
Setelah mengantar si kembar dan kawan-kawan nya, Brian dan Sheila pamit lagi. Karena Brian harus segera mengantar Sheila ke kediamannya.
"Sayang!" panggil Brian.
"Iya kak, ada apa?" tanya Sheila.
"Besok malam temanin kaka ke acar rekan bisnis kaka ya," ucap Brian.
"Oke," ucap Sheila.
"Nanti kaka jemput jam 7 malam yah," ucap Brian lagi.
"Iya kak," ucap Sheila.
Tak berselang lama, mobil yang di kendarai oleh Brian memasuki gerbang rumah sang kekasih.
Kedatangan Sheila dan Brian, langsung di sambut oleh mama Sisi dan papa Leo. Leo tersenyum melihat putri dan calon mantu nya turun dari dalam mobil.
"Assalamualaikum, ma, pa," ucap Brian dan Sheila.
"Waalaikumsalam sayang," ucap mama Sisi dan papa Leo.
"Ayo masuk," ajak papa Leo.
"Mama sama papa sengaja loh nungguin kalian," ucap mama Sisi.
"Iya ma, kita habis nganter si kembar dan kedua nya dulu, baru ke sini," ucap Brian.
"Gak papa, ayo duduk dulu kita ngobrol-ngobrol," ucap mama Sisi.
Brian dan Sheila duduk di sofa yang berdekatan, sedangkan mama Sisi dan papa Leo duduk di sofa yang terpisah.
"Yan, gimana kerjaan kamu?" tanya papa Leo.
"Alhamdulillah om baik," ucap Brian.
"Besok ada undangan dari perusahaan xx yah, yang akan di adakan di hotel berbintang," ucap Leo.
"Iya pa, aku besok pergi sama Sheila," ucap Brian.
"Mungkin papa sama daddy kmu gak hadir," ucap Leo.
"Loh kenapa pa?" tanya Sheila.
"Kan udah ada kalian, di gantikan sama anak muda dulu lah," ucap papa Leo.
"Papa pasti mau berduaan terus sama mama di rumah," ucap Sheila, yang mendapat kekehan geli dari papa Leo.
__ADS_1
🍀🍀🍀🍀
Di sisi lain, Sindi sedang menemui seseorang di salah satu restoran, rupanya Sindi begitu terobsesi pada Brian, sampai ia akan melakukan segala cara.
"Aku harap kamu bisa melakukan semua ini dengan baik," ucap Sindi.
"Itu mah hal kecil bos, serahin semua sama saya, yang penting duit nya lancar," ucap pria bermasker itu.
"Soal uang kamu tenang saja, pasti akan saya transfer," ucap Sindi.
"Jadi, mau saya apakan wanita itu bos?" tanya pria bertopeng itu.
"Kamu singkirkan saja dia, agar gak ada lagi yang akan menjadi penghalang buat aku deketin Brian," ucap Sindi.
"Gila, kejam juga nih cewek, sejauh ini gue belum pernah nyingkirin orang, cuma pernah nakutin aja," ucap pria bermasker itu dalam hati.
"Besok ada acara salah satu pebisnis di salah satu hotel xx, aku yakin kalau Brian pasti akan mengajak gadis itu datang ke pesta itu, kamu bersiap-siap saja di sana. Nanti saya yang akan memberikan aba-aba buat kamu," ucap Sindi.
"Siap bos," ucap pria bermasker itu.
"Sebentar lagi kamu akan menjadi milikku Brian, dan gadis kecil itu akan lenyap untuk selama-lamanya," ucap Sindi dalam hati, sambil tersenyum licik.
"Kamu boleh pergi, nanti saya akan kirimkan foto gadis yang harus kamu singkirkan," ucap Sindi.
"Siap bos," ucap pria bermasker itu, lalu beranjak pergi dari hadapan Sindi.
🍀🍀🍀🍀
Seorang wanita cantik dengan perut buncit nya sedang menata menu makan malam di atas meja makan, malam ini sang suami minta di masakin makanan favorit nya.
