
Tuan Remon yang geram dengan tingkah putrinya, ia langsung menarik pergelangan tangan Audrey, hingga membuat pelukan mesra Audrey dengan Chen terlepas.
Ahh!
"Daddy, sakit!"
"Pulang dan lanjutkan pernikahannya!" Tuan Remon bicara dingin dan menatap tajam ke arah Audrey yang saat ini berada di dekatnya.
"Tidak, Daddy, Audrey tidak mau menikah dengan pria itu!" Audrey memberontak ingin terlepas dari genggaman tangan Daddynya, namun usahanya sia-sia, Tuan Remon semakin menarik tangannya dan ingin membawanya masuk ke dalam mobil.
"Kau harus menikah!"
"Tidak!"
Audrey masih berusaha memberontak, jalannya terseok-seok karena trus ditarik Papanya dan ia tidak mau, cekalan tangan Tuan Remon sangat kuat, namun ia tidak tahu bahwa hal itu bisa melukai putrinya.
Saat Tuan Remon sudah berhasil di dekat mobilnya, dan tinggal meminta Audrey untuk masuk ke dalam mobil, namun tiba-tiba ada yang menahan tangannya.
Tuan Remon langsung menatap tidak suka terhadap orang tersebut, berbeda dengan Audrey yang merasa senang karena orang tersebut sudah seperti Dewa penolong.
Tatapan sinis dan benci yang Tuan Remon berikan, tidak membuat orang itu merasa takut, tetapi orang itu malah berganti memberikan seringai tipis di bibirnya.
Bahkan Tuan Remon sendiri tidak menyangka, bila orang tersebut berani melawannya, jelas-jelas ia tahu bahwa putrinya belum punya kekasih dan tadi yang dilakukan putrinya hanyalah hal kosong yang artinya cuma sandiwara untuk menghindari pernikahan.
"Mau dibawa ke mana calon Istriku?" Chen merengkuh pinggang Audrey lalu mengecup pipinya, yang di kecup langsung membeku, dalam hati Audrey ia memuji cara akting Chen barusan.
"Hanya aku yang boleh menikahinya." Chen mengecup lagi bibir, pipi, dan leher Audrey. Yang langsung mendapat pukulan bogem mentah dari Tuan Remon, namun dengan gerakan cepat Chen langsung memeluk Audrey hingga pukulan itu mendarat di punggungnya.
Bagi yang mendengar itu terasa sangat sakit, tapi Chen tetap tidak bergeming meski Tuan Remon sudah memukulnya berulang kali, Chen tetap menggunakan tubuh kokohnya untuk melindungi Audrey, gadis yang tubuhnya bergetar dengan menenggelamkan wajahnya di dada bidangnya. dan membiarkan pria tua itu untuk terus memukulnya.
Tuan Remon ahirnya menyerah, ia sedikit menjauh dan mengibaskan tangannya yang terasa sakit. "Itu badan besi atau tulang sih, mengapa tanganku yang merasa sakit, sementara dia tetap biasa saja."
Ah sialan! umpatnya lagi.
Setelah merasakan Tuan Remon berhenti memukuli punggungnya, Chen melerai pelukannya lalu berbalik menatap Tuan Remon seraya menggenggam tangan Audrey yang terasa bergetar karena gadis itu ketakutan.
Chen bisa menangkap api amarah di wajah Tuan Remon, tetapi ia tidak bisa membiarkan Audrey begitu saja, hatinya ingin menolong, yang entah sejak kapan jadi peduli pada wanita padahal gelarnya laki-laki penjahat wanita.
"Ijinkan kami menikah, saya akan membuat putri Anda bahagia."
Cih!
Tuan Remon merespon saja tidak, karena ia pikir calon suami Audrey yang sekarang lebih kaya dari pada Chen, dengan lantang Tuan Remon menolak.
__ADS_1
"Kalian cuma sandiwara, aku tidak akan merestui!"
Bedebah, ternyata tua satu ini sialan juga, tidak mudah untuk percaya! Chen mengumpat dalam hati, namun sedikit kemudian Chen tersenyum menyeringai.
"Hei mau dibawa ke mana putriku!"
Tuan Remon yang lengah karena tadi menoleh ke arah lain ia baru tahu ternyata Chen membawa lari Audrey, Tuan Remon segera berlari mengejar keduanya, dan saat merasa hanya berlari sendiri, Tuan Remon berhenti lalu menoleh ke belakang yang dimana semua pengawalnya hanya berdiam diri.
