan.


Dari arah pintu masuk ballroom hotel, ada seorang wanita cantik, berjalan anggun, lekukan tubuh yang sangat seksi, serta balutan gaun yang melekat di badan, membuat perjelas lekukan tubuhnya. Rambutnya hitam panjang jatuh di pundak, pesonanya membuat mata laki-laki perhatian ke arahnya.


Audrey melihat wanita itu yang terus berjalan ke arahnya, namun bukan dirinya yang wanita itu salami, wanita itu melewati Audrey dan langsung menjabat tangan Chen.


"Nova," gumam Chen.


"Aku datang untuk memberimu selamat atas pernikahanmu, dan terimakasih karena selama satu bulan ini telah menemani aku." Nova beralih menatap Audrey seraya tersenyum yang dipaksakan.


Satu bulan ini, gumam Audrey dalam hati. Entah mengapa mendengar pernyataan wanita itu bagian hati Audrey merasa teriris, menatap nanar pada wanita cantik yang kini berjalan menjauh, Audrey melirik Chen yang juga menatap kepergian wanita itu.


Apa Chen menyukai wanita itu, ah! bukan urusan aku, lagian aku tidak cinta sama Chen dan pernikahan ini hanya sementara, terserah dia mau menyukai wanita mana pun, ucapan hati Audrey menekan perasaannya.


"Audrey, oh selamat atas pernikahanmu, Baby ..." ucap salah satu teman Audrey yang tanpa ia sadari karena sibuk melamun, kini serombongan teman-temannya sudah berdiri di hadapannya. Audrey memeluk teman-temannya satu persatu. Perasaan haru campur bahagia semua teman-temannya menyempatkan hadir di hari pernikahannya.

__ADS_1


__ADS_2