
Pelaminan yang begitu indah dan mewah membuat para tamu yang berdatangan menatap kagum.
"Mewah banget yah pelaminannya," ucap salah satu tamu.
"Iya, kan putra kedua pak Nicko Wijaya," ucap tamu yang lain.
Hari bahagia Brian dan Sheila telah tiba, setelah melewati banyak lika-liku. Dengan di temani para sahabat, Brian berdiri di depan cermin besar.
"Udah ganteng kok," ucap Rasya.
"Iya, Brian Wijaya," ucap Marvel terkekeh geli.
"Bentar lagi loh bakalan jadi suami bro, kita kapan yah," ucap Rasya tersenyum melihat Marvel dan yang lain.
"Makanya cepat cari jodoh dong," ucap Brian berbalik melihat para sahabatnya itu.
"Syutt, Dian bro tuh dengar," ucap Raffa.
"Yo ewat tini Ais, ucel asti i amal Tini(ayo lewat sini guys, uncle pasti di kamar ini)" ucap Galih yang sudah rapi dengan jas kecilnya, begitu pun dengan kawan-kawan.
"Alih amu akin, anti alo ita ala amal i ana Don(Galih kamu yakin, nanti kalau kita salah kamar gimana dong)" ucap Iqbal saat ini keempat bocah laki-laki itu berdiri di depan pintu.
"Da alian atin aja Ama atu(udah kalian yakin saja sama aku)" ucap Galih.
"Itu kan suara si kembar dan kawan-kawan nya," ucap Marvel.
"Mereka mau ke sini," ucap Rasya.
Clekk...
Keempat bocah kecil dengan jas yang sama berdiri di depan pintu, melihat ke depan sana, lalu Galih melihat ketiga sohibnya.
"Tu enal tan, Yo asut (tuh benar kan, ayo masuk," ucap Galih.
Keempat bocah kecil itu pun masuk, dengan tangan di masukan ke dalam saku celana.
"Wih, Coll men," ucap Raffa.
"Ay emua(Hay semua)" sapa Galih.
__ADS_1
"Hay Galih," ucap Rasya.
"To Uma Alih ci(kok cuma Galih sih)" ucap Galah.
"Ia, Tan ita el empat(iya, kan kita berempat)" ucap Kifli.
"Ucel, ila anten anet Ais(uncle, gila ganteng banget guys)" ucap Galah.
"Iya lah," ucap Brian dengan gaya Coll nya.
"Aunty kalian udah siap belum?" Tanya Brian.
"Ita uga ga au ucel, Ita ga i dinin asut te amal oty Ela, uma Nala ama ompon ya ais(kita juga gak tau uncle, kita gak di izinin masuk ke kamar aunty Sheila, cuma Nara sama ompong)" ucap Galih.
"Siapa ompong?" Tanya Raffa.
"Atal ya Alah om(pacarnya Galah om)" ucap Galih.
"Sal aja amu alo omon(asal saja kamu kalau ngomong)" ucap Galah menatap sang kembaran dengan kesal.
Raffa dan yang lain hanya tersenyum saja, si kembar emang paling bisa deh.
"Agi i endon eyan ucel (lagi di gendong eyang uncle)" ucap Galih.
Galih berjalan dan berdiri di depan cermin, membuat Brian mengernyit keningnya heran melihat bocah kecil itu.
"Mau ngapain?" Tanya Brian.
"Au aca la ucel, au ia enan ilan atu(mau ngaca lah uncle, mau liat penampilan aku)" ucap Galih sambil merapikan dasi kupu-kupu nya.
"Antap(mantap)" ucap Galih tersenyum ke arah kaca.
"Yo ais iya ual ali tini(ayo guys kita keluar dari sini)" ucap Galih.
"Ia, Yo(iya, ayo)" ucap Galah dan Iqbal juga.
Keempat bocah kecil itu kelaur dari kamar itu, membuat kelima ornag dewasa di sana tersenyum dan menggeleng kepala melihat tingkah si kembar dan kedua sohibnya itu.
Di ballroom hotel sudah di penuhi banyak tamu undangan, semua orang-orang penting sudah hadir.
__ADS_1
"Boy, kalian jangan pergi jauh-jauh yah, ada banyak tamu," ucap kakek Reza.
"Ia ke," ucap keempat bocah kecil itu.
"Ais iat de tu(guys liat deh tuh)" ucap Galah menunjuk ke arah Cindi yang baru datang.
"Tu olan engulidatan Ais(tuh orang mencurigakan guys)" ucap Galih melihat Cindi terus.
"Anan epacin ia(jangan lepasin dia)" ucap Galah.
Sementara itu di dalam kamar lain, Sheila baru saja selesai di rias oleh tiga orang perias pengantin, Sheila terlihat bak boneka hidup berkedip di depan cermin.
"Wa oty Ela antit aya oneta ya Put(wah aunty Sheila cantik kaya boneka yah put)" ucap Nara.
"Iya, aya inces(iya kaya princess)" ucap Puput juga.
Nara dan Puput yang mengenakan gaun berwarna pink itu terlihat begitu cantik juga di rias oleh tiga orang itu, nanti kedua gadis kecil itu akan menuntun Sheila ke tempat akad nikah berlangsung.
"Kalian juga cantik sayang," ucap Sheila sambil tersenyum manis.
"Maaci oty(makasih aunty)" ucap Nara dan Puput.
Clekk...
Mommy Nisa dan mama Sisi masuk dan melihat putri mereka sudah selesai di rias dan terlihat begitu cantik dan berbeda.
"Ini Sheila putri mama kan, kok lain banget yah," ucap mama Sisi.
"Iya cantik bak boneka," ucap mommy Nisa sambil tersenyum.
"Makasih ma, mom," ucap Sheila.
"Kamu sudah siap sayang?" Tanya mommy Nisa.
"Sudah mom," ucap Sheila.
Sebentar lagi Sheila akan turun ke bawa, karena acara pernikahan mereka juga akan segera di mulai.
Next...
__ADS_1