"Kalian kejar dia!" Tunjuknya pada semua pengawal.
Semua langsung berlari mengejar Chen dan Audrey setelah mendapat perintah.
Dasar pengawal bodoh! umpat Tuan Remon kesal.
"Buruan ayo masuk mobil." Chen berbisik di telinga Audrey, kini keduanya sudah aman di dalam mobil dan langsung melesat pergi.
"Kejar mobilnya!" teriak Tuan Remon.
Namun kebingungan karena mobil yang dibawa Tuan Remon sangat jauh dengan posisinya saat ini.
"Mobil mana mobil, cepat ambil mobil!" bentaknya dengan keras.
Semua pengawalnya langsung berlarian mengambil mobil.
Satu pengawalnya dengan cepat membawa mobil menghampiri Tuan Remon, mobil langsung melaju cepat membelah keramaian jalan, pria tua itu seolah tidak takut lagi dengan kecepatan, dalam pikirannya hanya ingin segera menangkap pria yang sudah berani membawa kabur putrinya.
"Dasar keras kepala!" berteriak lantang,
Tuan yang keras kepala! pengawal yang menyetir mobil merasa kupingnya sakit, sangat kesal dalam hatinya.
Matanya tetap fokus menatap ke arah depan seraya melihat mobil yang dibawa Chen.
Sementara Chen sengaja melambatkan lajunya supaya Tuan Remon bisa menemukan mobilnya.
"Chen kau mau apa?" Audrey bertanya panik, pasalnya ia melihat mobilnya papanya di belakang.
"Kita akan bermain." Chen menyeringai.
Dan benar saja baru saja Chen berhenti berucap kini mobilnya dan mobil Tuan Remon sedang dalam aksi kejar-kejaran.
Tidak peduli dengan bunyi klakson, kedua mobil itu tidak ada yang ingin menyerah, Chen yang sudah seperti pembalap mobil profesional membuat pengawal Tuan Remon kewalahan.
Tuan Remon terus mengumpat, membuat pengawalnya susah berkonsentrasi, kini pengawal Tuan Remon melihat depan perempatan jalanan, hatinya semakin berdegup kencang saat melihat mobil yang dibawa Chen dengan kecepatan tinggi dan langsung berbelok sekilas mungkin, hingga memberikan bunyi nyaring decitan mobil.
__ADS_1
Ciiiiittttttt!
Ahhh!
"Chen, kau gila ya!"
Hahahaha.
Sialan laki-laki itu malah tertawa, hah jantungku. Audrey mengumpat seraya memegangi dadanya, dan semakin kesal saat di tengah kepanikan malah mendengar sebuah kalimat yang menyepelekan.
"Bagaiman permainannya seru?"
Hahaha!
Chen melirik ke spion mobil, Chen belum berhenti usil, ia kembali melambatkan lajunya hingga mobil Tuan Remon tepat berada di belakangnya.
Tuan Remon sudah merasa senang sebentar lagi akan menyalip dan membuat mobil Chen berhenti, tapi sepertinya itu hanya angan-angannya, karena saat mobilnya mau menghadang di depan, Chen membuat mobilnya mundur dengan kecepatan penuh.
Ciiiiittttttt!
Sialan!
Umpat Tuan Remon yang sudah entah berapa kali, kini mobilnya tertinggal jauh, karna ternyata Chen membawa mobilnya balik arah.
"Tuan sepertinya calon suami Nona Audrey seorang pembalap mobil."
Buk!
"Diam kau!"
Pengawal Tuan Remon mengusap lengannya yang sakit karena di pukul keras, tapi setelah menyaksikan sendiri kehebatan Chen membawa mobil, bahkan menipu dirinya dengan permainannya, sudah seperti pembalap handal seperti di film action pikir pengawal tersebut.
Keren sekali dia, bolehlah nanti aku belajar dengannya, xixixixi, Tertawa dalam hati.
Di jalanan yang sudah jauh, Chen tertawa terbahak-bahak, ia sudah mengira pasti Tuan Remon saat ini sedang marah besar.
Hahaha!
Kembali tertawa hatinya merasa puas sudah mengerjai pria tua yang menjengkelkan itu.
"Chen dia Daddyku, kau tega sekali." Audrey menatap tajam.
Mobil langsung berhenti, membuat Audrey terhuyung ke depan, Chen menoleh ke arah Audrey, tatapannya dingin.
__ADS_1