"Sayang, kok gak manggil mas sih?" tanya Tio yang baru saja memasuki ruang makan.
"Gak papa mas, aku liat mas juga lagi sibuk di ruang kerja," ucap Laura sambil tersenyum manis, dan terlihat begitu cantik di mata Tio.
"Istri aku tuh tambah cantik deh, kalau lagi senyum gini," ucap Tio mendekati sang istri.
"Makasih mas," ucap Laura.
Keluarga kecil Tio selalu harmonis, apa lagi saat ini sang istri Laura sedang hamil 9 bulan, dan tinggal menunggu waktu lahiran saja.
"Ayo duduk sayang, pelan-pelan," ucap Tio menuntun sang istri duduk di salah satu kursi.
"Makasih mas, mau aku ambilkan nasi yah," ucap Laura.
"Gak usah, biar mas yang ambil sendiri sayang. Sayang mau lauk apa?" tanya Tio.
"Ayam sama sayur bihun aja," ucap Laura.
__ADS_1
Tio dengan talenta mengambilkan menu makan sang istri, dan Laura hanya tersenyum melihat sang suami, yang sedang mengambilkan menu makan malam.
"Ini sayang," ucap Tio meletakan piring berisi makanan di depan sang istri.
"Makasih mas," ucap Laura.
Lalu Tio mengambilkan menu makanan untuknya, lalu Tio dan sang istri makan malam bersama.
Kedua orang tua Tio sedang berada di toko roti mereka, karena jam 10 malam baru pulang ke rumah.
"Mas, udah telpon ibu sama bapak?" tanya Laura.
"Udah sayang, kata bapak tadi baru saja habis makan sama ibu," ucap Tio.
"Sayang, mau mas buatkan susu?" tanya Tio.
"Gak usah mas, aku udah gak suka minum susu lagi," ucap Laura.
"Mau air anget, mas ambilkan yah," ucap Tio.
"Boleh mas," ucap Laura.
Tio beranjak pergi mengambil air hangat yang di minta sang istri, karena kalau habis minum air hangat, beby dalam kandungan Laura pasti akan sering bergerak.
"Ini sayang, pelan-pelan minumnya yah," ucap Tio.
"Mas, beby gerak-gerak lagi," ucap Laura sambil mengelus perut besarnya.
"Sayang, sabar yah nanti main sama papa, kalau kamu udah lahir," ucap Tio mendekati perut buncit sang istri.
Perkataan Tio di respon dengan tendangan lagi oleh beby dalam kandungan Laura, membuat pasangan suami dan istri itu tersenyum saling pandang.
Selesai makan malam, Tio membedakan semua piring kotor dan sisa makanan, Tio mencuci piring bekas mereka, lalu menyimpan sisa lauk ke dalam kulkas.
"Ayo sayang, udah selesai," ucap Tio.
Pasangan suami dan istri itu pun pergi ke ruang tengah, Tio dan Laura duduk di sofa panjang, lalu Tio menyalakan TV dan keduanya menonton bersama.
"Mas, besok bukannya ada undangan yah," ucap Laura.
"Iya sayang, tapi mas gak akan hadir, mas gak mau ninggalin kamu sendiri di rumah," ucap Tio mengelus kepala sang istri.
"Gak papa kok mas," ucap Laura.
"Gak sayang, mas akan ngomong nanti sama Brian, pasti dia ngerti kok," ucap Tio tetap gak akan meninggalkan sang istri yang lagi hamil besar.
Laura tersenyum melihat sang suami, Tio pun membalas senyuman sang istri dan mencium kening istrinya cukup lama. Tio begitu menyayangi sang istri, bahkan di tinggal ke kantor pun Tio selalu saja kuatir, untung saja ada mama mertuanya yang selalu menemani sang istri kala siang hari. Saat ia sedang pergi bekerja.
__ADS_1
Next...